Sabtu, 14 Februari 2015

Monthly Giveaway: Let's celebrate International Book Giving Day 2015

Hi, happy valentine's day, everybody! Siapa yang udah ngasih cokelat atau bunga untuk orang terkasih? Saya? Sudah dong, coklat untuk Bapak, Ibu, dan adek. Untuk pacar dikasih gambar virtual aja, soalnya dia jauh~ saking jauhnya saya sampai nggak tahu dia lagi dimana #lohpiyeto?

Anyway, saya baru tahu siang tadi kalo hari ini berbarengan dengan event International Book Giving Day (thanks to Mas Dion's status on facebook). 






Long story short, saya kan kebetulan memang belum bikin Monthly Giveaway: February jadi ya sekalian ya. Mumpung lagi di rumah juga, sekalian beberes lemari, saya jadi dapat banyak 'bahan' nih buat dibagikan hehe.



Monthly Giveaway February


Berita gembira untuk kita semua. Setelah saya cek lemari, saya menemukan 25 buku preloved yang dengan senang hati (seneng lah bisa berbagi, dan mengosongkan lemari untuk yang baru #eaak) akan saya berikan untuk 6 orang beruntung! Iya, nggak hanya satu, dua atau tiga kayak biasanya, tapi untuk 6 orang! Wuoow!! (kok malah takjub sendiri).

Idealnya, saya ingin bagikan ke-25 buku ini untuk 25 orang. Tapi apa daya, banyak keterbatasan yang saya miliki. Jadi saya bagi per paket ya. Dan karena ini buku preloved alias bekas, mohon maklum kalau bentuk dan keadaannya sudah tidak seprima yang anda bayangkan. Beberapa masih bagus, karena statusnya timbunan yang belum saya baca meskipun sudah disampul. Tapi beberapa lainnya ada yang sudah menguning dan kusam. 

Tapi niat saya tulus, sumpah. Daripada nganggur menjamur di lemari, saya ingin ada yang memilikinya, terutama yang belum pernah baca. Lumayan buat hiburan kalian, kan kalau situ senang, saya juga kecipratan pahalanya hehehe (rupanya tak setulus yang saya inginkan).

Anyway, here we go~

  • Sign in: masukkan email atau username facebook kamu
  • Wajib isi nama dan identitas yang bisa di hubungi
  • Wajib meninggalkan komentar 
  • Lainnya Optional (follow GFC, subscribe email, follow twitter, follow bloglovin, tweet giveaway, dll) 
  • Semakin banyak mengisi entry, maka kesempatan menang semakin besar
  • Giveaway berlangsung tanggal 14-02-2015 pukul 09.00 WIB s/d 20-02-2015 pukul 12.00 WIB
  • Pemenang akan diumumkan tanggal 20 Februari 2015
  • Saya akan mengecek seluruh entry dan entry yg tidak valid akan dianggap gugur
  • Ada yang mau di tanyakan? [contact me]
  • Goodluck (^________^)

PAKET 1
  • Love You to Death by Crissy Calhoun
  • Think Big and Kick Ass in Business and Life by Donald Trump & Bill Zanker
  • Ngeblog dengan Hati by Ndoro Kakung
  • Free Things by Iwok Abqary


PAKET 2
  • Satu Masa di Cielo by Nugraha Sugiarta
  • Cahaya-Cahaya Cinta-Mu by Sony Ade
  • Mendadak Dangdut by Ninit Yunita
  • Preman Kecoak vs Ninja Cantik by Ike Puspitasari
  • Kung Pao Chicken Loce by La Mian


 PAKET 3
  • The Arabian Nightmare by Robert Irwin
  • New Emon by Oben Cedric
  • Nightfall byRizky Y. S.
  • Gangway: Malam Jumat Klimis by Boim Lebon
  • Pocong Nengok by Nana R. Praptini


 PAKET 4
  • Forget about it by Caprice Crane
  • Ellie Hart Si Super Sibuk by Kate Mayfield
  • One Gigabyte of Love by Helvy Tiana Rosa, Asma Nadia, dkk
  • Mawar Gurun by Liz Fielding
  • Aku Suka Kau yang Dulu by Heather MacAllister

PAKET 5
  • Victory by Luna Torasingu
  • Confeito by Windhy Puspitadewi
  • e-love by Caroline Plaisted
  • Plizz I'm not Princess by Utami Pratiwi
  • So real/surreal by Nugroho Nurarifin


 PAKET SPESIAL
Special Package [Segel]
State of Fear by Michael Crichton


So, those books are given to YOU (yes, you the lucky one) by ME. Gimana caranya? Simply take this rafflecopter below!


Good luck!

102 komentar:

  1. Aku cerita kisah cinta temenku aja ya kak. Jadi dulu waktu sma aku punya 2 temen nih cowo sama cewe namanya Luthfi sama Puspa nah kalo di sekolah ini mereka itu berantem mulu isinya, kejar-kerjaran lah, ngejek-ngejek pake kata-kata kotor lah, pokoknya kayak nemesis banget lah mereka satu sama lain itu. Ini berlangsung selama 1 semester sma kelas 1 lah jadi 6 bulanan gitu eh tiba-tiba aja ya suatu hari mereka ga berantem-beranteman lagi jadi kalem gitu. Trus semua anak kan kaget kok mereka ga berantem lagi yaaa, eh ternyata diem-diem mereka udah jadian deh. Nah, hal ini bikin aku percaya kalo benci itu bener bisa berubah jadi cinta. Mereka pun sekarang masih pacaran jadi kalo keitung dari sma kelas 1 udah 4/5 tahun gitu kurang lebih mereka pacarannya hebat ya! Sedangkan aku masih jomblo-jomblo aja wkwkwk:')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi, thanks for sharing.

      Anyway, temen sekelasku juga ada yg begitu. Yang cowok sukanya jahilin yg cewek karena cewek ini emang enak dijahilin. Sampai suatu ketika, setelah kita mau lulus SMA, mereka beneran agak kalem. Kirain lagi sedih karena nanti ga ada yg bisa ngejahilin/dijahilin lagi, atau udah baikan karena mau lulus. Eh ternyata diam-diam jadian (haha, sama banget ya kayak ceritamu).

      Trus, empat tahun kemudian, Desember tahun 2014 kemarin akhirnya mereka married deh. Kita semua nggak nyangka sekaligus seneng bgt karena ternyata mereka jodoh. We are waiting for good news as of now, hoping a baby's on the way. Hopefully your friend also get a happy ending as well :)

      Hapus
  2. Cerita perasaan aku saat jatuh cinta yang ironis teramat sangat aja ya kak ^_^

    Itu pas jatuh cinta ma kakak kelas di SMP. Awalnya sih cuma tatap-tatapan tak sengaja waktu berpapasan. Tapi eh ada getar-getar apa gitu setelahnya. Terlebih lagi, aku sama dia sering satu angkutan umum kalo pulang sekolah. Kebiasaan dia pas nunggu angkutan umum full pun aku hafal :D, yaitu dia suka cermin rapiin kerah baju ato rambutnya di kaca spion dan ngeluarin buku tulisnya buat kipas-kipasan.

    Lalu, letak ironisnya mana ? Letak ironisnya, karena aku masih suka stalking medsos-nya dia. Biar tahu keadaan dia. Aku sendiri sudah kuliah 3 tahun, jadi udah sekitar 7 tahun aku pendam rasa suka aku ke dia >_<

    Ironis kan mbak :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wait, like, sampe skg masih suka stalking medsosnya?

      Hai, sofhy, kamu boleh ambil saranku atau enggak. Tapi, kalo uda sampe 7th masih memendam rasa, berarti kamu sampe skg masih penasaran dong. It's an unfinished business, daripada masih penasaran, kenapa ga say hello aja, mention 'Hi kak, apa kabar? Masih ingat aku? Btw, tahu ga sih, dulu aku pernah naksir kamu, lho Kak. Haha, lucu ya."

