Rabu, 23 Juli 2014

Sampul Buku Kain - Emerald Green Label

Pernah dengar sampul buku kain

Pasti masih jarang ya ada yang tahu sampul buku kain. Sama, saya juga sudah lama cuma pernah denger doang, tapi belum pernah punya. Maklum, nyampulin buku plastik aja masih jarang. Hehe, ini bukan berarti saya pecinta buku abal-abal ya, tapi emang saya dasarnya nggak telaten aja nyampulin buku.

Emerald Green Label, setahu saya satu-satunya produsen sampul buku kain komersil. Nggak tahu ya kalau ada penjual yang lain, mohon maaf saya sotoy. Di EGL ini bisa custom dan beli premade. Namanya juga product handmade, jadi bahan maupun ukuran pun bisa pilih sendiri. 

Sorry, nggak bisa saya tampilkan katalognya disini, silakan langsung mampir ke websitenya aja. Website EGL disini http://eglgreenlabel.wix.com/home untuk lihat katalognya.

Januari awal tahun kemarin, EGL sempat menawari saya untuk mereview sampul. Tapi karena saya lagi ribet, hal itu nggak kesampaian. Trus April kemarin saya malah beli sendiri pas BBI lagi nawarin sampul dengan design khusus BBI. Saya langsung beli dua, bahannya dari jeans, dan desainnya dari Stefanie @ Bookie-Looker.


Ini nih penampakan sampul buku kain dari BBI



Semakin lama bacaan saya semakin beragam. Akhir-akhir ini saya suka baca buku historical romance, young adult, new adult, dsb. Karena sekarang saya memasuki usia nanggung, remaja bukan, dewasa sepenuhnya juga belum. Rasanya serba salah kan.

Kadang diliatin sama orang-orang kalau saya baca buku historical romance di jalan, dipikirnya mungkin saya belum cukup umur. Atau kadang disenyumin penuh maklum kalau saya baca teenlit, dipikirnya mungkin masa ABG saya kurang bahagia.

Trus gimana dong? Solusinya hadir ketika mulai ada sampul buku kain yang sekarang sudah tersedia dipasaran. Dulu setahu saya sampul buku kain itu belum ada yang jual, jadi kalau pengen punya, ya harus DIY (do it yourself). Sedangkan saya sendiri orangnya males, lebih suka beli jadi karena praktis. 

Makanya saya menyambut kabar gembira sampul buku kain dari Emerald Green Label. Serius, ini bukan kabar gembira ekstrak manggis lho ya.


Sampul kain yang dikirimkan oleh EGL untuk saya review berbeda bahan dengan sampul kain BBI yang saya beli. Kalau sampul buku BBI dari bahan jeans, sampul buku yang ini bahannya campuran. Lapisan luar yang warna abu-abu itu bahannya dari karet. Lapisan dalam yang warna ungu polkadot bahannya dari kain.

Ada keuntungan dan kelebihannya sih. Karena lapisan luar dari karet, bisa dibilang lapisannya waterproof dan gampang dibersihkan. Kain dalamnya pun lembut dan adem, jadi nggak ngerusak cover buku asli secara permanen.

Lalu, gimana cara pakainya? 

Buat sebagian teman-teman pasti bingung ya mikir gimana cara nyampul buku pakai sampul kain. Sama. Saya juga awalnya bingung. Tapi setelah ngeruk-ngeruk sisi kreatif dalam otak, ternyata caranya nggak sulit-sulit amat kok. Saya aja yang awalnya meribetkan diri sendiri. Haha..
 


1. Buka lebar-lebar semua sampul bagian dalam.
2. Selipkan cover belakang buku ke dalam karet
3. Selipkan cover depan buku ke dalam celah depan sampul
4. Rapikan posisi buku supaya cover tidak terlipat
5. Apabila posisi sudah tepat, maka buku bisa ditutup dengan benar
6. Sampirkan lipatan penutup buku biar modelnya kayak dompet agenda tahunan haha. Sebenernya kalau liat tutorial dari EGL, harusnya lipatan paling belakang itu diselipin ke dalam karet, tapi saya lebih suka model begini karena kesannya kayak dompet/clutch.



