Jumat, 06 Desember 2013

CoupL(ov)e

Judul: CoupL(ov)e
Penulis: Rhein Fathia
Penyunting: Noni Rosliyani
Penerbit: Bentang Pustaka
Hlm: 396
Tahun: Februari 2013

ISBN: 9786027888128
Harga: IDR 64000
Rated: 4/5
Sinopsis:
CoupL(ov)e:   
Kau tahu, kenapa orang menikah selalu mendapat ucapan “Selamat Menempuh Hidup Baru”?
Karena mereka harus meninggalkan orang-orang yang pernah mereka cintai di masa lalu.

***

Perjanjian konyol itu merusak semua cita dan anganku.
Sungguh, tak pernah aku bermimpi akan bersanding denganmu di pelaminan.
Ditambah lagi menghabiskan hidup hingga tua bersamamu.

Bagiku, kau tidak lebih dari sekadar sahabat yang sangat baik,
yang setia menjadi pendengar kisah suka dukaku,
yang punya bahu kuat untuk kusandarkan kepalaku dengan mata sembab karena tangis,
dan yang selalu menjadi penyemangat untukku jalani hidup.

Haruskah aku seorang Halya menyerah pada fakta?
Seperti katamu, sahabatku Raka .... Komitmen itu seharusnya dipertahankan, bukan dilepaskan.
Tapi yakinkah juga dirimu, kita akan sanggup bertahan?

Bandung, 1999

"Atau, kalau sampai umur kita tiga puluh dan masih sama-sama single, aku ngelamar kamu aja."

"Iiihh ... masak kamu doain kita nggak laku sampai umur tiga puluh. Kalau kamu mungkin iya. Kuper, sih," ucap Halya sadis.

Tapi kejadian beneran dong sepasang sahabat ini akhirnya menikah juga atas dasar nyaman semata. Setelah memasuki pernikahan status mereka juga tidak berubah, tidak pernah naik tingkat dari level sahabat. That just sounds wrong. Kok sedih ya? Kayaknya hambar gitu.. 

Mainstream ya? 

Katanya nggak mungkin ada hubungan persahabatan yang murni diantara pria dan wanita, tapi buktinya si Raka dan Halya ini beneran ada. Ya, mungkin memang ada juga kasus lain. Menarik sekali cara Rhein Fathia menuturkan kisah klise ini.

Yang bikin sedih itu karena dalam pernikahan mereka, masing-masing membawa masa lalunya. Padahal mereka sepakat di awal pernikahan bahwa love and relationship is work. Baik Raka maupun Halya memiliki toleransi tinggi untuk membiarkan sahabatnya tenggelam di masa lalu. Kedatangan Rina, masa lalu Raka, dalam rumah tangga mereka yang akhirnya mulai menggoyahkan komitmen mereka.

"I'm still happy as your best friend, Ka. Aku nyaman menikah denganmu." Dia bersandar dan merebahkan kepalanya di bahu Raka. Aku pun mulai nyaman menjadi istrimu.

"So do I." Raka merangkul bahu istrinya lembut. Hanya teman baik, Al?

Setelah membaca blurb di sinopsis belakang cover saya sejak awal berasumsi bahwa gaya bahasa buku ini pasti bakalan puitis menye-menye. I was wrong. Nggak ada menye-menyenya sama sekali. Malah cenderung lugas dan sederhana, jadi enak sekali diikuti. Salutnya lagi, dengan alur yang maju mundur, penulis sukses merangkainya dengan sangat rapi sehingga saya keseret aja terbawa alur saking halusnya perpindahan alur maju dan mundur. Cool~

Buku ini mengajak saya jatuh cinta. Jatuh cinta pada sosok dan pilihan yang ia buat. Pada setiap perasaan yang dipendam tanpa sempat dinyatakan. Pada perilaku yang ditunjukkan untuk membuktikan sayang dan perhatian. Karena dalam pernikahan mereka, keduanya masih memposisikan sebagai teman. Their act of love are being taken for granted, those make them want to be seen as a lover, not as a friend anymore.

Saya hanya nggak suka sama Raka yang, bisa dibilang, selingkuh secara terang-terangan di depan Halya. Dan Halya nya juga menoleransi gitu aja perlakuan suaminya. That was just so wrong~ Selain itu, meskipun ceritanya dituturkan dengan ringan tapi saya bisa nangkap pesannya yang lumayan mendalam. I think you all will learn something from Raka and Halya. Karena kita semua menjadi dewasa dari usaha dan pengalaman.

Biasanya saya tidak suka dengan kisah problematik pernikahan, married people, maupun perceraian. Mungkin karena saya belum siap, belum terpikirkan, jadi semua itu bukan concern saya saat ini. Tapi entah bagaimana Rhein sukses membuat saya menyukai buku ini. Salut untuk penulisnya, apalagi karena dia sendiri belum menikah. It felt real, hurt, and sweet at the same time. Banyak sekali yang ingin saya bahas tapi pada akhirnya hanya sedikit yang bisa saya tulis disini.

12 komentar:

  1. hehe aku suka banget sama novel ini sampe dulu nodong pengarangnya langsung buat diinterview dan ngasih buku gratis buat giveaway. Novelnya termasuk tebel tapi dibacanya enak trus karakternya juga detail. .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga sukaaaa tapi saking bingungnya mau nulis review jadinya malah review pendek gini haha..

      Hapus
  2. aku sudah baca donk ky buku ini dari bulan mei kemaren hhehehhehehe :D
    oky telat nii :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya niih telaaat.. Aku mau beli buku ini dari dulu masih blm jodoh haha

      Hapus
  3. And friends make better lovers, coz they look you in the eye~
    #singing Heavy Like Sunday - Leona Naess X)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha... cocok banget liriknya sama novel ini :D

      Hapus
  4. Tapi sih... menurut faktanya, pernikahan yang berawal dari persahabatan itu bakal lebih langgeng. Mungkin... Baru ngeh sama ceritanya semenjak waktu itu sok tau sama bukunya xD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masuk akal, karena untuk jadi sahabat berarti dua orang sudah punya kesamaan2 tertentu yg membuat mereka kompatible satu sama lain.

      Hapus
  5. Pas bukunya baru keluar, tahun kemaren, saya rasanya menggebu-gebu sekali pengen baca novelnya. Giliran baca review sana-sini (Goodreads dan review blogger), eh..lama-lama surut deh keinginan bacanya. I wish someone would give me someday. Hahaha. :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Loh, kenapa jadi surut? Menurutku buku ini bagus lho.. wkwk, ikutan GAnya ajah :D

      Hapus
  6. Saya belum pernah baca novel Coupl(ov)e. Tapi sering baca reviewnya, kayaknya banyak yang suka. Sharing, dong, mbak. Buku bagus menurut versimu itu yang seperti apa?

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...