      Entah gimana respon dia, well that's his problem. At least you say it and get done with it. Who knows, right? Mungkin juga karena 'Siapa tahu..'; 'gimana kalo..'; dst yg bikin kamu masih penasaran sampe skg. Hihi.. jangan sampai kamu masuk pada titik, 'andai saja..' dan 'mungkin kalau aku..' lalu menyesal seumur hidup *oke, saya mulai lebay*

      But, you don't have to take my advice. I'm just sayin' :D

      Ssst: I've been there, I mean, 'saying it, the word'. Yes that word, being in your position and the other away around (getting the word). And trust me it works. Hasilnya legaaaaa~ ;)

      Hapus
    2. hahaa :v iyaaa mbakk, saran mbak udah aku kerjain kok.. aku udah beraniin diri ngirim dokumen semacam pengakuan tentang perasaan aku kemarin.. EGP dia mau nanggapin ato nggak :) tapi bener yang kakak bilang, ungkapkan dan hasilnya legaa ^^

      Hapus
    3. Wow, Shofy, I'm so proud of you.
      Tinggal berserah yaa, but I hope you will get the answer that you really want to hear soon :*

      Hapus
  3. Ini cerita yang selalu diceritakan oleh wali kelas saya setiap kali kami membahas tentang pacaran. Sewaktu SMA, guru saya ini naksir sama cowo *iyalah masa sama cewek lagi*. Tapi, lama menetap di pesantren *sejak SMP sampai SD* membuat beliau sadar apa arti jodoh. Selama tujuh tahun, beliau memendam rasa, selama itu pula ia menjaga jarak, dan terus berdo'a yang terbaik untuk si cowok ini. Bahkan, saya sendiri hampir tak percaya ketika beliau berkata bahwa *cowok tsb* sekarang menjadi suaminya, dan di akhir cerita beliau akan berkata "itulah nak, kisah cinta paling indah adalah cinta terpendam"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masya Allah.. ini kayak meme Jodoh Pasti Bertemu. Begini bunyinya

      "Jika akhirnya kamu tidak bersama dengan orang yang sering kau sebut dalam doamu
      Mungkin kamu akan dibersamakan dengan orang yang diam-diam sering menyebut namamu dalam doanya"

      Subhanallah, so sweet banget~ cerita2 begini nih yg sering dijadiin novel. Kadang terdengar too good to be true, but kenyataannya memang benar terjadi (for real!). Ikut senang dengar cerita beliau. Semoga selalu bahagia dan berkah pernikahannya :)

      Hapus
  4. Kalo jatuh cinta biasanya deg-degan, senyum-senym sendiri. Keringet dingin kalo ketemu orangnya. Well, sama sih kayak yang lainnya. Tapi satu yang pasti, kerajinan saya menulis akan lebih meningkat 100%. Ya all about him :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, looks like he's your muse. Happy to hear you get motivated from 'falling in love' <3

      Hapus
  5. Ini cerita tentang temen saya atau lebih tepatnya sih sepupu saya. Jadi waktu itu tiap rabu dan jumat abis maghrib kita pergi ngaji. Nah di pengajian sepupu saya selalu berantem sama salah satu temen pengajian saya. Karena terlalu sering berantem akhirnya guru ngaji saya yang notabene masih muda pun ngeledekin sambil bilang awas entar benci jadi suka. Dan ternyata itu pun kejadian beneran, sepupu saya dan temen ngaji saya pun akhirnya jadian :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaah~ hahaha. Benci = Benih Cinta #ciyeee

      Hapus
    2. iyaaa, tapi itu cerita sepupu saya yaaaa :)

      Hapus
  6. kalau kisah cinta aku tentang persahabatan aja yah kak. sekalian curhat nih kak.
    persahabatan aku dimulai sejak kurang lebih 5 tahun yang lalu saat aku pindah dari bekasi ke bogor. nah, saat sahabat yang lain mulai menghilang anehnya aku sama someone ini makin dekeeettt aja. suka lah akhirnya.
    tapi 4 tahun nggak pernah ketemu. pas mau daftar PTN tuh 2x sama terus tujuannya (tanpa direncanakan sebelumnya). dan akhirnya kita sekarang sekampus, beda gedung, beda jurusan.
    hanya terpisahkan jarak gedung yang bersebelahan, tapi 1 semester pertama tetep nggak ketemu juga :'(
    pas dia kecelakaan, akhirnya kita ketemu. tapi bukan di kampus melainkan di peron stasiun kereta. itunya juga hasil aku nunggu dia bales sms aku yg lamanya hampir setengah jam dan akhirnya dia yg nunggu aku 2 jam. tapi ketemunya nggak nyampe 1 jam :'(
    aku cuma bisa jadi secret admirer :'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. The risk of relationship. Mana yang lebih mudah: Menghadapi penyesalan, atau menghadapi moving on?

      Me: Lebih mudah moving on. Aku lebih suka 'tell him' the truth. Trus moving on. Ditolak, yo wes. Hehehe.

      Why: Karena kalau ga 'tell him' aku pasti akan selamanya menyesal. Trus sepanjang hidup kebayang2, 'coba dulu aku..'; 'what if.. with him?' tapi karena ga 'tell him' ya selamanya itu akan jadi pertanyaan tanpa jawaban.

      But that's just me. You can always decide yourself, what's the best for you.. or your heart. I hope you can live happily with your decision, Dias :D

      Hapus
    2. iyah kak :)) thank youuu~
      finally, i'll tell him :D

      Hapus
    3. Good luck, Dias!
      I hope you get a happy ending :*

      Hapus
  7. Saat pertama aku jatuh cinta.. sebenarnya aku nggak tau kapan tepatnya sih. Karena aku merasa jatuh cinta itu ajaib. Tiba-tiba udah ada aja.
    Jatuh cintaku agak menyedihkan.. Aku nggak begitu dekat dengannya, dan dia sepertinya sama sekali nggak berkeinginan untuk mengenalku lebih jauh..
    Yaa, mungkin cuma cinta monyet. Hihi.. Tapi aku berharap ketika sudah jatuh cinta betulan, aku menemukan orang yang tepat. ^^a

    - Kazehaya Shota.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi, that's why it's called 'fall in' yaa. Sometime, I wonder how's that happen, too. *lalu mata menerawang* *tampar pipi* *sadar wooy*

      Amiiin, semoga ya. Semoga kita sudah selesai dg diri kita sendiri, dulu. Karena ketika kita sudah siap, jatuh cinta itu rasanya indah. He completes you. *sok bijak* *lalu disorakin*

      Hapus
  8. cerita cinta gue dimulai ketika SMA, gue naksir cewek sekelas, tiap hari pengenya nelpon melulu, nanyain pr lah, pinjman buku lah, dan nanyai pramuka, awalnya memang dia suka mendapat perhatian dari gue, tapi setelah beberapa bulan menjelang kenaikan kelas, dia berubah, kalau ditelon jawabnya ngga ada, terus di kelas juga agak diam, dan ternyata pas naik kelas dia bilang pindah ke kota lain karena pindah tugas bokapnya sebagai pegawai negeri, dan saat itu belom sempet gue tembak *garuk2 tembok*

    http://salmanbiroe.blogspot.com/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, that's cute ^^
      .
      .
      and sad. Sorry to hear that #kasihpukpuk

      Hapus
  9. jatuh cinta itu sebenernya menyenangkan, akan tetapi berbeda jika orang yang telah membuat kita jatuh cinta adalah sahabat kita sendiri.

    aku pernah jatuh cinta kepada sahabatku. sebenernya aku sudah jatuh cinta padanya semenjak pertama kali bertemu, mungkin karena pedekate yang terlalu lama, hingga akhirnya hal yang pantas untuk disandang adalah persahabatan saja. dan, di saat yang dirasa sudah tepat untuk mengungkapkan perasaan kepadanya, semuanya seolah terasa aneh. aneh karena biasanya aku menyayanginya sebagai sahabat karena saling melindungi, dan sebentar lagi akan aku ubah menjadi perasaan yang lebih tinggi dari itu. iya itu pun jika diterima. jika tidak, semua mungkin akan berakhir dengan canggung, atau malah menimbulkan perpisahan karena persahabatan yang murni harus tergores perasaan suka yang tidak pada tempatnya.

    pada akhirnya aku masih memendam rasa itu setelah begitu banyak pertimbangan yang harus dipikirkan. sekarang, dia --sahabatku itu-- sudah jauh dariku karena kita memilih melanjutkan pendidikan di tempat berbeda. jangankan berniat menjalin cinta, bertingkah layaknya sahabat pun sulit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh.. if she's meant to be, she will. Kalau kamu memang masih ada rasa, kenapa nggak coba jalin lagi silaturahminya. At least, you will have your bestfriend back :)

      Hapus
  10. Halo Mbak Oky, ikutan yaa :)

    Kalo ditanya perasaan pas jatuh cinta, sama kayak yang ada di novel-novel XD Hati berbunga-bunga, ga sabar ketemu si X, selalu mantengin hape, dan pas ketemuan selalu berusaha keliatan lebih baik haha.

    Nah kalo cerita ketemu sama si X itu dari pembentukan suatu organisasi. Dari awal ketemu udah suka aja. Terus makin sering ketemu, udah gitu dicomblang-comblangin sama teman dekatku (cewek). Nah akhirnya si X ini nembak tapi lewat sms. Kan syok ya, masa iya nembak lewat sms, akhirnya ga kubalas. Eh si Mak Comblang ini malah balas sms si X makai nomorku. Akhirnya kami jadian, meskipun yang nerima pernyataan si X ini ya Mak Comblang itu. Padahal yang harusnya pacaran ya mereka berdua -_- Berhubung kami masih SMP (si X udah SMA sih), jadi ya begitulah haha.

