Senin, 03 September 2012

I'd Tell You I Love You, But Then I'd Have To Kill You

Judul: I'd Tell You I Love You, But Then I'd Have To Kill You: Aku Mau Saja Bilang Cinta, Tapi Setelah Itu Aku Harus Membunuhmu

Seri: Gallagher Girls #1
Penulis: Ally Carter
Penerjemah: Alexandria Karina
Penyunting: RC. Rully Larasati
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun: Agustus 2009
Hlm: 320
ISBN: 9789792248708
Harga: IDR 38000
Rated: 3,5/5
Sinopsis:
Gallagher Girls #1:
Cammie Morgan mungkin cewek genius, menguasai empat belas bahasa, jago mengurai kode rahasia tingkat tinggi, dan merupakan "harta" berharga CIA. Kadang ia bahkan merasa dirinya bisa menghilang. Untungnya, di Akademi Gallagher hal itu dianggap keren. Jelas saja, karena Akademi Gallagher sebenarnya sekolah mata-mata top secret.

Tapi soal cowok, Cammie benar-benar idiot. Ia nggak berkutik waktu Josh yang superkeren terang-terangan menatapnya di karnaval kota Roseville. Padahal saat itu Cammie sedang menjalankan misi Operasi Rahasia-nya yang pertama, padahal teman-teman sekelasnya pun nggak bisa melihat keberadaannya.

Siapa cowok itu? Haruskah ia memeriksa sidik jari Josh, mengintai dan menyamar, mengerahkan kemampuan mata-matanya untuk menyelidiki cowok itu? Meskipun tahu Gallagher Girls nggak boleh berhubungan dengan cowok-cowok lokal di Roseville, Cammie sepertinya nggak bisa menolak daya tarik Josh, karena satu fakta penting ini: Josh melihatnya saat nggak seorang pun bisa melihatnya.



Cammie Morgan, 16 tahun, bersekolah di Akademi Gallagher untuk Wanita Muda Berbakat. Guru-gurunya adalah mantan agen CIA veteran. Para muridnya juga bukan siswa biasa.

Secara teknis, mereka gadis-gadis genius yang diamati pemerintah dan di sekolahkan di Akademi Gallagher. Setiap murid bisa empat belas bahasa, mengerjakan tugas Kimia setingkat PhD, dan menguasai berbagai macam beladiri. Selain itu mereka ahli melukai dan melumpuhkan musuh hanya dengan otak dan tangan kosong.

Yah, pokoknya jenis gadis-gadis seperti itu. Keren kan?

Kecuali kau punya izin Level Empat atau lebih tinggi, nggak mungkin kalian tahu bahwa Akademi Gallagher sebenarnya sekolah untuk calon mata-mata. Gedung sekolahnya adalah sebuah mansion berusia lebih dari seratus tahun.

Penduduk Roseville, Virginia, berasumsi sekolah mereka hanyalah sekolah asrama untuk para pewaris kekayaan yang bosan dan nggak bisa sekolah di tempat lain. Apalagi setiap tahun ajaran baru barisan limusin antri membawa para muridnya. Yang jelas, nggak akan ada yang mengira kalau mereka sebenarnya calon mata-mata.

Omong-omong, Cammie ini termasuk murid keren di sekolahnya lho. Keren di Akademi Gallagher kalau kau bisa memata-matai orang tanpa menarik perhatian. Meskipun Cammie gadis yang jenius dan keren, ia masih polos banget kalau soal cowok. Apalagi pas dia ketemu Josh. Bersama sahabatnya, Liz dan Bex, ia segera memata-matai cowok itu secara diam-diam sambil berupaya untuk merahasiakan identitasnya.

