Senin, 26 Januari 2015

Lucky No.15 Reading Challenge

I shouldn't have joined another Reading Challenge. Tahu sendirilah gimana nasib RC-RC tahun sebelumnya, gatot semua. But, this RC particularly very interesting, so I decided to join it and to break my boundaries. Ga masalah gatot enggaknya, yang penting saya mau dan berani mencoba hal baru. Yup, never join it before.


If you are interested to join Lucky No.15 Reading Challenge, you should register at Astrid @ Book to Share

Here are the 15 categories:

  1. Chunky Brick: Grab that book with more than 500 pages that you’d always been afraid to tackle. You know you can do it!
  2. Something New: Just purchased a book lately? Don’t let it buried in your stacks, read it now!
  3. Something Borrowed: Read a book that you borrowed from someone else. Don’t make the owner waiting forever for you to finish it. (Books borrowed from friends, libraries, or even rental places, are allowed)
  4. It’s Been There Forever: Dig your TBR pile and read a book that has been there more than a year. It’s time for you to appreciate it :)
  5. Freebies Time: What’s the LAST free book you’ve got? Whether it’s from giveaway, a birthday gift or a surprise from someone special, don’t hold back any longer. Open the book and start reading it now :D - Twivortiare by Ika Natassa
  6. Bargain All The Way: Ever buying a book because it’s so cheap you don’t really care about the content? Now it’s time to open the book and find out whether it’s really worth your cents.
  7. Favorite Color: Pick a book from your shelf which has your favorite color for its cover! Is it pink, red or black? You decide.
  8. First Initial: Read a book that has been written by an author whose first initial is the same with you (Example: My name is Astrid, and I can read anything written by Agatha Christie, Aesop, Arthur Conan Doyle, etc)
  9. Super Series: Read one (or more!) books that belong in a series, it can be trilogy, or tetralogy, or anything. - The Rise of Nine (Lorien Legacy #3) by Pittacus Lore
  10. Opposites Attract: Read a book that’s been written by a writer whose gender is different from your own.
  11. Randomly Picked: Ask someone else (a friend, your spouse, even your kids!) to randomly pick a book from your TBR pile. Don’t complain whatever they choose for you, just read it :)
  12. Cover Lust: Grab a book from your shelf that you bought because you fell in love with the cover. Is the content as good as the cover?
  13. Who Are You Again?: You’ve never read a book from this author, maybe you haven’t even heard his/her name before. But who knows? Maybe he/she will become your new favorite author! - Gone Girl
  14. One Word Only!: Read a book that only has one word for its title (number is allowed as long as it’s only consisted of one word, e.g: 1, 2, 11).- Matched by Ally Condie
  15. Dream Destination: Read a book that has setting in a place you’ve never visited before – but would like to if you have a chance. Could be real places or even fictional!

Okay, wish me luck, guys :)

Sabtu, 24 Januari 2015

Readathon Day! #timetoread

Hari ini saya ikut merayakan Goodreads National Readathon Day 2015. Untuk pertama kalinya Goodreads mengadakan event ini. Readathon berasal dari kata Read dan Marathon, kita diajak untuk membaca buku selama 4 jam berturut-turut pada hari ini, 24 Januari.

Karena adanya perbedaan waktu, maka warga seluruh dunia tidak dapat melakukan Readathon secara serentak. Namun, Goodreaders Indonesia mengadopsinya dan kita bisa berpartisipasi sesuai dengan waktu setempat, yakni pukul 12 siang hingga 4 sore, WIB. We have 4 hours to finish a book(s).

I didn't sign up officially in Goodreads Indonesia, maupun Goodreads di Amerika. Jadi ya, I did it for myself, hehe. Kebetulan, saat jam 12 siang tadi, saya lagi di kereta dalam perjalanan menuju Yogyakarta, Saya membaca Matched by Ally Condie.



Matched ini sudah ada dalam timbunan saya, sejak, hm, maybe like a year ago. Tapi sudah menjadi wishlist saya lebih lama lagi, sejak 2011, ketika saya sedang sangat terobsesi dengan genre dystopia. Saya beli bersamaan ketika saya membelikan kado arisan untuk.. untuk siapa ya saya lupa, hehe maap. Yang jelas, halaman bukunya sudah ada bercak menguning, hiks.

Anyway, saya sukses membaca hingga 234 halaman, berdasarkan statistik goodreads saya berhasil menyelesaikan 61% dalam waktu 4 jam.

Berdasarkan 61% yang sudah saya baca, menurut saya buku ini lumayan membosankan. Mungkin karena termasuk trilogi jadi sengaja dibuat sebagai pengantar untuk membangun suasana dan memantapkan pondasi cerita. Segitu aja ya, nanti komentar panjangnya saya jadikan satu dalam review utuh saja :D

Sebenarnya saya yakin bisa menyelesaikannya dalam sekali duduk, mungkin bisa kurang dari 4 jam dan tambah satu buku lagi. Tapi apa mau dikata, di kereta saya malah ketiduran. Sampai kamar kos, saya bersih-bersih, mengepel, makan, dan semua itu memakan waktu satu jam. Lalu di satu jam yang tesisa, saya malah tidur-tiduran dan tidak maksimal membacanya. 

Fiuuuh, Readathon pertama yang sangat dipaksakan dan berakhir tidak efektif (kalau nggak mau dibilang gagal). Tapi yah, alhamdulillah yaa~ masih sempat membaca di sela-sela waktu itu. Lumayan deh dari pada tidak sama sekali :)

Kalau kamu, hari ini baca apa?