    Dan pada akhirnya, kami putus. 8 hari kemudian si X jadian sama si Mak Comblang alias teman dekatku itu. Udah Mbak, sekian XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dyaaah~ I'm so sorry to hear that. Tapi mungkin dia memang bukan untukmu. Mungkin kamu juga blm siap ya (mungkin karena masih SMP). But hopefully you will find someone that ready for as well of you for him *peluk*

      Hapus
  11. cerita cinta saya aja deh, sekalian curhat *tsaah. jadi ini pengalaman saya sekitar 3 tahun lalu. saya punya adik tingkat tapi beda jurusan, nah dia ini punya temen, nah temennya dia ini (sebut saja si X), mulai ngajak kenalan saya. mulai dari add facebook, follow twitter, sampai sms-an. masalah pertama yg muncul dalam proses pedekate itu adalah lokasi. yak benar, jarak kami sangat jauh. beda propinsi. antara plat kendaraan N dan B *ciee sensor*
    kami berdua menyadari ada sebuah masalah lain sebelum jadian. tapi namanya udah sama-sama demen kali ya, jadi kami jadian aja (maklum masih dimabuk asmara *uhui*). saya (yang ngakunya) sebagai cowok sejati juga mulai sesekali mengunjungi dia naik kereta. perjalanan 18 jam coy. kurang cinta apa saya ini ya *tsaah. lambat laun, masalah utama yang dulu itu muncul kembali.
    masalah tersebut adalah rumah kami berbeda. sangat sangat jauh terpisah. dan rumah kami akan sulit untuk menjadi satu, bahkan mendekat pun juga tidak bisa. karena kami berbeda rumah ibadah. jarak yang memisahkan bukan lagi ribuan kilometer, melainkan sudah lebih dari itu. bisa dibayangkan dong tiap jumat siang dia mengingatkan saya sholat jumat, dan setiap minggu pagi saya yang mengingatkan dia beribadah ke gereja.
    dan ya benar, setahun kemudian kami menyudahi hubungan. lebih baik selesai lebih cepat daripada lebih lama justru menelan sakit hati yang luar biasa. apalagi kami juga sama-sama tidak ingin meninggalkan kepercayaan sejak lahir demi kekasih. jadi moral of the story adalah: ndak usah sok-sokan menjalin hubungan cinta dengan orang yang berbeda kepercayaan kalau masih belum yakin tentang masa depan *tsaah. sekian kisah kasih saya huahahaha *miris* :'D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Well it's true.. kadang kita ga bisa memilih dg siapa kita jatuh cinta. Tapi kita bisa pilih dengan siapa kita ingin sama-sama mengejar kebahagiaan dan tujuan masa depan yg sama #asek *sok bijak*

      I hope you will soon find someone better that complete you in every way yaa :D

      Hapus
  12. Mau berbagi kisah tentang dia ya kak :)
    Cowok itu ku kenal secara tidak langsung, nggak pernah kenalan bahkan nggak pernah mengobrol bertatap muka. Dia menghubungiku lewat sebuah pesan singkat dan panggilan telepon. Dia sebenarnya orang yang baik, hanya saja caranya itu yang nggak aku suka. Aku mengacuhkannya, tapi dia nggak pernah berhenti. Anehnya, semakin dia mengganggu, aku semakin senang. Ketagihan sama gangguannya.
    Cinta virtual itu terjadi bahkan sebelum kami bertemu. Aku sepakat jika kami bersama-sama, awalnya aku pikir untuk main-main aja tapi memang cinta bukan untuk dipermainkan. Kami cukup lama bersama, sempat putus nyambung juga. Hingga akhirnya dia pergi untuk kembali pada masa lalunya, disaat rasa main-main yang dulu aku rasa diawal kebersamaan kami sudah berubah menjadi cinta yang utuh.
    Terlalu lama dibayang-bayangi olehnya, terlalu dalam terlibat dalam kisah ini :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga cepat move on ya, semoga dipertemukan dengan cowok yang serius sama kamu dan kamu pun udah siap untuk diseriusin :)

      Hapus
  13. Well, I would like to tell my love story, love story? I am not sure this is love:)) So let's read this unexpected story haha..

    I can't move on from my ex but... every day I meet someone who can make me forget my ex:')

    Sebut aja dia namanya 'sekoteng'. Dia adalah pelatih kami, dan saya 'anak baru yang masih blah-bloh'. Kami berbeda dua tahun. Saya dua tahun di bawahnya. Cerita berawal dari bergabungnya saya di salah satu unit kegiatan mahasiswa di kampus. Unit ini kegiatannya setiap hari. Termasuk Minggu. Suatu hari kami pulang bareng karena kebetulan searah. Itu pun lewat senior yang lain bilangnya *ngga berani bilang sendiri untuk bareng. Hari itu kalimat-kalimat perkenalan pada umumnya mengisi percakapan kami, percakapan untuk yang pertamakalinya. Sesampainya di rumah saya, dia mengucapkan salam lalu pamit pulang. What a cool boy!, I thought. haha

    Hari-hari selanjutnya kami jadi sering pulang bareng. Bahkan suatu hari kita minum sekoteng bareng di kampus karena jalanan di blok oleh pendukung PERSIB yang hari itu merayakan kemenangan. Hari itu pukul 23.30 WIB. Tapi kami masih asyik bercengkrama. Seperti tak ingat waktu. Seperti tak ingat sudah kelewat malam dari biasanya. Tak ingat apa resikonya sesampai di rumah.

    di hari-hari selanjutnya.. banyak hal kecil yang sekoteng lakukan tapi sangat sangat berarti dan membahagiakan saya. Apakah ini cinta?

    Sampai pada suatu hari sekoteng membuka dompetnya di samping saya. Ada foto perempuan. Cantik. Sangat cantik. Saya langsung berkaca. Tahu diri.

    Keesokan harinya saat latihan, senior saya mengejek dengan yakin bahwa saya suka sama sekoteng. "Keliatanlah." ucapnya yakin-_- dan dia bilang sekoteng sudah ada yang punya. Semakin tahu diri.

    Kami jadi jarang pulang bareng karna saya pulang bareng senior yang lain. Masih mengingat foto itu. Well, I can't fall in love with this boy..

    beberapa hari kemarin teman saya bilang..
    foto yang ada di dompet sekoteng adalah foto mamanya.
    Bukan pacarnya. Dia ngga punya pacar.

    Wah wah wah.. What an amazing boy. I am sure that he deeply loves his mother. What a cool boy.

    Dua dan tiga hari kemarin kami kembali pulang bareng, dengan dia yang mengajak. Bukan saya yang bilang "Kak, boleh pulang bareng?" seperti biasanya. Dua dan tiga hari kemarin kami bercanda, menceritakan pengalaman satu sama lain, tertawa dan bertukar pikiran satu sama lain.

    Tapi sampai hari ini..

    I don't know and not totally sure about this feeling. Am I love him?


    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh, my..

      Aku bacanya jadi ikutan naik turun nih. But I'm so glad to hear that the woman's photo in his wallet was actually his mother. Please make sure to meet his Mom to see if that's really 'his Mom' first before makes any move to another step anyway :D

      Hm, that's a good question. Make sure what you really want first. 1). Apakah kamu pengen segera in relationship? 2). Apakah kamu sudah siap? 3). Relationship seperti apa yg kamu inginkan? 4). Apakah kamu ingin berada dlm relationship (seperti yg kamu inginkan) dg 'dia'?

      The realization of Love or being in Love will come later, I think.

      Semoga kamu segera mendapat jawaban yg tepat :)

      *sok bijak lagi, hehe*

      Hapus
    2. Heeey, never underestimate yourself. Maybe you're thinking that u're being realistic, but if he's definitely worth it, you'll find a way to work it out.

      But I hope you know what's ur priority first before jumping into relationship. And never pursue a man. MAN needs to pursue YOU.

      Hapus
  14. Hai kak, aku ikutan ya! Udah lama banget rasanya ga ikutan GA kakak. Maap udah rada jarang mampir, but I'm back now!