I’d Tell You I Love You, But Then I’d Have to Kill YouAku Mau Saja Bilang Cinta, Tapi Setelah Itu Aku Harus Membunuhmu

Judul diatas itu judul terpanjang sebuah novel yang pernah saya baca. Tapi yang menarik itu adalah topik yang diangkat: Mata-mata, sekolah, top secret. I’m crazy about those thing. Meskipun masuk genre YA dan konfliknya nggak berat-berat amat, tapi buku ini lumayan seru juga.  

Ally Carter pinter nih bikin plot-linenya; sekolah top secret untuk melatih calon mata-mata, murid-muridnya gadis muda jenius yang direkrut dari seluruh dunia, contohnya Liz. Bahkan sebagian besar murid memang berasal dari keluarga mata-mata, seperti Bex dan Cammie yang kedua orang tuanya mata-mata. 

Trus risetnya juga lumayan ya buat jenis YA begini, macam J.K.R yang repot-repot bikin seluruh dunia sihir dan Hogwartsnya, Ally Carter juga melakukan hal yang sama dengan Akademi Gallaghernya. Walaupun idenya nggak orisinil banget (yah, dengan banyaknya buku dan film bertema spionase dimana-mana; Mission Impossible, Bourne, dll) tapi tetep aja deskripsi tentang spionase knowledge-nya kaya akan detil hasil dari riset.

Selain itu nggak ada kritik buat penerjemahan. It's perfect. I just love it. Humornya tersampaikan. Hampir nggak ada typo. It's beautifully written. Eksekusi cerita juga menarik, ditambah gaya bahasa yang asik. It’s been one of my fave book-I-desperately-want-to-see-become-a movie, ever. 

Saya nggak tahu kenapa butuh waktu empat tahun untuk ngereview buku ini. Mungkin karena setiap kali baca ulang, I’ve become enggrossed and didn’t want it end, then I kept reading it and then reading the next volume, and so on, I forgot to write it down.

PS: I'm in love with the cover.



PS: and here's the Gramedia's cover for the series 


My review of the series:
Gallagher Girls #2 : Cross My Heart and Hope to Spy
Gallagher Girls #3 : Don't Judge a Girl by Her Cover
Gallagher Girls #4 : Only the Good Spy Young
Gallagher Girls #5 : Out of Sight, Out of Time

18 komentar:

  1. huahhaha judulnya panjang banget, sering nemuin buku ini di rental cuman masih males bacanya, covernya keren palinh suka yg kedua, cover dr gramedia juga keren, konsisten

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga paling suka sama cover buku yg kedua itu :D

      Hapus
  2. judulnya ky judul lagu ya :)

    BalasHapus
  3. haaa..empat tahun ky?
    supeeeer :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah.. hehe. Ga tau kenapa nih pake lama. Kalo awal dulu ngereview, pasti nilainya ga bakal setinggi skg :P

      Hapus
  4. konfliknya cuman mata-matai cowok inceran, Ky? Btw, kupikir buku ini cuman sampe seri 4, yang 5 belum diterjemahin ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, masih blm seru memang. Soalnya dia masih latihan mata2in orang. Dan Josh jadi obyek latihannya dia

      Mulai buku selanjutnya ituh beneran ada operasi rahasia :D

      Hapus
    2. Sorry kelupaan. Yg kelima belum nih..

      Hapus
  5. ini belum ada boxset-nya ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum ada mba Desty. Mungkin nunggu tamat dulu :P

      Hapus
  6. Aku cuma baca ini nih, ga baca terusannya. Bingung soalnya bacanya, agak-agak ga nyambung sama adegan2 mata2nya. hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hiihi.. iya soalnya dia masih latihan. Kebetulan aku bacanya langsung buku 1-2 jadi lebih jelas arahnya kemana :)

      Hapus
  7. haha.. novel paling keren yang pernah kubaca!!

    BalasHapus
  8. aku suka judul novel ini,. karena genrenya adventure, terus aku baca ringkasannya, bener2 wuiih, topcer, sepertinya ini masuk list buku yg bakalan aku beli. thanks utk reviewnya mba

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...