Kamis, 19 Maret 2015

Yummy Tummy Marriage

Judul: Yummy Tummy Marriage
Penulis: Nurilla Iyani
Penyunting: Noni Rosliyanti
Penerbit: Bentang Pustaka
Hlm: 270
Tahun: 2014
ISBN: 6022910099
Rating: 3/5
Sinopsis:
Yummy Tummy Marriage:   
Meski pesta pernikahanku jauh sekali dari impianku, tetapi kebahagiaanku enggak berkurang sedikit pun karena aku sudah resmi menikah dengan seorang pria yang membuatku jatuh cinta setiap hari selama tiga tahun terakhir ini, Bara Wiryawan. Yes Darling, let me tell you this: When you marry the one you love, everything is perfect.

But now I know, Bara is not perfect enough, dan terutama sama kliennya yang demanding banget. Argh!

—Gina


Gila, gue enggak pernah menyangka rangkaian acara pernikahan bisa bikin badan gue pegel-pegel. Harusnya jasa pijet masuk ke dalam paket pernikahan yang ditawarkan Wedding Organizer gue. But hey, gue tetep seneng banget karena wanita yang selama ini gue cintai akhirnya resmi jadi istri gue. Gina Anjani, you’re all mine now!

Until I know, tiga tahun ternyata enggak cukup buat gue mengenal Gina dan semua rahasia besarnya. Sigh!

—Bara


Fashion blogger terkenal di Indonesia, Gina, akhirnya menikah juga. Setelah menikah, mereka pun tinggal di apartemen yang telah disiapkan suaminya, Bara. Sayangnya, begitu masuk apartemen, Gina tidak suka dengan selera furnitur yang dipilih Bara, menurutnya nggak matching. Bara sendiri sengaja menyiapkan duluan sebagai surprise untuk Gina, walaupun alasan sesungguhnya agar rumahnya tidak didekor dengan atribut feminin.

Tiga tahun pacaran benar-benar nggak cukup untuk mengenal pasangan. Justru setelah menikah baru terlihat aslinya. Seperti Bara yang kalau pagi bau mulut, sukanya berantakan padahal Gina OCD, dan parahnya workaholic akut. Gina sendiri di mata Bara selalu cantik dan perfect, tapi rupanya sophaholic akut dan ketahuan kalau punya utang kartu kredit yang sangaaaaat besar.

They're not so perfect after all. Tapi mereka saling berusaha. Marriage is work. Gina yang nggak jago masak akhirnya bereksperimen dengan menu-menu. Bara demi memenuhi tanggung jawabnya justru semakin gila-gilaan lembur agar keluarganya terjamin. Well, so far kisah mereka indah ya. Dan saya suka sama karakternya, Gina compassionate, Bara bertanggung jawab banget.

Hm, justru menurut saya ceritanya terlalu indah. Walau penulis berusaha menunjukkan bahwa pernikahan mereka tidak melulu indah, seperti ancaman kebangkrutan keluarga mereka gara-gara kebiasaan belanja Gina yang gila-gilaan itu, belum lagi attitude kerja Bara yang juga gila-gilaan dan terlalu dekat dengan klien, which is klien ini mantannya Bara yang bikin Gina ketar-ketir.

Dengan adanya konflik tersebut, penulis berusaha menunjukkan bahwa karakter mereka harus berubah jika ingin pernikahan mereka langgeng. Dan yap, mereka berubah. They work hard to be the better person, tapi penulis membuatnya terlihat sangat mudah. Jadi saya tidak melihat adanya kedalaman konflik maupun effort lebih. So, in short, ceritanya cuma gitu ajah. Plotnya bagus, konflik bagus, karakter lumayan, alur oke, gaya bahasa juga bagus. Cuma ya kurang aja, padahal jika mau di gali lebih, novel ini potensial sekali. Karakter kurang dalam, konflik kurang greget, eksekusi ending so-so. 

Yah, mungkin karena ada keterbatasan jumlah halaman, jadinya novel ini terasa biasa. But overall, it was a nice read. Asyik dan ringan dibaca dalam sekali duduk. Cocok untuk pecinta metropop, karena semua ciri-cirinya ada disini, tinggal di kota metropolitan, wanita bekerja, apartemen, gaya hidup masa kini (eaa, masa kini), dan kisah yang nggak jauh-jauh dari sehari-hari.