    Hmm, aku cerita kisah cinta simpel soal kakakku dan kakak iparku ya. Simpel, memang, tapi menurutku manis dan realistis banget. Jadi ceritanya nih kakakku pas masih kuliah, yang tadinya ga merasa pengen nikah dan capek sama cowok-cowok yang ga pernah serius sama hubungan mereka, akhirnya mutusin cuma pengen nyari cowok yang beneran serius mau nikah, ato ga sama sekali. Singkat cerita, setelah cerita2 sama sahabatnya, sahabatnya ini kenali kakakku ke satu cowok yang emang lebih tua, tapi masih single n emang mau nyari cewek yang serius juga. Akhirnya mereka dipertemukan, bukannya dijodohin, tapi cuma kenalan buat jadi teman dulu dan see how it goes. Ceritanya sih, kakakku ini cinta pada pandangan pertama, ato pertemuan pertama, tapi lebih karena personality cowok ini. Dia udah tertarik dari awal, sejak denger2 cerita dari sahabatnya ini. Semuanya benar dan jujur. Sempet ada halangan beberapa kali, tapi akhirnya mereka ketemu juga. Terus akhirnya mulai saling kontak. Sahabat kakakku nawarin untuk suggest mereka untuk jadi friend di Facebook, dan kakakku yang masih rada jaga ego nunggu si cowok yang add duluan, dan akhirnya setelah diadd dan langsung approve tanpa pikir panjang, mulailah proses PDKT mereka, ngobrolin A-Z tentang apapun lewat FB, dan naik tingkat ke SMS dan teleponan.

    Mereka tinggal di satu kota, tapi jaraknya jauh dan masing2 sibuk dengan kuliah dan kerja, jadi kadang ada waktunya kakakku galau2an karena ga denger kabar dari si doi, tapi seringan dapat motivasi dari si doi tiap kakakku lagi down. Kencan2 mereka simpel dan anti mainstream, cuma ketemuan di pinggir pantai dan ngobrol sambil piknik untuk makan siang, dan mostly ngomongin soal Alkitab karena keduanya Kristen. Ini yang bikin mereka saling tertarik dan cocok. Setelah dua bulan saling kenal, suatu malam, tiba2 aja si doi ini mau mampir ke kosan kakakku, padahal jauh. Awalnya mau ngajak jalan keluar, tapi karena lagi winter, jadinya mereka cuma ngobrol di ruang tamu. Kakak iparku mulai ngasih liat satu bab di Alkitab yang ngomongin tentang istri yang baik (salah satu bab di buku Amsal, aku lupa tepatnya bab yang nama, kayaknya 30 or sekitarnya), dan kakak iparku bilang kakakku menuhi semua kriterianya, Dan yak! Dia ngeluarin cincin dan ngelamar. Sesimpel itu. Lima bulan kemudian mereka menikah, diikuti dengan hamilnya kakakku di bulan keempat pernikahan mereka, dan sebulan sebelum anniversary pertama mereka, mereka udah dikaruniai seorang anak laki-laki yang sangat imut.

    Aku yang baru umur 17 tahun dalam kedipan mata langsung jadi seorang tante, dan sekarang, dua tahun setelah pernikahan mereka, semuanya berjalan dengan sangat indah. Tentu mereka menghadapi banyak masalah, tapi mereka berhasil menyelesaikannya simply dengan mendiskusikannya baik-baik. Under the love of Jesus Christ, this family grows into a godly family, yang membuktikan kalo cinta ga perlu rumit-rumit. Memang sih, ga selalu lancar, tapi ga perlu ribet2 juga. Dan aku bisa dengan yakin mengakhiri cerita ini dengan: "and they live happily ever after".

    Sekian dan terima kasih :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. That's a very sweet story! Ikut senang dengan kebahagiaan keluarga kecil kakakmu. Semoga selalu penuh berkah dalam pernikahan :)

      Hapus
  15. Duh jeruu banget mbak pertanyaan nya.
    Kalo pas ditanya gimana perasaan kamu ketika jatuh cinta? Aku nggak tau mbak. Banyak sih temen aku yang bilang jatuh cinta itu enak, dll. Tapi, aku malah bingung jatuh cinta itu kayak apa. Kalau suka sih pernah tapi gak sampek jatuh cinta gitu. Hanya suka aja. Cuman kalo ketemu ya.. nggak biasa. Kayak seneng aja sih tapi, dag dig dug nya itu kurang ada, greget nya juga belum ada kalo di bandingin sama buku2 romance gitu. Tapi,kalo ketemu cuma senang aja sih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga nanti Sasti segera ketemu dengan seseorang yg bisa bikin Sasti merasakan gregetnya jatuh cinta. Tentu, ketika kamu dan dia sudah sama-sama siap untuk jatuh cinta :)

      Hapus
  16. Pertama kali pacaran kelas 2 smu.... sebelumnya aku uda kenal baik selama 3 tahun dengan mantan pacarku itu di tingkat SMP, karena kami selalu sekelas selama 3 tahun itu.. dan menjadi sahabat karib.
    Mantan pacar ku itu orangnya pintar, dan selalu ranking 3 besar di kelas. Sebelumnya kami sama sekali tidak akrab... dikarenakan sering tukar pinjam komik... alhasil jadi dekat dan sering ngobrol apa saja... seringnya sih ngobrolin lanjutan komik ataupun pelajaran. Dia jago MIPA, dan aku sering minta tolong mengajarkan pelajaran yang tidak ku mengerti. Sedangkan sahabatku itu lemah dalam akuntansi dan sering minta tolong sama aku ketika ada pr.
    Benih2 cinta itu tidak langsung timbul... karena selama ini kami murni bersahabat. Dan sama sekali aku tidak punya perasaan lebih terhadapnya, apalagi di benakku bakal pacaran sama dia. Suatu ketika selesai ujian Ebtanas kelas 3 SMP, dia menyatakan perasaan nya kepadaku... aku sungguh kalang kabut dan bingung menghadapinya. Tentu aku tidak bisa memberikan jawabanku langsung kepadanya.
    Dan mungkin yang namanya jodoh, aku kembali dipertemukan kepadanya di SMU, kami tidak sekelas. Namun dia sering mengirimkan surat dan kaset kepadaku melalui teman sekelasku. Selama jauh dan kami jadi canggung, aku lambat laun merasa ada yang hilang dan merasa kesepian... apakah aku ternyata suka kepadanya, batinku. Sahabatku itu tak henti2nya memberikan perhatian, saat aku ultah, atau Valentine, atau acara natal dia selalu memberikan kado dan surat pastinya mengenai perasaan nya yg tidak berubah. Aku masih bingung dan malu harus bagaimana menghadapi dirinya.
    Pada saat kelas 2 SMU nasib berkata lain, aku ternyata 1 kelas sama sahabatku tersebut... dan hal inilah yang memperkuat perasaan ku akan benih cinta itu. Aku melihat nya tumbuh menjadi pemuda yang lebih perkasa, karena ia tidak lagi sepantar denganku, melainkan tingginya sudah jauh diatasku, bahunya bidang dan suaranya berbeda dengan yang kuingat ketika di SMP. Pada saat kelas 2 SMU itu ia menyatakan perasaan nya lagi kepadaku, dan kali ini aku menerimanya dengan gembira tanpa rasa bingung atau canggung lagi.
    Kami pacaran sampai pada saat kuliah di jakarta, ia masuk keperguruan tinggi Pelita Harapan, dan aku di Untar, namun walaupun jarak kami jauh antara Tangerang dan Jakarta, dia tetap rutin berkunjung ke Jakarta seminggu sekali. Pacaran dengannya adalah hal yang terindah yang pernah kurasakan. Hubungan kami tentunya tidak selalu mulus dan langgeng... pernah kami bertengkar hebat dan putus.. selama 2 tahun kami tidak kontak sama sekali... namun sekali lagi nasib berkata lain karena pada tahun 2007 kami bertemu lagi dan masih ada rasa cinta yang kuat diantara kami. Akhirnya kami berpacaran lagi... sampai pada akhirnya di tahun 2011 ia melamarku dam pada tahun 2012 aku memutuskan menikah dengannya... kini kami telah dikaruniai putri yang cantik :)

    Demikian kisah cinta ku bersama mantan pacarku yang kini menjadi suami tercinta....

    Terima kasih sebelumnya sudah membaca kisahku kak Oky :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kyaaaaa, Kak Astri!! So sweet bangeeeet! I really like your love story! The real one. So glad for your happy marriage. Dan aku baru tahu kalau dirimu older than me, selama ini aku pikir kita seumuran *digetok*

      Sahabatmu ini, top banget deh. He still liked you and fought for you even though you're not given him positive respons. Dan, lalu putus selama 2 tahun? OMG, seriously, how could you lived without him!!

      Semoga selalu menjadi keluarga yang berbahagia dan diberkahi *hug si adek cantik*

      Hapus
  17. ada salah satu temen isha yang pacaran dari jaman smp, melihat hubungan mereka yang putus nyambung dsb. Tak menyangka mereka menikah dan sekarang temen sedang hamil anak kedua. Ya, bagaimanapun juga, hati tak bisa dibohongi bukan? kau bisa jatuh cinta berkali-kali pada orang yang sama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wow, jodoh memang ga akan kemana ya. Salut untuk kedua temanmu yg bisa tetap berkomitmen selama itu. Semoga pernikahannya bahagia dan berkah :)

      Hapus
  18. Saya mau ceritain kisah cinta teman saya aja yah :D

    Teman saya namanya kak RE, panggil aja begitu. Kak RE ini sudah pacaran dengan ZU beberapa bulan. Mereka tuh saling cinta pokoknya. Maaf agak klise, tapi poinnya begini:

    RE putus dengan ZU karena ZU dipaksa orangtuanya untuk segera menikah, sementara RE belum mau menikah (RE temenku ini cewek). ZU sebenarnya nggak mau buat ninggalin RE, tapi gimana lagi?