Kamis, 22 Januari 2015

Come On Over

Judul: Come On Over (CO2)
Penulis: Christian Simamora
Penyunting: Alit Tisna Palupi
Proofreader: Tharien
Penerbit: Twigora
Tahun: 2014
Hlm: 436
ISBN: 9786027036208
Rating: 3/5
Sinopsis:
CO2:   
KATAKAN PADAKU, BAGAIMANA CARANYA MERELAKAN SESEORANG
YANG TAK PERNAH JADI MILIKMU?

Dear pembaca,

Sejak ide dasar cerita ini muncul di kepala, hidupku benar-benar tidak tenang. Aku dipaksanya memutar otak, mengerjakan plot, memikirkan kedua tokoh utamanya hampir sepanjang waktu. Dan tiga bulan kemudian, akhirnya aku bisa menghela napas lega. Cerita tentang Jermaine dan Tata berhasil kurampungkan untuk kalian, pembaca tersayang.

Ide dasar Come On Over muncul karena terinspirasi sejarah sedih di balik salah satu karya klasik terpopuler sepanjang masa: “Für Elise”. Tahukah kamu, Beethoven menulis lagu itu untuk seorang perempuan, yang ternyata belakangan membuatnya patah hati? Apa mau dikata, cinta memang tidak pernah mudah. Dan bagian tersulit dari mencintai seseorang adalah menunggu dia balas mencintaimu.

Jadi bagaimana, apakah sekarang kamu siap untuk membalik sampul depan dan memulai perjalananmu bersama buku ini? Besar harapanku kamu akan menikmati sebesar aku menikmati proses menulisnya. Selamat membaca dan, seperti biasa...

selamat jatuh cinta.


Untuk pertama kalinya, Christian Simamora melabeli novelnya dengan seri #JBOYFRIEND. Artinya, seluruh buku yang ia tulis, mulai dari Pillow Talk sampai As Seen On TV (novel terbaru setelah CO2) semua karakter cowoknya bernama J-something. Dalam novel CO2 ini, namanya Jermaine.

Cowok blasteran dari keluarga tajir melintir ini berjiwa romantis. Saking romantisnya, ia memesan kotak musik dari toko Crystal Clear tempat Tata bekerja. Naasnya, lamaran publiknya ditolak. Ia patah hati dan mengembalikan kotak musiknya. Tata yang tidak tega melihat cowok tampan itu sedih malah menghiburnya. Mereka pun berteman akrab. 

Bagi Jermaine, Tata adalah teman Bro-nya.Which makes her unavailable. Tapi kenapa kok perasaannya perlahan berubah. Padahal Liz (mantan pacarnya) calon istri idamannya sudah mengajak balikan. Lalu bagaimana dengan Tata?

Salah satu nilai positif dari buku ini, saya suka sama karakter Tata yang mulutnya kotor abis. Beda dari cewek-cewek #JBOYFRIEND sebelumnya. Selain itu alurnya seperti biasa, fast pace dan tidak ketinggalan witty dialog khas ChrisMor. Untuk karakter Jermaine yang super romantis ini sebenarnya tipe saya banget, tapi saya langsung ilfil ketika Jermaine sering menggunakan ungkapan kata "Ih" dalam dialognya. Like, cowok macam mana yang sering ngomong Ih-Ih melulu, kenapa malah ceweknya yang ngomongnya kotor penuh makian. So, kesimpulannya, Jermaine terlalu feminin. 

Kalau dipikir-pikir, karakter cowok (para JBoyFriend ini) cenderung submissive dan ceweknya super dominan. Sangat tidak mainstream kan ya. Kalau biasanya, di novel-novel lainnya yang ngemis-ngemis cinta para cewek, kalau di buku ChrisMor, gantian cowoknya yang tidak berdaya. Walaupun menurut selera pribadi, saya lebih suka karakter cowok dominan karena kesannya lebih tradisional (loh, alesannya nggak mutu). Ya maklum, saya kan cewek produk lama (kok suram sih). Tapi nggak apa-apa, I like it. Sesekali gini dong ya bacaannya. 

Selain faktor karakter diatas, Chrismor masih setia dengan kosa kata gaulnya. Seperti eibiji, Aitotyuarmaipren. Kemudian konten barang branded dan latar belakang kaum jetset. Serta konten percakapan yang superbitchy, so, you have to be at least 18++ ya kalau baca buku ini. 

Kemudian Chrismor juga menciptakan dunianya sendiri, atau lebih tepat kalau saya katakan, dunia JBOYFRIEND. Karena karakter-karakter dalam novelnya sebelumnya sering muncul disini (dan di novel lainnya), seperti majalah Mascara, twitter National Riches (kalau ini baru), Hezekiel Rupawan, Cindy Tan, Devika, dll.

I always adore Christian Simamora writing style. Tottaly unique and I hardly find it in another Indonesian writer. Makanya, saya tidak pernah absen baca karya-karyanya (meskipun yang ini modal pinjam). As you can read my review of his other books here, tulisan Chrismor masih gitu-gitu aja. Nggak ada perkembangan karakter maupun ide cerita yang baru. Dan Chrismor memang mengakui itu. Karena jujur aja nggak ada ide cerita yang benar-benar baru, tinggal gimana mengolahnya menjadi segar. Chrismor sangat piawai dalam hal ini, tapi karena bukunya akhir-akhir ini begitu-begitu saja, tentu saya bosan juga.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...