Senin, 16 Maret 2015

Monthly Giveaway March 2015

 
Monthly Giveaway March


Memasuki pertengahan bulan maret 2015 apa saja resolusi kecilmu yang sudah tercapai? Saya sendiri agak kendor nih progress baca dan reviewnya. Karena satu dan lain hal yang menyebabkan saya tidak mood mereview padahal antrian sudah banyak. Inshaallah bulan ini tuntas dan bisa terus update review-review baru :)

Sudah tiga bulan ini juga saya mengusahakan menyelesaikan satu buku non-fiksi. Meskipun sayangnya, saya tidak tertarik untuk menulis reviewnya sama sekali, tapi buat saya ini suatu pencapaian yang luar biasa karena berhasil keluar dari zona nyaman buku-buku fiksi.

Ah, cukuplah saya berceloteh panjang lebar. Sebelum lupa nih, untuk Monthly Giveaway bulan ini saya ingin menghadiahkan sebuah novel dari lini #WeddingLit keluaran Penerbit Bentang. Judulnya Yummy Tummy Marriage karya Nurilla Iryani. Bagi yang berminat mencoba keberuntungan (and doesn't mind to put a lil bit effort) silakan segera isi rafflecopter di bawah ini

  • Sign in: masukkan email atau username facebook kamu
  • Wajib isi nama dan identitas yang bisa di hubungi
  • Wajib meninggalkan komentar 
  • Lainnya Optional (follow GFC, subscribe email, follow twitter, follow bloglovin, tweet giveaway, dll) 
  • Semakin banyak mengisi entry, maka kesempatan menang semakin besar
  • Giveaway berlangsung tanggal 16-03-2015 pukul 09.00 WIB s/d 27-03-2015 pukul 12.00 WIB
  • Pemenang akan diumumkan tanggal 30 Maret2015
  • Saya akan mengecek seluruh entry dan entry yg tidak valid akan dianggap gugur
  • Ada yang mau di tanyakan? [contact me]
  • Goodluck (^________^)

a Rafflecopter giveaway

Kamis, 12 Maret 2015

Forget About It

Judul: Forget About It - Pura-Pura Lupa
Penulis: Caprice Crane
Penerjemah: Jimmy Simanungkalit
Penerbit: Gagasmedia
Hlm: 522
Tahun: 2010
ISBN: 9797804526
Sinopsis:
FORGET ABOUT IT:   
Pernahkah, saat pagi-pagi membuka mata, kau berharap bangun sebagai orang yang benar-benar berbeda?
Seandainya ada peramal yang membacakan garis tangan Jordan Landau, dia pasti akan berkata garis hidup perempuan itu benar-benar buruk. Sang Ibu tak bosan-bosan mengomentari berat badannya, si bos selalu saja punya kesempatan mencuri ide briliannya, dan sang kekasih tak kapok-kapok juga berselingkuh di belakang dirinya. Sialnya lagi, Jordan bukan orang yang cukup punya nyali berkonfrontasi dengan semua kecurangan itu. Dia menghela napas panjang dan memilih meratapi nasib malangnya--sendirian.
Sampai suatu saat, di hari saat dia mengalami kejadian buruk berturut-turut, sepeda Jordan menabrak pintu mobil yang dibuka tiba-tiba. Dalam perjalanan menuju rumah sakit, dia merasa sekaranglah satu-satunya kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Dia berpura-pura amnesia dan hidup sebagai Jordan yang 'baru'.
Dan, oh yeah...semua orang benar-benar percaya kalau dia hilang ingatan!


Awal saya membeli buku ini karena tertarik dengan ide ceritanya, belum lagi novel ini menjadi pemenang Romantic Times Reviewer's Choice Award 2007 untuk kategori Chicklit. Tapi setelah saya membuka plastiknya, loh kok kertasnya tipis dan jumlah halamannya banyak, belum lagi size fontnya kecil sekali. Alamat lama nih bacanyaaa~ hahaha. Percaya nggak percaya, saya selesai dalam 5 hari. Iya, 5 hari sodara-sodara. Secara novel ini setebal 522 halaman. Saya selingi dengan baca buku lainnya.