    Beberapa tahun kemudian, RE menikah dengan cowok lain. Iya, saya tau ini kedengarannya agak aneh di zaman modern, tapi seriusan: dijodohkan. RE memenuhi permintaan orangtuanya. RE dan ZU sebelumnya udah nggak kontak-kontakan lagi, dan RE ini nggak mengundang ZU ke pernikahannya dan vice versa.

    Terakhir kali saya tahu kabar RE adalah dia pergi Brunnei karena kerjaan suaminya. Saya nggak tau lagi kisah percintaannya bagaimana, apakah dia bisa move on dari ZU atau belum, tapi saya berharap semoga pernikahan mereka hanya maut yang memisahkan. =))

    Gitu aja, terima kasih atas kesempatan buat sharing ya, Mbak!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Marriage and relationship is work. Tuhan nggak mungkin sejahat itu, pasti Dia akan menumbuhkan cinta dalam pernikahan. Hopefully RE maupun ZU bisa berbahagia dalam masing2 pernikahan mereka, amiiiin.

      Thanks for sharing yaa ^^

      Hapus
  19. Sebelum cerita aku ingin bertanya, itu New Emon-nya kenapa nggak ditaruh di paket 5? >.< #eaak

    Perasaanku saat jatuh cinta itu serba salah. Kenapa begitu?
    1. Sudah tahu ngegalau itu buang-buang waktu dan tidak produktif, tapi tetap saja kulakukan.
    2. Suka memikirkan dia terus-terusan, dan ada kesenangan tersendiri saat mengkhayalkan berbagai kemungkinan ketika kami bertemu, tapi juga bikin resah karena tiap baca buku atau nonton film bayangan dia agak mengganggu.
    3. Tidak sabar hari ini segera berakhir dan hari esok segera datang sehingga bisa bertemu lagi dengannya, tapi sekaligus tidak ingin hari itu cepat berakhir karena ada banyak kegiatan yang mesti dikerjakan.

    Err, aku rasa 3 itu saja. Masih banyak sih, tapi sekarang udah malam. Nyaris jam 12 malam, aku takut sihir peri yang menyelubungiku lenyap >.<

    *emang sejak kapan dirimu jadi Cinderella, Jun? -_-" Lagian, emang ada gitu Cinderella cowok? --" *

    Oke, sudah, lain kali cerita lagi, mungkin, di blog pribadiku di junnotes.blogspot.com *ujung-ujungnya promosi xD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada apa emang dg New Emon-nya? Salah masukin genre ya?
      Itu termasuk timbunan tak terbacaku, wkwk. Salah masukin genre ya? Maaf aku tak tahu

      Hahaha, ditunggu lanjutan ceritanya ya Jun

      Hapus
    2. Nggak salah kok, New Emon emang genre komedi. Fantasi komedi tepatnya, atau lebih tepatnya lagi Twilight parodi, lanjutan dari Tuilet dan prekuelnya E'pliss, salah satu wishlistku, hahah.

      Hapus
  20. Halo mbak oky. Ragara buka website ini jadi scroll scroll deh soalnya nih website berguna sekali buat aku yang notabene pengen tau bayak buku bagus tapi ga sempet baca (baca: alibi, ini masih ngumpulin receh buat beli).
    Lanjutkan update reviewnya mbak, biar pembaca kayak aku ini makin penasaran buat baca bukunya. Overall great website!

    BalasHapus
  21. Cerita cinta? Jadi pengen nangis.

    Masalahnya, kisah cinta saya nggak ada yang sukses. Dari 5 cewek yang saya taksir, semuanya lepas dari tangan. Pasalnya, saya bukan tipe cowok yang ekspresif, yang bisa mengungkapkan 'Aku Suka Kamu' seperti bilang 'Mau permen?'.

    Alhasil, saya cowok paling keren dalam memuja cewek dan enggak bisa mengungkapkan apa yang saya rasa. Itu kejadian hingga umur saya sudah bisa dibilang matang. Selalu dan melulu memendam rasa naksir.

    Kadang malu, kalau ada teman sepantaran sudah pada nikah. Dan saya kadang jadi bahan becandaan karena jomblo. Sampai ada yang bilang begini, "Saya sih bakal sawer kalau Mas Adin sebar undangan." Asem banget kan tuh becandanya. Saya hanya bisa ngelus dada, sabar.

    Karena sadar diri ini, saya pun berprinsip untuk saat ini saya bukan mencari cewek untuk pacaran lagi. Saya maunya langsung nikah saja. Umur segini, rasanya rugi kalau harus pacaran, menghabiskan duit dan waktu saja. (jadi curhat nyari jodoh, aw!!)

    Dan bukannya kalau menikah itu memang harus disegerakan kalau sudah ada jodohnya?

    Mbak Oky, terima kasih untuk GA nya. Jadi double guna nih. Satu bisa dapat hadiah kalau beruntung, satu lagi nyari jodoh. (tepuk tangan, plok, plok!)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masalahnya bilang 'Aku suka kamu' memang ga sama dg bilang 'Aku mau permen'. Sudah pasti juga ga lebih mudah. Hehe.

      It's okay, aku rasa Kak Adin sudah sadar apa 'masalahnya' berarti kan tinggal cari solusinya, which is: memberanikan diri bilang 'Aku suka kamu' ke cewek yg tepat/diinginkan. Tinggal dipersiapkan aja mentalnya, dipupuk keberaniannya. Kalau memang cewek itu woth it, aku yakin Kak Adin ga akan ragu dan malu untuk bilang 'Aku suka kamu'.

      Good luck, Kak. Aku doakan semoga Kakak segera dipertemukan jodohnya dan dilancarkan jalannya menuju pernikahan yg samara, amiiin :)

      Hahahahahaha, monggo, monggo. Silakan yg tertarik ingin serius, segera kontak Kak Adin yaaaaa ^^

      Hapus
  22. Seperti ungkapan “Witing tresno jalaran soko kulino” kisah saya ini juga bermula seperti itu. Cinta itu datang karena kebiasaan. Karena kebiasaan saya yang selalu bertemu dengannya. Setiap hari, bahkan setiap saat saya bisa melihatnya (sekedar melirik, biasanya^^). Yup…saya dulu sekelas dengannya.

    Gimana perasaanmu saat jatuh cinta ?

    Nggak bisa diungkapin. Hmm…gimana ya ? Jatuh cinta itu bikin seseorang (termasuk saya) jadi lebih semangat buat melakukan sesuatu. Menurut saya jatuh cinta itu bisa memberikan energi positif. Dan jatuh cinta itu nggak perlu alasan kalau kita udah merasakan hal yang cocok saat ‘A Love at First Sight’

    Tapi kalau kita siap jatuh cinta, pastinya kita juga siap dong untuk patah hati. Karena jatuh cinta dan patah hati itu datangnya sepaket. Dan itu juga yang saya alami. 8 bulan cuma jadi teman sekelas, yang cuma bisa saling menyapa dan tersenyum dan akhirnya terpisahkan tanpa terungkapnya sebuah perasaan. Miris banget ya, tapi saya merasa senang bisa jatuh cinta pada ‘dia’ yang dulu selalu menularkan semangat dan energi positif-nya kepada saya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener bangeeeet!! Salah satu resiko jatuh cinta itu memang kudu siap patah hati. Karena kalo ga siap, pasti bakal hancur lebur pas patah hati, ya.

      Well, aku agak sedih karena Kak Rany blm sempat mengungkapkan perasaan. Tapi aku senang karena kakak bisa move on dan tetep ambil sis positif dari pengalaman kakak. Salut kak :)

      Semoga segera dipertemukan dg seseorang yg bisa membuat kakak merasakan energi positif untuk selamanya ^^

      Hapus
  23. hai mbak, tadi aku lupa masukin nama di ID yang bisa dihubungi. itu nomerku sih : wina. hehe

    aku nggak punya banyak cerita mbak oky, tapi ada sih sedikit yang baru-baru ini terjadi.
    ceritanya, dia ini teman sekelas dikuliahku dan kita akrab bangeet. sampek suatu ketika rasa akrabnya berubah jadi kearah yang menurutku "berbahaya" gitu. hehe. trus semakin lama dia jadi semakin freak menurutku, semacam maniak gitu. mulai dari stalking sosmed, update status, curi foto, dan bertindak yang bikin aku semakin risih. Sekarang sih kita nggak musuhan, cuma ya gitu jadi ilfil abis begitu ada yang nyangkut tentang dia. hmm..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Winaaaa, I've gotten the same problem. And that was, creepy. The most creepier part is, dia cerita macem2 ke temen2 seangkatan kalo kami pernah ngedate, aku minta ini itu ke dia, which was a complete lies. Respon sms dia aja enggak, masak iya ngajak2 ngedate dan minta ini itu. And the worst part was our friends believe him (terutama yg dicurhati). Aneh banget lah dia. Huhuu~

      Anyway, since clearly he's weird dan makin keliatan anehnya seiring waktu. Temen2 langsung mempertanyakan dan akhirnya ga percaya. Problem solved dg sendirinya krn aku beneran ignore mereka. Hehe. *sorry jadi curcol*

      Yap. Best thing is, for you (or us as a matter of fact) is to ignore and move on yaa. Karena action is louder than words. People will believe what they want to believe anyway.

