Senin, 06 Januari 2014

Marriageable

Judul: Marriageable: Gue mau nikah asal...
Penulis: Riri Sardjono
Penyunting: Windy Ariestanty
Penerbit: Gagas Media
Tahun: 2013 (first published 2006)
Hlm: 368
ISBN: 9789797806514
Harga: IDR 49000
Rating: 4/5
Sinopsis:


Cheer Boy:   
Namaku Flory. Usia mendekati tiga puluh dua. Status? Tentu saja single! Karena itu Mamz memutuskan mencarikan Datuk Maringgi abad modern untukku.

"Kenapa, sih, gue jadi nggak normal cuma gara-gara gue belom kawin?!"

"Karena elo punya kantong rahim, Darling,” jawab Dina kalem. “Kantong rahim sama kayak susu Ultra. Mereka punya expired date."

"Yeah," sahutku sinis. "Sementara sperma kayak wine. Masih berlaku untuk jangka waktu yang lama."

Mamz pikir aku belum menikah karena nasibku yang buruk. Dan kalau beliau tidak segera bertindak, maka nasibku akan semakin memburuk. Tapi Mamz lupa bertanya apa alasanku hingga belum tergerak untuk melangkah ke arah sana.

Alasanku simple. Karena Mamz dan Papz bukan pasangan Huxtable. Mungkin jauh di dalam hatinya, mereka menyesali keputusannya untuk menikah. Atau paling tidak, menyesali pilihannya. Seperti Dina, sahabatku.

"Kenapa sih elo bisa kawin sama laki?!"

Dina tergelak mendengarnya. "Hormon, Darling! Kadang-kadang kerja hormon kayak telegram. Salah ketik waktu ngirim sinyal ke otak. Mestinya horny, dia ngetik cinta!"

See??

"Oh my God!" desah Kika ngeri. "Pernikahan adalah waktu yang terlalu lama untuk cinta!"

Yup!

That’s my reason, Darling!

REVIEW:

Buku ini berhasil saya cerna dalam sekali duduk. Ngawur, sumpah ngawur semua dialog disini. Pada ceplas-ceplos nyinyir nggak dipikir dulu, tapi disatu sisi lumayan rasional. Sarkastik, tapi masuk akal. Haha, nggak bisa berhenti ngakak. Saya kadang merasa mereka ini mulutnya pada ngawur karena pengen menyembunyikan masalah masing-masing dengan tawa. Pasti mereka kesepian sekali ya.

Ah, saya sampai bingung harus mulai mereview dari mana saking kadang speechless baca dialog yang ditulis Riri Sardjono ini. Yang jelas, ceritanya si Flory yang sudah masuk usia 32 dijodohkan sama Mamanya dengan Datuk Maringgi yang nggak jelek-jelek amat. Akhirnya karena tekanan Mamz, dan entah apa, si Flo pun mau menikah dengan Vadin. Alasannya, hanya karena atas dasar nyaman.

Jadi, menikahlah mereka. Tinggal serumah tapi tidur di kamar yang berbeda. Flo belum mau melakukan hubungan seksual karena dia nggak mencintai suaminya, bahkan Flo nggak mau punya anak. Vadin pun terima-terima saja. Sampai suatu saat, Flo cemburu dengan kehadiran Nadya, mantan Vadin yang super seksi. Dimulailah mind game diantara mereka berdua.

Yang menarik dalam buku ini sebenarnya pada interaksi Flo dan sahabat-sahabatnya. Ada Dina yang sinting dan paling jago soal urusan cowok, Kika yang juga skeptis tentang cinta, Ara yang justru percaya bahwa cinta sejati itu ada, dan Gerry satu-satunya cowok yang dilarang keras untuk naksir cewek karena nanti disangka lesbi (he's gay). Obrolan mereka seringkali tanpa sensor, lucu banget.

"Ngomong-ngomong soal vagina, gue jadi ingat satu profesi yang juga masuk dalam daftar cekal calon suami" ujar Dina menimpali ucapan Kika. "Seksolog."