7. Voila! Jadi deh~

Nah, gampang kan? Kalau masih bingung, kamu bisa cek sendiri cara menyampul yang baik dan benar dari EGL. Cek disini.

Keuntungannya:
  • Motifnya bisa pilih sendiri. Daripada sampul bening yang transparan nunjukkin cover aslinya. Disatu sisi bagus sih, jadinya ketahuan kita lagi baca apa. Tapi kalo covernya cewek pelukan sama cowok dengan pose yang enggak banget macam cover buku harlequin? Haha, mending ketutup sampul kain dengan motif unyu gini ya nggak?
  • Bisa di pake berkali-kali. Satu sampul untuk beragam buku. Jadi lebih irit kan :)
  • Karena motifnya netral atau sesuai pilihan, jadi bisa nutupin cover buku yang aneh-aneh biar nggak malu waktu baca buku di tempat umum.
  • Bisa dicuci. Jadinya lebih higienis dibanding sampul plastik yang permanen nempel
  • Bisa pesan custom. Mulai dari desain, ukuran, hingga bahan kain.


Kekurangan:
  • Ukuran tidak bisa menyesuaikan. Saya pernah pakai untuk nyampul buku historical romance terbitan GPU yang kecil itu jadinya melorot karena kegedean, hiks. Jelas aja, sampul yang ini kan untuk ukuran normal buku, 20cm. Kalau memang mau dipake untuk buku ukuran kecil, mending pesan ukuran yang sesuai, pilih sampul yang tingginya 18cm
  • Mahal kalau niatnya untuk nyampulin seluruh koleksi buku yang kamu punya. Belinya sesuai kebutuhan saja. Saya sekarang punya tiga sampul buku kain. Dua sampul motifnya sama, cuma ini yang beda. Tapi lumayan buat ganti-ganti kalau bosen sama motifnya

Untuk harga? Ini pasti yang jadi pertanyaan kalian. Sebenarnya untuk harga lumayan juga sih menurut saya, lumayan mahal maksudnya hahaha. Harganya mulai dari 38.000 untuk ukuran terkecil (18cm) dan 40.000 untuk ukuran standar (19cm & 20cm). Kalau ingin pesan custom tentu harga akan menyesuaikan tergantung jenis sampul yang kalian pesan.

Sebelum saya akhiri, saya mau mereview sekalian totte bag dari EGL. Sebenarnya ini nggak untuk di review karena dikasih gratis. Tapi sekalian aja ya.. kemarin BBI sempat open PO totte bag ini, bisa juga dipesan oleh umum, nggak hanya anggota BBI. Jadi ini saya sekalian promosi untuk BBI juga huhehe. Pemesanan bisa melalui @alvina13 atau kalau mau desain sendiri bisa langsung ke website EGL.


desain tulisan tampak depan


pinggirannya bahan kulit imitasi, warna ijo.
saya lupa kemarin pesan warna apa pas PO
semoga nggak sama warna nya.


ini besar dan lebarnya.
saya lupa ukurannya
pokoknya segitu
iya, pokoknya segitu


 
segini panjang tas waktu saya pake
nggak terlalu panjang,
juga nggak terlalu pendek
pas lah buat dijinjing


Sebenarnya kemarin BBI buka PO totte bag, kebetulan dengan desain dan bahan yang sama saya jadi agak menyesal. Tahu begitu saya beli satu saja ya, huehehe. 

Ah, tapi nggak apa-apa. Nanti yang saya beli dari PO BBI akan saya jadikan hadiah Monthly Giveaway. Gimana, tertarik? Atau mungkin ada yang pengen pesan juga? Monggo hubungi twitter @alvina13

Oh iya, untuk bahan, so-so lah. Kurang tebal dan kanvasnya tipis dan masih kasar. Maklum, namanya juga gratisan. Desainnya menurut saya udah oke lho, simpel dan manis. Mungkin kalau kualitas bahannya ditingkatkan dan dijual dengan harga terjangkau bisa laris manis. 





PS: Sorry fotonya gelap. Maklum diambilnya malam hari, pas di HP sih terang, tapi rupanya setelah di upload gelap, huhuu~ maaf ya.