      Semoga ga ada hal dan kejadian buruk yg menimpamu gara2 ini yaa ^^

      Hapus
  24. Hai, kak. Salam kenal, panggil aja aku Rara.
    Love story ? Kayaknya gk ada deh, kak.
    aku cuma mau cerita, kalo jadi seorang "secret admirer" itu ternyata gk enak.
    cuma bisa liat dari jauh aja. ngomong pun jarang, apalagi ketemu :'(
    ya, begitu lah kak. bisa dibilang aku menyukainya sejak kelas 6 SD (wow... abaikan)
    karena, sejak kecil pun kami selalu sama-sama. pertama kali aku tau, ternyata saat SMP dia lebih memilih sekolah yg jauh. awalnya aku sedih, tp aku pikir demi cita-cita masing-masing semua harus dilakukan. Orang tua kami pun sudah saling mengenal dekat, itu yg membuat kami jadi semakin dekat. saat SMA ternyata kami satu sekolah, aku pun gak nyangka, kak. tp kami beda jurusan, yang mengetahui semua cerita ku ini seorang teman kecil ku, yah, hanya dia yang tau soal ini. Aku sangat kaget saat dia jadian sama teman sekelasnya, padahal teman-teman dekatnya, tidak setuju dgn hubungannya dengan teman sekelasnya. Dugaanku benar, hubungan mereka gak bertahan lama, hanya beberapa bulan. Penyebabnya, mereka berbeda keyakinan. Setelah itu, kami udah putus komunikasi, 1 tahun setelah kelulusan, aku mencoba bertanya kepada teman sekelasnya dulu, apakah dia beneran udah putus apa gak. Dan ternyata saat itu dia memang sudah putus duluan.

    Aku mencoba untuk menyapanya kembali melalui medsos. Ternyata dia gk pernah lupa sama aku, sejak itu kami sering bercerita. dan kadang-kadang pun kami saling "short message", karena aku gak bisa terus-terusan online.
    Pengen rasanya aku ketemu dia, kak. namun, sekarang dia jauh kak. dia mengambil D1 di yogyakarta dan setelah lulus dia bekerja di Tanjung Pinang, di kantor walikota. yah, meskipun gak terlalu jauh dari tempat asal kami, Batam. Aku juga pernah bilang, kalo dia sempat di pindah tugaskan, jangan ambil yang terlalu jauh, minta aja pindahnya kembali ke Batam.
    Oh ya kak, selama dia bekerja disana, kadang-kadang kalo lagi jalan sore, aku sering lewat depan rumahnya. Entah kenapa...
    yah, pokoknya aku cuma bisa jadi "secret admirer" nya dia, kak :'(

    maaf kak, kalo cerita ku terlalu panjang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Rara,

      Yang bikin aku seneng denger ceritamu, wow, kamu itu persistent and loyal ya. Salut. :)
      The second thing is, aku senang denger kamu tetep berusaha utk jalin komunikasi dan silaturahim. The third part is, why you not tell him you feeling?

      The chance is: he will responce and you'll know his feeling about you. Entah dia jadi nolak atau menyambut baik, well that's 50:50 chance. That's good enough, right? Apapun respon dia, itu bukan tanggung jawabmu. At least, you've tried.

      But, that's just me. You always can take it or not. Hehe, I'm just sayin'

      It's better to tell him the truth and be done with it. Daripada kamu selamanya penasaran dan menyesal lalu berandai2, 'what if.. with him?' ... and the question will never be answered if you're not tell, ya kan? :)

      Apapun keputusanmu, semoga itu yg terbaik untukmu, Ra. Good luck yaaa :)

      Hapus
  25. Jatuh cinta?
    Ketika itu aku kira aku hanya sekadar menyukainya saja, sekedar kagum karena dia sosok yang hebat. Tapi nyatanya ketika aku tau dia juga menaruh rasa yang sama padaku, ketika aku sering melihatnya cemburu saat aku berada di dekat laki-laki lain. Ketika itu sesuatu menyergapku sebagai rasa bersalah. Rasa bersalah karena telah menyakitinya, menyesal karena tidak menjaga perasaannya. Sejak itu, aku selalu berusaha untuk tidak membicarakan laki2 lain di depannya. Berusaha sebisa mungkin menjaga hatinya. Saat itu aku sadar, aku tidak lagi memiliki hatiku. Laki-laki itu yg memilikinya. Tapi kita tidak bisa bersama, untuk sekarang. Karena kita berusaha menjaga diri sebelum waktunya, sebelum halal. Sebelum akad terucap :)

    Itu kisahku kak, yang masih berjalan sampai sekarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. I'm really glad to hear that your feeling is recipocrated. Hopefully, semua akan indah pada waktunya ya. Aku doakan supaya kalian bisa bersama dengan seizin Allah SWT. Hehe

      Hapus
  26. Yailah, Oky. Pertanyaannya mah sama aja kayak ngajak aku curhat panjang lebar. Mending jangan, ya.

    Mending aku ceritain pengalaman temenku saja. Okeh?

    Dia perempuan. Sebut saja namanya Bunga. Ugh, jangan deh, Bunga terdengar kayak korban pelecehan di koran-koran. Mari kita panggil dia Amanda. Amanda ini punya seorang sahabat cowok. Ia dan sahabatnya sudah saling kenal sejak duduk sekelas di bangku taman kanak-kanak. Masuk SD, mereka sekelas lagi. Masuk SMP, eh, sekelas lagi. Bayangkan, dari segitu banyak Sekolah Dasar, segitu banyak Sekolah Menengah Pertama, kok bisa ya, sekolah dan kelas mereka samaan? Takdir kali ya?

    Singkat cerita, akhinya tiba masanya ketika mereka akan mengenakan seragam putih-abu-abu. Amanda memutuskan untuk masuk ke SMA ***. Mungkin ini saatnya Amanda berpisah dengan sahabatnya itu. Tapi ternyata enggak. Si sahabat memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di SMA yang sama dengan Amanda. So sweet nggak sih? Mau tahu yang lebih sweet lagi? Ini bukan dongeng, bukan cerita novel, tapi mereka MEMANG sekelas lagi di SMA.

    Amanda dan sahabatnya ini terkenal dekat banget. Orang-orang juga cukup mengenal pasangan sahabat legendaris itu. Mereka udah kayak sodara kembar. Gimana enggak? Mereka tumbuh bersama, sejak TK, SD, SMP, bahkan kini, SMA, dan sekelas pula. Aku nggak ingat kapan persisnya hubungan mereka menjadi lebih dari sekadar sahabat. Mungkin karena sudah terlalu nyaman bersama dan masing-masing memang nggak punya pacar, tahu-tahu mereka sudah jadian aja. Iya, sahabat jadi cinta gitu deh, kayak di novel-novel.

    Ada kejadian kocak yang diceritain Amanda. Pernah suatu ketika sahabatnya Amanda ini (sekarang pacar deng, ciyeee), lupa sama ulang tahun cewek gitu. Bego banget kan? Si Amanda pura-pura ngambek dan nggak mau ngomong. Si pacar akhirnya ingat kalau hari itu ulang tahunnya Amanda. Tapi gimana dong, belum beli kado sama sekali. Si pacar kalang kabut. Udah lupa ultahnya yayang, nggak ada kado, plus sekarang yayang nggak mau ngomong. Merasa kasihan karena si pacar sudah panik banget, si Amanda nggak bisa pura-pura dan akhirnya ngakak. Mau tahu kado apa yang diminta Amanda di ulang tahunnya yang ke-17 itu?

    Sebuah kecupan di pipi, di depan teman-teman sekelas.

    WOW. Edan ya?

    Gimana dengan si sahabat? Meski malu-malu, tapi cowok itu akhirnya ngelakuin apa yang diminta Amanda (halah, malu-malu mau). Satu kelas langsung heboh. Untung saat itu nggak ada guru di kelas. (Nggak ada guru lantas cium-cium pipi? Kalau dipikir-pikir lagi, dua orang itu memang edan.)

