Sabtu, 06 April 2013

Satu Masa di Cielo

Judul: Satu Masa di Cielo: the chocolate series
Penulis: Nugraha Sugiarta
Penyunting: Sandria Komalasari & Sundea
Penerbit: Denu Publishing
Tahun: February 2012
Hal: 119
Beli di: Dongeng Denu [disini]
Rated: 3/5
Sinopsis:
the chocolate series:   
Dari kelahiranku yang sederhana, aku kemudian mengembara menyusuri berdepa-depa kehidupan. Pada pengembaraanku itu lahir beribu-ribu cerita.

Aku tidak pernah meminta apalagi memaksa untuk menjadi inti dari segala perjalanan yang mereka telusuri. Manusia-manusia itu dengan kesadaran penuh memilihku. Sebagian menggugat, sedang sebagian lainnya menganggapku bagian dari romantika penggalang terang dalam persilangan garis-garis yang telah sedemikian hebat menjerat gurat hidupnya.

Aku lalu mengayun. Melangkah setengah berlari menemui pagi cerahmu, bertahan di sengat siangmu, mampir ke dalam petualangan mimpimu. Perkenankanlah aku memperkenalkan diri. Namaku cokelat...

Kumpulan Cerpen tentang cokelat ini dibagi menjadi dua bagian; Inside dan Outside. Masing-masing bagian terdiri dari 5 cerpen, nah selamat ngiler cokelat bersama 10 cerpen dari Nugraha Sugiarta. Mau tahu kisah cokelat ini seperti apa?

Di cafe Cielo menu yang paling mainstream dipesan oleh pelanggan adalah cokelat panas. Hal itu bikin si pelayan naif (yang sampai sekarang nggak ketahuan siapa namanya) jadi gemes. Menurutnya masih banyak menu asing lain yang nggak kalah enak dna unik seperti cinnamon hot chocolate, chocolate covered cherry chooters, thick chocolate shake, dll. Tapi kenapa mereka selalu pesan hot chocolate sih??

Tentu saja ia terus menggerutu soal diskriminasi pesanan terhadap menu lainnya sepanjang hari selama ia bekerja. Beda dengan si Pardi, pelayan lainnya yang sangat mencintai cokelat seringkali tak sabar untuk bertemu cokelat lagi, kangen katanya. Perbedaan ini kemudian mulai menimbulkan pertanyaan tentang apakah si pelayan naif benar-benar mencintai cokelat? —dalam Satu Masa di Cielo, Inside.

Wulan lebih suka dipanggil Ratna, seperti nama neneknya. Ia tidak ingin menjadi bulan, ia ingin menjadi kuat dan teduh seperti Ratna. Dalam ketidaksempurnaannya, Ratna benar-benar ingin berdiri dengan kekuatannya sendiri meskipun dengan segala keterbatasan yang ia miliki. Ratna berjuang mewujudkannya, mampukah ia?
—dalam The Beginning of Cielo, Inside.


Dalam bagian Inside, Nugraha Sugiarta menceritakan sepenggal kejadian yang terjadi di seputar cafe Cielo. Mulai dari si pelayan naif yang sangat bersemangat bekerja disana, dan Pardi yang passion dan kecintaannya akan coklat sudah tidka perlu diragukan, Bu Ratna pemilik Cielo, dan kisah anak penderita alergi cokelat yang akhirnya berdamai dengan coklat di Cielo. Seluruh penggalan kejadian dari tokoh yang berbeda-beda ini dijalin dengan oleh coklat di cafe Cielo.

Namun saya lebih menyukai cerpen-cerpen yang terdapat di bagian Outside. Meskipun terkesan tercerai berai karena unsur coklatnya lumayan dikit dibandingkan bagian Inside. Saya suka dimana bagian Outside terasa lebih real dan hidup karena mengangkat masalah-masalah sederhana yang familiar dengan keseharian kita semua. Selain itu terasa banget pesan moralnya.

Salah satunya adalah cerita favorit saya dimana Kasmin, buruh pabrik coklat yang saking sayangnya dengan Linar (anak kecil tetangga) ia sampai nekat mencuri sekotak coklat untuk dibelikan tas yang diidamkan Linar. Ironisnya dia langsung tertangkap dan dipecat. Well, Kasmin memang salah tapi niatnya baik. Pada dasarnya Kasmin orang baik. Meskipun hidupnya jadi susah, hingga akhir Kasmin tidak sepenuhnya menyesal.. at least he had tried to give her a present. dalam Dua Ratus Sepuluh Ribu, Outside.

Saya suka sekali dengan ilustrasi yang ada di setiap bab. It's fun and cute. Meskipun dalam beberapa cerpen ada tokoh yang diungkapkan tanpa nama sempat bikin saya menduga-duga ini tokoh cewek apa cowok ya? Lalu ada juga cerpen tanpa nama tapi ganti POV antara tokoh cowok dan ceweknya yang sukses bikin saya sampai baca dua kali baru agak ngeh dengan plotnya. 

Well, terlepas dari semua itu I think it's well written. Bahkan saya menyukai kejutan di cerpen terakhir, karena Nugraha Sugiarta menulis cerpen dari sudut pandang.. cokelat! Haha, entah kenapa cerpen itu paling humoris menurut saya. Yang jelas sepanjang membaca cerpen-cerpen di Satu Masa di Cielo ini saya sukses dibuat ngiler dan pengen ganyang coklat. Mulai dari coklat batangan, coklat panas, sampai cake coklat *ngiler*

Kumpulan cerpen ini self publishing lho, jadi kalau pengen menikmati coklat-coklat di Satu Masa di Cielo ini langsung aja mampir ke Dongeng Denu untuk pemesanan.

7 komentar:

  1. wah sudut pandangnya menarik ya

    BalasHapus
  2. Lah aku jadi penasaran sama buku ini karena katanya ada POV si coklat. Twist juga tuh :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oky @ Kumpulan Sinopsis8 April 2013 07.58

      Nggak se-twisted itu sih sebenernya, hehe. Cuma satu cerpen aja yg pake sudut pandang coklat, mba :D

      Hapus
  3. Sampulnya keren,nih warna-warni
    aku tertarik baca review ini dari judul bukunya,habis aku salah satu dari miliaran chocoholic,hehehehe :D
    reviewnya aku suka,soalnya diceritain dengan rapi dan menarik dengan gaya bahasa yg cukup santai
    nggak kepanjangan dan nggak detil banget,jadi nggak males buat baca
    sayangnya saya agak kecewa dengan sinopsis The Beginning of Cielo bertokoh Wulan itu karna kakak menceritakannya terlalu sedikit dan pakai ada kalimat tanyanya,biasanya kan kalimat tanya ini untuk sinopsis belakang buku supaya pembeli tertarik membeli buku itu
    saya juga agak terganggu dengan typo yg seharusnya "dan" jadi "dna" dan "tidak" jadi "tidka"
    tapi untung typonya cuma dua,jadi nggak terlalu ganggu :)
    hanya itu kekurangan dari review kakak yg menarik saya ini,saran saya supaya selanjutnya kakak menulis sinopsis dengan lebih rinci dan teliti edit typo sebelum publish :)
    ini pendapat aku pribadi habis baca review kakak ini,maaf sekali kalau ada yg menyakiti ato kurang berkenan

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...