Sabtu, 19 Juli 2014

Giveaway Winner (BLOG TOUR Girls in the Dark)






Terima kasih untuk semua peserta yang ikut meramaikan giveaway Blog Tour Girls in the Dark. Maaf atas keterlambatan pengumuman karena satu dan lain hal saya sedang di luar kota jadi baru sempat bikin pengumumannya sekarang. Langsung saja, kita lihat siapa dua orang pemenang yang beruntung.



Pertanyaan: Karakter/kepribadian yang paling kalian kagumi itu seperti apa? Sebutkan juga alasanmu kenapa kamu suka dengan kepribadian seperti itu? Jelaskan dengan deskripsi sedetil mungkin ya :)



Saya menghargai jawaban teman-teman atas pertanyaan tersebut. Sungguh jawaban yang sangat menarik. Tapi karena bagus semua, saya jadi bingung menentukan pemenang. Akhirnya supaya adil, dan biar nggak ribet, saya tentukan pemenang secara acak dengan menggunakan random.org




Selamat kepada Farah Rahma dan Hapudin kalian mendapatkan Buku Seoulmate - Lia Indra Andriana dan Sampul dari Emerald Green Label dari Penerbit Haru. Ongkos kirim saya tanggung.




Untuk konfirmasi pemenang, silakan kirim nama, alamat lengkap, dan nomor telepon/hp melalui contact me form. Konfirmasi saya tunggu paling lambat 20 Juli 2014.


Terima kasih dan tunggu giveaway berikutnya. It won't long.. I always run a monthly giveaway. Stay tuned, guys :*

Senin, 07 Juli 2014

Ask Author: Girls in the Dark (Blog Tour + Giveaway)


BLOG TOUR : Ask Author
Girls in the Dark 
by Akiyoshi Rikako


Judul: Girls in the Dark
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerjemah: Andry Setiawan
Penyunting: Nona Aubree
Penerbit: Haru
Hlm: 279
Tahun: Mei 2014
ISBN: 9786027742314
Sinopsis: 
Girls in the Dark:   
Apa yang ingin disampaikan oleh gadis itu...?

Gadis itu mati.

Ketua Klub Sastra, Shiraishi Itsumi, mati.
Di tangannya ada setangkai bunga lily.

Pembunuhan? Bunuh diri?
Tidak ada yang tahu.
Satu dari enam gadis anggota Klub Sastra digosipkan sebagai pembunuh gadis cantik berkarisma itu.

Seminggu sesudahnya, Klub Sastra mengadakan pertemuan. Mereka ingin mengenang mantan ketua mereka dengan sebuah cerita pendek. Namun ternyata, cerita pendek yang mereka buat adalah analisis masing-masing tentang siapa pembunuh yang sebenarnya. Keenam gadis itu bergantian membaca analisis mereka, tapi....

Kau... pernah berpikir ingin membunuh seseorang





Setelah saya membaca bukunya, jujur saya merasa Girls in the Dark ini unik. Dan saya senang sekali ketika akhirnya kebagian untuk ask author. Banyak sekali yang ingin saya tanyakan, sayangnya kebanyakan justru malah bikin spoiler. Akhirnya saya cuma kirim 6 pertanyaan tapi yang lulus sensor cuma 4 pertanyaan saja. Soalnya yang satu sudah jelas bikin spoiler dan satu pertanyaan lainnya tentang plot hole jadi penerbit tidak berani mengirimkan ke penulis.

Anyho.. ya nggak apa-apa sih, saya cukup senang karena jawaban dari Akiyoshi Rikako datang tepat waktu dan cukup memuaskan. Teman-teman pasti sudah baca rangkaian blog tour ini kan? Kalau gitu kalian pasti sudah cukup familiar dengan jalan ceritanya dari sneak peak dan review-review yang sudah kalian baca. So, here we go..


Me: Question asked by me (oky)
AR: Answers by Akiyoshi Rikako

Me: Kisah klub sastra dengan salon bergaya gothic yang sangat mewah dan luar biasa ini cukup menarik. Apa yang menginspirasi Anda untuk menceritakan kisah yang sangat kompleks mengenai lingkungan pergaulan diantara para anak perempuan SMA putri yang sarat dengan persaingan dan status sosial seperti yg dialami oleh Shiraisi Itsumi di Klub Sastranya?