    Melihat hubungan keduanya yang harmonis selama pacaran dan jarang ada konflik, aku sih positif mereka bakalan kawin gitu begitu lulus. Tapi ternyata takdir berkata lain. Begitu lulus SMA, Amanda menikah, tapi bukan dengan si sahabat. Nikahnya sama lelaki pilihan orang tua, yang masih punya hubungan kerabat jauh dengan keluarga besarnya si Amanda. Sebenarnya orang tua Amanda nggak marah atau apa sama si sahabat Amanda ini. Wong mereka sudah kenal dia sejak TK kok. Orang tua Amanda maupun orang tua si sahabat juga nggak banyak komentar sewaktu hubungan persahabatan anak-anak mereka naik level jadi hubungan percintaan (halah). Yang membuat orang tua Amanda berat menerima si sahabat... adalah karena beda agama.

    Yap. Putus gitu aja hubungan seumur hidup mereka (mulai dari mereka masih ingusan hingga mereka dewesa). Sejak Amanda menikah, keduanya bener-bener lost contact. Mungkin mereka sama-sama kecewa dengan keadaan. Andai si cowok pindah agama, mungkin keadaannya akan berbeda. Who knows, kan?

    Kabar terakhir aku denger si Amanda sudah punya dua anak. Sememntara sahabatnya Amanda nggak jelas nasibnya.

    Sedih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kang Opaaaaan, buset, ini cerita paling panjang diantara yg lain kayaknya, hahaha. But please deh, kenapa ga mau curhat sama aku sih? Iya aku tahu. Aku emang salah. Aku selalu salah #deramak

      But, I'm still glad to read it anw :D

      Wait, let me guess, Si Sahabat (cowok) itu kamu ya Kang?

      Ya ampun kaaang, aku ikut sedih. I'm really sorry to hear that. Tapi kayaknya memang bukan jodoh. Si Amanda, aku yakin bahagia dalam pernikahannya, karena si Sahabat sudah pasti mendoakan kebahagiaannya.

      Sedangkan utk akang, please Kang, move on dan berbahagialah Kang. Aku akan selalu mendoakanmu agar segera jatuh cinta pada wanita yg mencintaimu sepenuh hati dan akan selalu menjadikanmu satu-satunya. Lalu kalian akan berbahagia selama-lamanya kayak dongeng disney. Amin.

      #pukpukKangOpan

      Hapus
    2. PS: Kang, ceritamu ga jadi yg paling panjang. Ternyata komen di bawah ada yg lebih panjang lagi hihi

      Hapus
  27. Well, I would like to tell my love story, love story? I am not sure this is love:)) So let's read this unexpected story haha..

    I can't move on from my ex but... every day I meet someone who can make me forget my ex:')

    Sebut aja dia namanya 'sekoteng'. Dia adalah pelatih kami, dan saya 'anak baru yang masih blah-bloh'. Kami berbeda dua tahun. Saya dua tahun di bawahnya. Cerita berawal dari bergabungnya saya di salah satu unit kegiatan mahasiswa di kampus. Unit ini kegiatannya setiap hari. Termasuk Minggu. Suatu hari kami pulang bareng karena kebetulan searah. Itu pun lewat senior yang lain bilangnya *ngga berani bilang sendiri untuk bareng. Hari itu kalimat-kalimat perkenalan pada umumnya mengisi percakapan kami, percakapan untuk yang pertamakalinya. Sesampainya di rumah saya, dia mengucapkan salam lalu pamit pulang. What a cool boy!, I thought. haha

    Hari-hari selanjutnya kami jadi sering pulang bareng. Bahkan suatu hari kita minum sekoteng bareng di kampus karena jalanan di blok oleh pendukung PERSIB yang hari itu merayakan kemenangan. Hari itu pukul 23.30 WIB. Tapi kami masih asyik bercengkrama. Seperti tak ingat waktu. Seperti tak ingat sudah kelewat malam dari biasanya. Tak ingat apa resikonya sesampai di rumah.

    di hari-hari selanjutnya.. banyak hal kecil yang sekoteng lakukan tapi sangat sangat berarti dan membahagiakan saya. Apakah ini cinta?

    Sampai pada suatu hari sekoteng membuka dompetnya di samping saya. Ada foto perempuan. Cantik. Sangat cantik. Saya langsung berkaca. Tahu diri.

    Keesokan harinya saat latihan, senior saya mengejek dengan yakin bahwa saya suka sama sekoteng. "Keliatanlah." ucapnya yakin-_- dan dia bilang sekoteng sudah ada yang punya. Semakin tahu diri.

    Kami jadi jarang pulang bareng karna saya pulang bareng senior yang lain. Masih mengingat foto itu. Well, I can't fall in love with this boy..

    beberapa hari kemarin teman saya bilang..
    foto yang ada di dompet sekoteng adalah foto mamanya.
    Bukan pacarnya. Dia ngga punya pacar.

    Wah wah wah.. What an amazing boy. I am sure that he deeply loves his mother. What a cool boy.

    Dua dan tiga hari kemarin kami kembali pulang bareng, dengan dia yang mengajak. Bukan saya yang bilang "Kak, boleh pulang bareng?" seperti biasanya. Dua dan tiga hari kemarin kami bercanda, menceritakan pengalaman satu sama lain, tertawa dan bertukar pikiran satu sama lain.

    Tapi sampai hari ini..

    I don't know and not totally sure about this feeling. Am I love him?

    note: sedih. ceritaku ngga dikomen di atas:( mungkin karena nama blognya Life is Beautiful ya kak? Well, I've changed the account name. Semoga yangini dibaca dan masih boleh ikutan hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halooooo sayaaang,

      Maaf ya karena masih sibuk, jadi baru sempat reply satu per satu. Nyicil nih. Hehe. Coba cek diatas tuh udah aku reply semuaaaa. Dan yup, thanks for this comment. Ini akan mempermudah aku utk ngecek entrinya ^^

      Hapus
  28. salam kenal, kak!
    aku juga pengen cerita nih. cerita cinta. tapi.... aku belum pernah pacaran sampe sekarang. seringnyasih patah hati. dan anehnya patah hati yang aku rasakan itu berulang-ulang kak. bahkan sampai hari ini.
    awal ceritanya gini,kak.
    waktu aku masih masa-masa mos SMP. aku tiba-tiba aja jatuh cinta sama seorang cowok. yah yang bisa dibilang gak ganteng tapi juga gak jelek. dia itu orangnya baik. waktu itu aku masih belum kenal sama dia. kebetulan kita satu gugus waktu itu. sampai pada akhirnya kita jadi satu kelas selama 3 tahun di SMP. aku saat itu sudah bisa dibilang kpopers. aku bukan tipe orang yang suka banyak omong. lebih tepatnya pendiam tapi aktif di sekolah. karena sikapku yang cuek, diam gitu, aku jadi gak mudah untuk berteman sama orang baru. berkat kpop tersebut, aku jadi punya sahabat yang sama-sama kpopers juga.
    aku menyukai cowok itu sampai sekarang. sampai aku sekarang kelas 3 SMA. sahabat-sahabatku waktu itu gak pernah tau kalo aku suka sama dia. tahu gak kak apa alesannya?
    alesannya karena aku trauma. waktu aku SD aku juga pernah suka sama cowok sekampungku. yah... cinta monyet. teman2 di kampungku bertanya tentang siapa cowok yang aku suka. dengan muka polosku itu, aku langsung saja membisikkannya. aku bilang pada temanku itu, supaya gak dikasi tau sama siapa2. tapi apa kenyataannya coba... dia malah nyebarin ke seluruh kampung plus2 di kelasku waktu itu. coba apa yang aku rasakan waktu itu. aku ngerasa malu banget. apalagi orang pendiem kayak aku ini. mau ditaruh dimana mukaku itu. dari situlah aku ngerasa gak bisa percaya seratus persen sama orang lain meskipun itu orang terdekatku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thank you for commenting. Haha, sampe dua part nih :)
      Aku jawab panjang di part 2 ya ^^

