Kamis, 22 Januari 2015

Come On Over

Judul: Come On Over (CO2)
Penulis: Christian Simamora
Penyunting: Alit Tisna Palupi
Proofreader: Tharien
Penerbit: Twigora
Tahun: 2014
Hlm: 436
ISBN: 9786027036208
Rating: 3/5
Sinopsis:
CO2:   
KATAKAN PADAKU, BAGAIMANA CARANYA MERELAKAN SESEORANG
YANG TAK PERNAH JADI MILIKMU?

Dear pembaca,

Sejak ide dasar cerita ini muncul di kepala, hidupku benar-benar tidak tenang. Aku dipaksanya memutar otak, mengerjakan plot, memikirkan kedua tokoh utamanya hampir sepanjang waktu. Dan tiga bulan kemudian, akhirnya aku bisa menghela napas lega. Cerita tentang Jermaine dan Tata berhasil kurampungkan untuk kalian, pembaca tersayang.

Ide dasar Come On Over muncul karena terinspirasi sejarah sedih di balik salah satu karya klasik terpopuler sepanjang masa: “Für Elise”. Tahukah kamu, Beethoven menulis lagu itu untuk seorang perempuan, yang ternyata belakangan membuatnya patah hati? Apa mau dikata, cinta memang tidak pernah mudah. Dan bagian tersulit dari mencintai seseorang adalah menunggu dia balas mencintaimu.

Jadi bagaimana, apakah sekarang kamu siap untuk membalik sampul depan dan memulai perjalananmu bersama buku ini? Besar harapanku kamu akan menikmati sebesar aku menikmati proses menulisnya. Selamat membaca dan, seperti biasa...

selamat jatuh cinta.


Untuk pertama kalinya, Christian Simamora melabeli novelnya dengan seri #JBOYFRIEND. Artinya, seluruh buku yang ia tulis, mulai dari Pillow Talk sampai As Seen On TV (novel terbaru setelah CO2) semua karakter cowoknya bernama J-something. Dalam novel CO2 ini, namanya Jermaine.

Cowok blasteran dari keluarga tajir melintir ini berjiwa romantis. Saking romantisnya, ia memesan kotak musik dari toko Crystal Clear tempat Tata bekerja. Naasnya, lamaran publiknya ditolak. Ia patah hati dan mengembalikan kotak musiknya. Tata yang tidak tega melihat cowok tampan itu sedih malah menghiburnya. Mereka pun berteman akrab. 

Bagi Jermaine, Tata adalah teman Bro-nya.Which makes her unavailable. Tapi kenapa kok perasaannya perlahan berubah. Padahal Liz (mantan pacarnya) calon istri idamannya sudah mengajak balikan. Lalu bagaimana dengan Tata?

Salah satu nilai positif dari buku ini, saya suka sama karakter Tata yang mulutnya kotor abis. Beda dari cewek-cewek #JBOYFRIEND sebelumnya. Selain itu alurnya seperti biasa, fast pace dan tidak ketinggalan witty dialog khas ChrisMor. Untuk karakter Jermaine yang super romantis ini sebenarnya tipe saya banget, tapi saya langsung ilfil ketika Jermaine sering menggunakan ungkapan kata "Ih" dalam dialognya. Like, cowok macam mana yang sering ngomong Ih-Ih melulu, kenapa malah ceweknya yang ngomongnya kotor penuh makian. So, kesimpulannya, Jermaine terlalu feminin. 

Kalau dipikir-pikir, karakter cowok (para JBoyFriend ini) cenderung submissive dan ceweknya super dominan. Sangat tidak mainstream kan ya. Kalau biasanya, di novel-novel lainnya yang ngemis-ngemis cinta para cewek, kalau di buku ChrisMor, gantian cowoknya yang tidak berdaya. Walaupun menurut selera pribadi, saya lebih suka karakter cowok dominan karena kesannya lebih tradisional (loh, alesannya nggak mutu). Ya maklum, saya kan cewek produk lama (kok suram sih). Tapi nggak apa-apa, I like it. Sesekali gini dong ya bacaannya. 

Selain faktor karakter diatas, Chrismor masih setia dengan kosa kata gaulnya. Seperti eibiji, Aitotyuarmaipren. Kemudian konten barang branded dan latar belakang kaum jetset. Serta konten percakapan yang superbitchy, so, you have to be at least 18++ ya kalau baca buku ini. 

Kemudian Chrismor juga menciptakan dunianya sendiri, atau lebih tepat kalau saya katakan, dunia JBOYFRIEND. Karena karakter-karakter dalam novelnya sebelumnya sering muncul disini (dan di novel lainnya), seperti majalah Mascara, twitter National Riches (kalau ini baru), Hezekiel Rupawan, Cindy Tan, Devika, dll.

I always adore Christian Simamora's writing style. Tottaly unique and I hardly find it in another Indonesian writer. Makanya, saya tidak pernah absen baca karya-karyanya (meskipun yang ini modal pinjam). As you can read in my reviews of his other books here, tulisan Chrismor masih gitu-gitu aja. Nggak ada perkembangan karakter maupun ide cerita yang baru. Dan Chrismor memang mengakui itu. Karena jujur aja nggak ada ide cerita yang benar-benar baru, tinggal gimana mengolahnya menjadi segar. Chrismor sangat piawai dalam hal ini, tapi karena bukunya akhir-akhir ini begitu-begitu saja, tentu saya bosan juga.

11 komentar:

  1. Makin penasaran sama novel-novelnya Chrismor. Belum pernah baca karena banyak yang bilang novelnya adult banget wkwk :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau belum jadi adult sebaiknya memang jangan baca duluuu hihi >.<

      Hapus
  2. aku juga pernah komen di salah satu reviewku kalau makin lama ceritanya gitu-gitu aja dan iya, ceweknya lebih dominan, tapi tetep berharap akan ada cerita mainstream tapi dibalut nuasa yg baru :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa.. semoga di buku barunya chrismor sukses dengan sesuatu yg baru yaa. Btw, sudah baca ASOT mba?

      Hapus
  3. Secara umum aku tetap suka ceritanya, tapi gak begitu suka sama tokoh Jermaine.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju, he's also my least favorit jboyfriend

      Hapus
  4. ha, dominan ya tokoh ceweknya. baru baca satu buku JBoyfriend nih, kayaknya bukan tipikal untuk aku baca

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha iya sepertinya novel2 begini memang bukan seleranya mas tezar

      Hapus
  5. huwaa ini masih ada dalam timbunan belom dibaca. jadi begitu toh isinya. baca dulu ah :3

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...