AR: Senang sekali mendengar pendapat bahwa karya ini kuat di suasana gothic dan kemegahannya. Aku sendiri pernah bersekolah di sekolah Katholik waktu SMP. Aku selalu berharap suatu saat aku bisa meletakkan suasana sekolah di dalam sebuah karya. Adanya kapel dan patung Bunda Maria di halaman sekolah itu rasanya seperti terlepas dari keseharian normal. Perasaan terlepas dari keseharian yang normal itu aku kembangkan, lebih indah lagi, tapi sedikit kelam. Seperti itulah dunia di dalam karya ini.

Ditambah lagi, di sekolah putri itu tidak ada mata siswa putra untuk dipedulikan. Gadis-gadis jadi lebih memiliki perasaan bersaing, juga ingin lebih punya posisi dalam pergaulan hingga menciptakan hirarki tertentu.

Karena sudah susah payah menulis sekolah putri, aku jadi ingin sedikit membesar-besarkannya dan tokoh-tokohnya tentu saja harus unik.

Aku membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk menulis naskah ini.


Me: Saya mengagumi bagaimana Anda menambahkan detil-detil tentang arsitektur gothic mewah untuk salon yang dijadikan latar tempat novel ini. Juga berbagai jenis kue-kue barat secara mendetil, yang bahkan saya belum pernah dengar sebelumnya. Kemudian juga karya sastra dunia yang cukup banyak disebutkan disini. Melihat begitu kayanya detil dalam deskripsi di tiap naskah, berapa lama Anda melakukan riset datanya? Bisa tolong ceritakan bagaimana Anda melakukan riset untuk novel ini?

AR: Terima kasih sudah suka dengan salon sastra!! Aku menulis salon ini dengan sangat hati-hati, jadi aku senang sekali ada yang suka dengan salon sastra. Bahkan aku memasukkan suasana sebuah apartemen idamanku di dalamnya. Sungguh, aku ingin tinggal di apartemen seperti itu (hehe). Kudapan-kudapan, juga karya-karya sastra yang muncul di dalamnya... sebenarnya riset untuk itu sangat-sangat panjang. Mungkin membutuhkan waktu 2 bulan untuk menyelesaikan risetnya.

Untuk kudapan dan cemilan manisnya, aku banyak bertanya pada Ibu, karena beliau suka membuat cemilan. Untuk karya-karya sastra, aku sampai pergi ke perpustakaan, mencari, dan kemudian membacanya.


Me: Saya sering terpukau dengan betapa mewah dan grandiose sekali gaya hidup Itsumi. Mulai dari salon yang sangat mewah dan lengkap fasilitasnya. Lalu kue-kue pencuci mulut yang disajikan bertema eropa. Dan karya sastra yang dibahas pun kebanyakan kaya sastra dunia, bukan jepang. Kenapa memilih tema nya gothic dan kebarat-baratan? Kenapa nggak justru menceritakan yang khas adat jepang saja?

AR: Tentang karakter Itsumi, pokoknya aku ingin menulis tentang seorang gadis yang menonjol. Dan… kata grandiose sangat cocok untuk gadis ini! Sebuah kata yang manis!

Kenapa Eropa… hmmm… bagiku, untuk menunjukkan kesan grandiose itu, kesenian dan budaya Eropa sangat cocok. Chandelier, interior dan semua pernak-pernik dari Eropa sangat cocok, kan?

Tapi, tapi, tapi... tentu saja aku juga suka dengan budaya Jepang. Cerita Kominami Akane-chan lebih banyak membahas tentang Jepang.


Me: Menurut saya yang paling menarik adalah tokoh utama kita, yakni Shiraishi Itsumi. Namun yang membuat saya penasaran justru Sumikawa Sayuri. Andai saja cerita tentang Sumikawa Sayuri diperbanyak pasti akan lebih bagus lagi. Bagaimana membangun karakter tokoh Shiraishi Itsumi dan Sumikawa Sayuri? Dari mana Anda mendapat inspirasi untuk menciptakan karakter tokoh tersebut?

AR: Itsumi, Sayuri… mereka benar-benar karakter yang unik, ya?