"Karena mereka tahu banyak tentang jurus bercinta?" gerutu Ara sebal.

"Karena mereka tahu terlalu banyak, Honey," sahut Dina kalem yang diamini oleh Kika. "Saking banyaknya sampai-sampai kita nggak bisa pura-pura soal orgasme."

Aku terbelalak dengan sangat hebat mendengarnya, sampai otot disekitar mataku terasa perih karena mengejang. "Jadi gue mesti kawin sama siapa?" tanyaku bingung.

"Arkeolog," jawab Dina mantap.

"Yang ngurus candi-candian?" tanya Ara dengan mulut menahan tawa.

Kika menganggukkan kepalanya.

"Kenapa?" tanya Ara penasaran.

Dina menatap Ara dengan wajah mencela. "Karena semakin kita tambah tua dia pasti semakin menarik."

"...."

"Emangnya gue fosil."

Tuh kan, sinting. Saya awalnya ragu sekaligus tertarik saat baca review dari teman-teman BBI soal buku ini, tapi kala itu bukunya masih susah dicari. Berhubung sudah dicetak ulang jadinya stoknya banyak dan saya pun beli. Duh, soalnya penasaran sih sama dialog ngawurnya. Dan ternyata beneran ngawur. Biarpun dialognya vulgar tapi jalan ceritanya menarik dan sederhana. Cocoklah kalau butuh bacaan ringan.

Anyho, rating buku ini saya masukkan dalam kategori 17++ ya, yang ngerasa belum punya KTP maupun yang SIMnya masih nembak, please jangan baca buku ini dulu.

22 komentar:

  1. Aku udah 18 tahun lebih 2 bulan. Berarti gapapa kan ya baca buku ini
    Huahahaha :D

    BalasHapus
  2. salah satu buku favoritku sepanjang masa, nggak pernah bosen bacanya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku tertarik sama buku ini ya gara2 reviewmu lho mba

      Hapus
  3. Penasaran,. Masuk wishlist dulu deh,. ^_^

    BalasHapus
  4. baru beli kemaren.. blm kelar baca.. tp udah nggak sabar mo ngabisin baca novelnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buruan kelariiin.. buku ini itungannya termasuk ringan untuk dibaca sekali duduk saking nggak jelasnya itu dialog :))

      Hapus
  5. ah, iya, sarkastik tapi bikin ngakak!
    ugh, perlu nyari pinjeman novel ini nih kayaknya X)

    BalasHapus
  6. halo, salam kenal :)
    saya jadi tertarik bwt beli buku ini, thanks reviewnya ya ... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga soraa..

      Baguslah kalo berhasil bikin tertarik beli buku ini, soalnya emang lucu sih penyampaiannya ^^

      Hapus
  7. Tertarik baca karena kata kuncinya "ngawur" dan "sinting"! Hahaha, resensi Oky nggak bertele-tele tapi tepat sasaran ajaa... :D

    BalasHapus
  8. Aku ngincer buku ini nih, awalnya tertarik sama covernya aja sih. Hehehe. Tapi ternyata omongannya dewasa banget ya, jadi makin tertarik XD
    Reviewnya singkat dan padat banget. Aku suka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi makasih... selamat membaca :D

      Hapus
  9. pengen baca, cuma..... aaah... waiting list dulu..... reviewnya menggigit..

    BalasHapus
  10. Aku baru aja baca ni buku kemarin. Mau ngereview di blog sendiri terlalu malas dan ngga yakin bisa semenarik ini. Iya, sarkas abis obrolan mereka. Ngeri kalau obrolan semua perawan tua seperti mereka akan ada revolusi feminis besar-besaran.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, ayo ulas di blognya dong. Share linknya disini. Aku pengen baca :)

      Betool.. untungnya nggak semua obrolan perawan tua seperti mereka yaaa.

      Hapus
  11. kak cari bukunya dimana? aku nggak nemu sama sekali T.T bisa tolong bantu? aku pengen banget baca kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba toko buku online bukukita.com atau bukabuku.com :)

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...