Selasa, 05 Maret 2013

Kekasih

Judul: Kekasih
Penulis: Duet Gagas; Arini Putri & Yudhita Hardini
Penerbit: GagasMedia
Tahun: February 2013
Hlm: 300
ISBN: 9789797805753
Rated: 3/5
Sinopsis
KEKASIH:   
Aku selalu percaya, ada cukup cinta untuk semua orang. Dan aku akan bertemu dengan cinta yang menjadi takdirku itu suatu hari nanti.

Tapi aku tak pernah menyangka, kaulah yang kutemukan di tengah perjalanan hidupku ini.
Datang seperti sebuah kejutan, menyelinap masuk pintu hati, dan mencuri cintaku tanpa permisi.

Sesederhana itu kau memenangi hatiku.
Sesederhana itu pula aku kemudian memutuskan untuk menyebutmu milikku.
Kekasihku.

Ini pertama kalinya saya baca duet gagas. Awalnya saya pikir novel ini akan menjadi satu kesatuan cerita semacam Oppa & I by Orizuka dan Lia Indra Adriana. Tapi rupanya ada dua novella yang terbagi dalam masing-masing fairytale, dongeng cinderella yang dialami si adik dan kemudian si kakak. Masing-masing berbeda dan kedua tokoh ini sama sekali tidak bersimpangan jalan, murni kisah yang berdiri sendiri. Keterlibatan masing-masing pihak yang menunjukkan bahwa mereka adik kakak hanya sekedar di mention lah istilahnya. Disebut sekilas saja..

The First Fairytale by Arini Putri
Meskipun saya sering lihat novel AP di rak toko buku, sayang sekali saya belum pernah baca satupun karyanya. So, this is the first time I read her writing. Kisahnya tentang Kyra anak kuliahan yang dreamy, polos, kekanak-kanakan, tipe cewek manis banget. Sahabatnya si Raina ngebet banget nyomblangin Kyra dengan teman cowok kenalannya. 

What can I say, the story is so teenlit. Jadi si Kyra ini practically still a newbie on dating things. Dia belum pernah sekalipun berpacaran dalam 20 tahun hidupnya dan masih polos banget. Jadi selama separuh novella Arini Putri adegannya cuma Raina nyomblangin Kyra berkali-kali, pake acara tipu-tipu dikit macam nyamain jadwal dan tiba-tiba si cowok ikutan acara kumpul mereka atau apalah.

It's kinda boring in the first half part. Still boring until finally (after half the first fairytale novella) si Kyra berani mengambil keputusan yang sejujurnya sangat out of character. Kyra yang kalem, lemah lembut dan sangat submissive tiba-tiba saja jadi berani ngungkapin pendapat dan ambil resiko. Akhirnya dari situ sampai ending, ceritanya lumayan oke. 

Nothing's wrong with her writing style, hanya menurut saya sangat disayangkan eksekusi plotnya (terutama yang di awal-awal itu) agak 'kurang' greget. But overall, lumayan lah. Pesan moral yang saya dapatkan adalah kejar apa yang kamu mau sepenuh hati, nggak usah gengsi, nggak peduli apakah tindakanmu sangat out of character as long as he is (or something) worth your effort.


The Last Fairytale by Yudhita Hardini
This is the second novel of Yudhita Hardini I read after Orang Ketiga. I can say it is my favorite novella. Cara penulisannya mirip metropop, hell it can easily pass as a metropop. Mungkin karena targetnya adalah pembaca perempuan 20s-30s ya secara tokohnya juga berusia 30 tahun. Anyway, saya suka novella ini. Nuansanya fun, humornya mirip Antologi Rasa by Ika Natassa.

Ceritanya tentang Naira dan Kama yang sudah bersahabat selama 10 tahun. Selama itu pula Naira memendam rasa *tsah* sayangnya Naira lebih memilih jadi sahabat karena takut kehilangan Kama. Naira berbeda 180 derajat dari Kyra yang reserved dan kalem. Saya lebih suka tipe Naira yang open dan jago adlib ini. Sedangkan si Kama ini cowok tampan yang sayangnya sangat sadar bahwa dirinya ganteng and good at everything. 

Hubungan kedua sahabat ini sangat menyenangkan dan nyaman dengan satu sama lain. Kelihatan dari interaksi keduanya yang akrab dan joke-jokenya yang way beyond dating terms. Maksudnya orang pacaran pun belum tentu bisa saling melempar joke senyaman mereka berdua. I just think that her unrequited love is so wasted. Kemana aja sih selama 10 tahun ini? Come oooon. Why won't you just told him that you love him all these years? Too bad.

Saya suka bagaimana Yudhita Hardini mengeksekusi adegan-adegannya. Dalam beberapa adegan ada flashback tentang tahun-tahun ketika Naira-Kama masih jadi anak kuliahan di Sydney, tahun pertama mereka bertemu, tahun kedua mereka bersahabat, sampai tahun ketiga mereka disana. Peralihan adegan masa lalu pun halus. Bahkan di beberapa bagian akhir novella akhirnya kita juga bisa membaca kenangan persahabatan mereka dari sudut pandang Kama. Aw, I like it. I must say that Kama is my favourite Prince in Kekasih.

Mungkin karena saya sudah lewat fase teenlit kali ya jadi saya lebih suka novella kedua dibandingkan yang pertama. I begin to hope Yudhita Hardini is planning to write Kama's story in another novel. Just for Kama and her girl. I'm looking foward to her next project.


If not for the boring part in the first fairytale I would love to add more stars for Duet Gagas. Anyway keduanya sama-sama mengambil adaptasi dongeng Cinderella meskipun unsur dongengnya hanya dikit. Saya sendiri juga nggak berharap kalau bakalan sama plek dengan plot dongeng, menurut saya plot pilihan mereka untuk nggak mengadaptasi mentah-mentah dongeng ini sudah tepat.


PS: Thanks for Yudhesti Wahyu and YH for giving me a chance to read this awesome DuetGagas,

10 komentar:

  1. Aku udah lama gak baca Gagasduet. Masih rada kecewa sama Kala Kali. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini yang oke cuma cdrita keduanya IMO.. aku masih penasaran sama GagasDuetnya Christian Simamora dan Orizuka. Secara aku penggemar mereka pasti tulisannya ga mengecewakan *berharap*

      Hapus
    2. With You? Itu bagus, mba! Kedua cerita sama bagusnya meskipun Christian Simamora lebih ke metropop dan Orizuka.... err, lebih 'halus'. :p

      Hapus
    3. Iya yg With You, dari dulu blm kesampaian baca itu. Nyari pinjeman dulu aaah~

      Haha, kalo CS emang gitu sih yaa, tapi aku suka :P

      Hapus
  2. kayaknya novel2 gagas lagi heboh ya, update terus (banyak terbit belakangan)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya banget, mana covernya bagus banget bikin ngiler. Tapi kebanyakan covernya menipu~ T.T

      Hapus
  3. ak pinjemmmmmmmmmmm, ki ^^

    BalasHapus
  4. Aku baru baca beberapa buku Gagas Duet, dan so far cukup puas walau bentuknya novella. Tapi, ya kadang gitu, ada yang satunya suka, yang lainnya kurang. Ada yang satunya eksplisit, yang lain malah lebih manis. Kurang lebihnya sama-sama ada di Gagas Duet semacam itu, tapi kalau dirata-ratakan nggak terlalu mengecewakan sih :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, mungkin memang disengaja oleh para editornya biar seimbang kali yaa hihi.

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...