Lamanya waktu saya membaca tidak hanya karena banyaknya jumlah halaman, tapi juga karena panjangnya cerita. Padahal bisa dibilang buku ini padat lho, plotnya banyak, alurnya sedang lah, tapi yang bikin tebal itu karena banyak detail-detail yang diceritakan. Mungkin jika difilmkan lebih cocok jadi serial TV - 20 eps dari pada dijadikan layar lebar.

Bercerita tentang Jordan yang punya kehidupan payah. Saking payahnya, dia sampai frustasi dan pura-pura kena amnesia ketika ia kecelakaan. Kemudian, dimulailah kehidupan barunya sebagai Jordan yang Amnesia. Dengan status amnesianya, ia jadi punya kesempatan untuk melakukan hal-hal yang tidak berani ia lakukan sebelumnya. Seperti mengerjai adiknya, membalas perlakukan pacarnya yang brengsek, juga membela dirinya dihadapan bosnya yang suka memanfaatkannya.

Ia berhasil. Jordan akhirnya bahagia. Namun, kisah ini baru memakan sekitar setengah buku. Yang menurut saya udah banyak dan lama banget petualangannya berlangsung. Tapi kok masih banyak sih, sebenarnya ini mau nyeritain apa? Eh, rupanya setengah buku sisanya si Jordan kecelakaan lagi dan ia AMNESIA BENERAN. Bleh, kenapa nggak dari awal aja sih amnesia beneraaaan..

Nah, disini ia mengulangi semuanya. Mulai dari masuk RS, di cek ini itu, terapi sana sisni. Hanya saja, ia beneran lupa dan jadinya malah lebih parah. Ia dibohongi pacarnya dan ditipu untuk menikah, ia dipecat karena tidak bisa bekerja dengan baik, ia menjadi sangat bingung dan tidak tahu harus bagaimana. Yah, kalau diceritain beneran panjang deh. Anggaplah Jordan kena karma, mungkin karena sebelumnya ia cuma pura-pura, lalu sekarang ia dihukum.

Walaupun menurut saya cerita ini terlalu panjang dan terlalu banyak detail tak perlu, tapi justru detail itu yang bikin saya salut sama penulisnya. Karena meskipun jadi banyak banget deskripsinya, namun penulis sukses membuatnya tidak terasa bertele-tele. Jadi memang ceritanya panjang dan banyak yang ingin disampaikan penulis.

Sebenarnya, pesannya sederhana. Karakter Jordan ini cerdas, kreatif, bertanggung jawab dan bisa diandalkan. Namun, namanya manusia, tidak ada yang sempurna. Jordan punya sisi submissive dan terlalu memandang rendah dirinya sendiri. Hasilnya, ia jadi disetir oleh ibunya, dan ditindas adiknya. Belum lagi, ia diinjak-injak oleh pacarnya yang brengsek (beneran deh ini pacarnya jerk banget, saya kesel lho bacanya), dan di kantor ia selalu dimanfaatkan atasannya. Problem Jordan adalah she can't stand up for herself!

Jadi untuk menolong dirinya sendiri ia sampe susah payah memanipulasi orang lain dengan pura-pura amnesia. Yang menurut saya, sebenarnya nggak perlu repot-repot kayak gitu kalau ia punya self-respect dan berani berjuang demi harga dirinya. Nggak heran kalau dia dihukum sama Tuhan, ia akhirnya kena amnesia beneran. Dan saat ia amnesia beneran ini menurut saya titik baliknya. So, guys, please respect yourself first, love yourself and I believe the right people will come to your side. (Dan akan mengusir orang-orang yang salah. Seleksi alam itu adil kok.).

It was a nice read. Minus panjangnya cerita dan jeleknya penerjemahan. It suppossed to be funny, tapi karena terjemahannya kurang oke, jadinya ya nggak lucu. Saya pun nggak lepas dari mengeluh tentang betapa sia-sianya cerita ini, like, harusnya bisa dipotong lah adegan ini. Atau nggak, kenapa nggak dari awal amnesia beneran aja. Atau lebih baik lagi, setelah plot amnesia pura-pura itu ceritanya selesai aja. Yah, karena selama hampir seminggu banyak keluhan jadi saya pun cuma ngasih 3 bintang ya. It was nice, but, not that much.

***
Selain masuk ke Read Big Challenge,
novel ini juga saya baca dalam rangka Lucky No. 15 Reading Challenge, kategori Chunky Brick


Chunky Brick: Grab that book with more than 500 pages that you’d always been afraid to tackle. You know you can do it!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...