Sabtu, 28 September 2013

Enigma

Judul: ENIGMA
Penulis: Yudhi Herwibowo
Penyunting: Anin Patrajuangga
Penerbit: Penerbit Grasindo
Hlm: 224
Tahun: September 2013
ISBN: 9786022511922
Harga: IDR 49000
Rated: 3/5
Sinopsis:

ENIGMA:   
Kisah ini memang tentang mereka berlima...
Dan satu di antara mereka,
menyimpan rahasia yang menakutkan...
...ia dapat melihat jalan hidup yang lainnya!

Kelimanya kerap duduk bersama di bawah sebuah pohon besar yang ada di sebuah warung lotek di dekat Kanisius, Yogyakarta. Tanpa pernah saling mengetahui, ternyata mereka menyimpan rahasia masing-masing.

Hasha adalah seorang penulis yang lebih banyak diam. Ia suka bicara pada lilin-lilin dalam temaram. Saat kuliah ia sebenarnya memendam perasaannya pada Isara.

Isara, perempuan satu-satunya semenjak Kurani pindah. Ia seperti membalas perasaan Hasha. Namun sebelum sempat ia mengungkapkannya, ia tiba-tiba menjauh dari laki-laki itu. Setelah lulus, ia bahkan memilih menikah dengan Patta.

Patta, merupakan laki-laki ideal bagi semua perempuan. Pintar, menarik dan berkarier cemerlang. Sepanjang hidupnya, ia hanya pernah mencintai satu orang perempuan, Isara.

Chang, atau Indiray, merupakan sosok yang ingin menghapus masa lalunya. Ia telah menemukan sebuah tempat yang selama ini dicarinya. Namun ia selalu teringat pada sahabat-sahabat masa lalunya, terutama Hasha.

Goza, sosok yang selalu dapat mencairkan suasana dengan joke-joke-nya. Namun sebenarnya merupakan bedebah di antara kelimanya. Kelak ia memilih jalan paling mengerikan: menjadi pembunuh bayaran.



Saya sangat tertarik dengan ide cerita salah satu dari lima orang sahabat bisa melihat masa depan yang lainnya. Saya sedih melihat kelima kawan akrab ini masing-masing menghilang tanpa kabar setelah berpisah jalan. Nasib memisahkan jalinan pertemanan mereka yang indah begitu saja. Semua karena pilihan. They've became apart by choice, that was what made me sad.

Dalam Enigma, Yudhi Herwibowo membawa kita berkeliling Jogja dan Solo. Kali ini saya merasa terlibat dalam latar tempatnya karena saya tinggal di Jogja dan akrab dengan tempat-tempat yang disebutkan. Apalagi deskripsi latar tempat sangat mendetail. Jadi penasaran warung lotek itu beneran ada apa enggak. Kalau ada sih saya mau mampir.. hehe.

Di setiap awal bab ada prolog kisah sepasang kakak beradik yang sedang bermain-main dan berpetualang. Awalnya saya nggak ngeh ini kisahnya siapa. Sempat saya abaikan karena nggak ada sangkut pautnya sama kisah utama. Tapi makin ke belakang saya makin merinding karena kok kisah kakak beradik ini serem sih.. dan barulah saya tahu kalau ini kisah masa kecil salah satu dari lima sahabat di Enigma.

Meskipun kelima karakter mendapatkan porsi sama besar, entah kenapa selain Goza, pengkarakterisasian yang lainnya kurang kuat. Saya sedikit susah untuk membedakan satu sama lainnya namun seiring berjalannya waktu jadi lebih mudah mengingat ini siapa itu siapa dari latar tempat. Kecuali Goza, begitu deskripsi tentang Goza di awal paragraf saya baca, saya segera tahu siapa yang sedang berbicara tanpa harus melihat namanya. Seru banget si Goza ini, agak kurang ajar juga karakternya.

“Dalam hati aku kembali tersenyum. Seks hanyalah masalah kecil saja. Tak usah terlalu dipikirkan. Soekarno saja pernah berselingkuh dengan Inggit Ganarsih yang kala itu masih merupakan istri orang. Ia juga berselingkuh dengan Fatmawati saat masih bersama Inggit. John F. Kennedy, Bill Clinton, semua berselingkuh. Tapi semuanya tetap menjadi orang besar!

Seks cuma perkara kecil!”- Goza p.79

Seakan-akan itu bisa jadi pembenaran semua kelakuannya. Tapi kalau dipikir-pikir benar juga lho, mereka tetap menjadi orang besar. Haha. Dasar Goza.

Oh ya, dalam novel Enigma, penulis Yudhi Herwibowo sempat menyelipkan trivia dari karya-karya sebelumnya. 

Contohnya dari sudut pandang Goza

Saat aku selesai membaca novel Pandaya Srwiwijaya, aku akan menyebut diriku Samudra, seperti nama tokoh utama di novel itu, Tunggasamudra. p.22

dari sudut pandang Patta

Ada sebuah kafe yang unik di daerah Soedirman. Namanya Cafe Untung Surapati. p.65

Haha.. boleh juga sebagai ajang promosi novel-novel beliau sebelumnya. Anyway, buku ini lumayan creepy menurut selera saya yang cupu. Saya memang penakut. Padahal disini sebenarnya nggak ada setannya lho, cuma saya merasa ada aura mistis yang misterius sepanjang membaca novel Enigma. Mas Yudhi emang paling bisa membangun suasana semacam ini.

Selain itu jalinan kisah mereka yang berkesinambungan menambah nilai plus buku bergenre thriller ini. Rahasia terkuak perlahan-lahan. Akhirnya saya hanya bisa ter-oooh begitu ya ternyata menjelang akhir cerita, haha I'm so clueless. Kalau kalian suka thriller ringan, then you should read this book. Saya menikmati setiap detiknya, it was a pleasant read.


PS: Terima kasih sudah menyuguhkan cerita thriller yang lumayan creepy dalam Enigma ini, Mas Yudhi :)

7 komentar:

  1. *buru-buru dicatat* sepertinya harus dibaca nih ^^

    BalasHapus
  2. wah~ must read nih kayaknya. jarang jarang ada genre thriller. :)

    BalasHapus
  3. Covernya unik, bahasanya misterius, ceritanya awesome... sejenis thriller, mystery, atau horror?

    BalasHapus
  4. Aku belum pernah baca buku ini ternyata bergenre thriller ya... jd penasaran...

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...