Aku menulis Itsumi karena aku ingin tokoh utamaku seorang yang super cantik, punya kepribadian kuat dan berkarisma.

Di lain pihak, aku juga ingin menulis seorang tokoh utama yang lain yang punya kecantikan alami, terlihat suci dan polos.

Aku sangat suka kedua karakter ini.


Me: Apakah ada rencana untuk melanjutkan kisah Sumikawa Sayuri dengan pendekatan yang berbeda, kali ini dari sudut pandang orang ketiga misalnya?

AR: Wooooh! Bagus, nih! Girls in the Dark part 2! Aku sendiri juga penasaran apa yang terjadi pada Sayuri setelah itu. Mungkin, aku akan menulisnya. Seperti episode lain….



Wow, Akiyoshi Rikako sepertinya orang yang sangat menarik ya. Saya yakin hampir semua penulis seperti itu, memasukkan impian dan keinginnya ke dalam novel. Ya kayak salon super mewah ala eropa itu tuh. Saya kagum riset AR sampai membaca seluruh karya sastra dunia. Pantesan aja deskripsinya kaya akan detail. Ah, saya jadi nggak sabar untuk segera nulis review lengkap buku ini.

Terima kasih Akiyoshi Rikako-san dan Kak Andry dari Penerbit Haru yang telah memberikan saya kesempatan untuk bertanya langsung kepada penulisnya dalam rangkaian Blog Tour Girls in the Darks ini. Lain kali saya ingin bisa ikutan blog tour lagi supaya dapat banyak kesempatan seperti ini lagi :)





GIVEAWAY
(7 - 14 Juli)

Penerbit Haru menyediakan novel Seoulmate - Lia Indra Andriana dan sampul dari Emerald Green Label untuk dua orang pemenang. Ongkos kirim akan saya tanggung.

(novel Bi! dan sampul EGL, 
untuk GA di blog tour People Like Us)

Untuk mengikuti giveaway ini caranya gampang, saya tidak menyediakan rafflecopter seperti biasa, cukup ikuti petunjuk dibawah ini:

1. Follow twitter @penerbitharu dan @okeyzz
2. Tweet promo GA ini sebanyak mungkin, mention ke @penerbitharu dan @okeyzz
3. Giveaway berakhir pada tanggal 14 Juli, pengumuman pemenang tanggal 15 Juli 2014.
4. Jawab pertanyaan ini:

Pertanyaan: Karakter/kepribadian yang paling kalian kagumi itu seperti apa? Sebutkan juga alasanmu kenapa kamu suka dengan kepribadian seperti itu? Jelaskan dengan deskripsi sedetil mungkin ya :)

Jawab pertanyaan ini pada kolom komentar dengan format berikut

Nama:
Identitasmu: {email}/{twitter} *yang bisa segera dihubungi ketika kamu menang*
Jawaban:



*FINALE*
(7 Juni - 11 Juli)

Jangan sampai lupa, penerbit haru pun masih menyediakan kuis finale. Tuh kan, seru ya Blog Tour kita kali ini ^^

Hadiahnya:
1. Paket buku Haru
2. Pouch dari Emerald Green Label.
3. Tote Bag dari Emerald Green Label 

Gambar yang muncul di blog saya adalah gambar. 

Huruf akan dihapus tanggal 11 Juli 2014
Jadi buruan keliling blog tour sebelum terlambat!!

Ini nih cara ikutan kuis FINALE Girls in the Dark dari Penerbit Haru


  1. Kamu tinggal berkunjung ke setiap blog yang mengadakan blog tour dibawah ini 
  2. Di setiap akhir posting, kami akan menyediakan sebuah gambar yg merupakan bagian dri puzzle
  3. Simpan dan susun gambar acak yang ada pada setiap blog hingga terbentuk satu gambar utuh. 
  4. Rangkaian gambar tersebut di posting di wall fanpage (FB) Penerbit Haru dan tulis kesan-kesanmu terkait Blog Tour Girls in the Dark :)
  5. Info lebih lanjut tentang Blog Tour GitD ini bisa kamu cek disini.


Ini dia rangkaian blog yang tergabung dalam Blog Tour Girls in the Dark:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...