      Hapus
  29. lanjut ya, kak ceritanya.
    kembali lagi ya kak ke alasan traumaku itu. yah saat itu akupun ngerasa gk bisa percaya temen SMP ku itu. makanya sampai sekarang mereka gk pernah tahu. karena perasaan ini yang gak bisa aku ungkapkan rasanya semakin lama semakin menggumpal dan siap untuk meledak, Kak. percaya gak percaya ya Kak. tapi harus percaya sih. aku ini sering mimpiin dia. eitss. tapi bukan mimpi jorok yah. mimpi tentang apa aja. dia selalu ada di mimpiku. terkadang berapa hari berturut-turut gitu. lalu, beberapa hari kemudian lenyap. nanti hari selanjutnya mimpi dia lagi deh. sumpah. ini tuh bikin cape.
    pernah waktu SMP itu. ada kejadian yg buat aku seperti ditusuk2 beribu pedang. gini ceritanya. dia kan cowok playboy, gak heran waktu itu dia juga sempat-sempetnya pacaran di kelas 3 sama cewek cantik pula. nah kita semua ini satu kelas. aku itu sering banget ngeliat mereka berdua2an. deket2an. bahkan yang paling tragisnya itu ketika di depan kelas kami lagi ngumpul. dan gimanasih kalo orang pacaran itu pasti deket aja duduknya. bahkan tanpa jarak. aku sedang bersusah payah menahan panas di hati. eh mereka malah bermesra2an tepat di depan ku. kak. aku mau tanya, kalau kakak berada di posisiku, apa yang akan kakak rasakan dan lakukan? waktu itu aku melihat mereka berdua dengan tatapan tanpa kedip. entah ada yg melihatku atau tidak. aku gak peduli. mereka melakukan itu seakan2 mereka tau kalau aku ini suka sama si cowok itu. dan mereka mencoba membuat aku iri pada mereka. untungnya aku masih bisa menahannya. dan aku berusaha memalingkan wajahku dengan secepat mungkin supaya tak terlihat olehnya.
    oya, aku bellumkasih tahu satu hal. aku ini adalah saingannya dalam pelajaran. jadi wajarlah. salah satu alasanku tidak mengungkapkannya karena kalau aku ungkapkan, aku merasa harga diriku rendah sekali rasanya. jadi seperti dia yg memenangkan suatu perlombaan jadinya. makanya aku pikir ini tuh sangat rumit. di satu sisi, aku suka padanya. di sisi lain, aku ini adalah sainggannya. aku binggung.
    aku tak mampu mengatakan... aku tak mampu mengungkapkan... hingga saat ini perasaan tlah tertinggal...
    hampir 6 tahun. kita berdua sekarang beda skolah. dia di SMK. dan aku di SMA. terkadang aku sulit untuk melihatnya. tapi berhubung, aku tahu akun FB nya, jadi aku bisa liat update dia. sekedar pengobat rindu.
    oya Kak Oky. sampai disini dulu ya ceritanya. sebenarnya masih banyak ceritaku lagi bahkan sampai hari ini. aku gk punya temen curhat yang bener2 bisa merahasiakannya. makanya aku curhat sama kak Oky.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Tri (bener panggilannya, Tri? Atau Iin? hehe)

      Aku ngerti bgt soal trauma mu itu. Apalagi dg karakter kamu yg reserved dan pemalu, that was must be a big blow in some point in your life. Apalagi kamu masih kecil waktu itu yaa. Mau bagaimana pun, kita ga bisa menghindari masalah yaa, kita cuma bisa mengontrol bagaimana respon kita thd masalah tsb. #sokbijaklagi

      Anw, aku rasa (oke, sebenernya aku curiga) kalo 'dia' kemungkinan besar tahu kalau kamu suka sama dia, Tri. Yah, walopun ada juga kemungkinan dia ga tahu dan ga sengaja PDA sih.. but, that's their time. And you can't blamed them for that. Just let it go, ya sayang. Meskipun sbnrnya aku sndiri kurang setuju dg PDA (apalagi masih mereka SMP, aduuuh aku yg uda gede aja malu *halah).

      Soal bagian kamu bingung karena disatu sisi kamu saingannya, sedangkan disisi lain kamu suka sama dia. Itu juga wajar sih. Soalnya kamu punya sisi kompetitif yg menyebabkan kamu memiliki high pride where he's concerned.

      Saranku, keep low. Atasi dulu masalah gengsimu. Kalau kamu sudah nyaman dg dirimu sendiri, kamu punya sense of understanding, dan mungkin nanti, saat kamu lebih dewasa baik dalam usia dan cara berpikir (yg aku yakin sebentar lagi akan terjadi, like in 2-5 years). Aku yakin, kamu akan siap utk lanjut ke step yg selanjutnya.

      Bisa jadi, kamu move on dari dia. Atau, kalau kamu masih blm bisa move on, kamu harus selesaiin ini dg dia. Caranya, tell him. Ga usah gengsi. Just tell what's ur feeling toward him. Tell him all. But, expect less. Jangan harap utk dpt respon apapun. Karena ga penting apa jawaban dia. Respon dia (entah dia suka kamu juga atau enggak/feeling burdensome with ur confession lalu dia menjauh?) itu tanggung jwbnya, itu hak dia. Yg penting, kamu lega dan dengan begitu kamu bisa move on.

      Move on utk ketemu dg yg lain yg terbaik untukmu. Atau move on sama dia, ke level relationship selanjutnya hehe. Well, I'm talking too much ya. Sorry, ya, hehe. But it was a logical thing if you think it on a simplest way.

      Poin pentingnya adalah: treat yourself first. Deal with yourself first. Be happy for yourself first. Karena kamu harus bahagia dg diri sendiri dulu sblm bs berbahagia/nyaman dg orang lain.

      Aku yakin, Tri akan melewati fase itu nanti. There will be some life changing moments in our life. Kalo ga dari diri sendiri, pasti lingkungan yg akan merubahnya. Itu pasti say. Tunggu aja yaa. Sambil nunggu, let yourself be comfortable. Do it your hobby (I was a kpoppers, too lho. Tapi skg sih udah ga ngikutin lagi, karena ya itu, people change hehe, I prefer kdrama now).

      Do something that you really wanted, that makes you happy. Dan org2 yg tepat bakal dtg dg sendirinya. Atau siapa tahu sudah ada org2 yg tepat (teman, sahabat, atau bahkan, jodoh? hehe) tapi kamu belum sadar aja.

      Kalo kamu masih SMA, berarti, have a lot fun with your friends. Karena masa2 SMA ga akan kembali dan selalu (catat ini: SELALU) jadi hal2 yg paling kita kenang bsk kalo udah dewasa. Aku sendiri blurrr soal masa SMAku, tapi pas udah mau lulusan, well, that was quiet a memories. Skg setiap aku plg ke rumah, PASTI reunian. I still have a really good realtionship with my classmate walopun dulu pas di kelas g akrab2 bgt (yeah, we are similar, right, I'm quite reserved and introverted too).

      Trus, pas sudah kuliah bsk. Aku saranin kamu coba semuanya. SEMUA hal yg kamu mau. Mulai dari shopping, hiking, jalan2, rafting, hang out, ikut lomba, aktif organisasi, etc. When you are happy, you will attract a happy and positive person in your life.

      Oh, dan terakhir. Be grateful for what you already have :D
      Hopefully, you'll have some peace of mind and a sense of acceptance.
      Feel free to talk about thing with me *hugs&kisses*

      #fiuuhngetikpanjang #sokbijakbangetdehaku

      Hapus
  30. hi kak Oky :) sebelumnya kenalan dulu deh, namaku hefty, aku baru tau blog kk dari goodreads, salam kenal ya :D ada cerita menarik dari temenku, jadi gini umm dia tuh suka sama seseorang dari jaman SD sampe sekarang udah SMA kelas 3 mau lulus nih, nah seseorang yg dia sayang itu sekarang udah masuk akpol, kalo aku liat sih perjuangan temenku itu keras banget kak, dia sering dibikin nangis sama doi, pernah dikerjain ama cwe yang ngakunya cewenya doi tapi ternyata cuman suruhan dan temenku dibilang yang enggak". Dia udah terlanjur sayang sama seseorang itu, terlalu bergantung malah, kalo belajar tuh males"an tapi kalo doi nyemangatin nilainya bisa naik drastis, pas pertama kali tau cerita dia sih aku heran kok bisa yah sayang sama orang sampe segitunya, maklum belum pernah sayang sama orang segitu dalamnya sih hehhee menurut kk kalo jadi doi mesti gimana? bertahankan ? atau menyerah dan nyari yang lain?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Hefty, salam kenal jugaaaa.. Thank you, thank you banget udah mampir kesini *I'm happy whenever it happens*

      Soal ceritamu ini.. jujur aja, akan selalu ada org2 kayak temenmu. Dan itu wajar, karena setiap org ga sama. Punya kedalaman perasaan masing2. Punya masalah yg kita ga tahu yg membuat dia jd sangat bergantung thd org yg dia sayang seperti itu. Ga ada yg salah dg temanmu, IMO.

      Daaaan~ ini hanya pendapatku lho, ya. Murni pendapatku. Ga ada kewajiban temanmu dengerin ataupun ikutin adviceku. Dan ga peduli apapun pendapatku, temanmu berhak utk memutuskan apa pun pilihan yg dia inginkan.

      Tapi kalo aku (Sekali lagi, org kan tipenya beda2, cara berpikir beda2, punya masalah beda2 juga), aku sih kurang setuju dg temenmu yg ketergantungan gitu. Karena itu ga baek. Sedalam2nya kita sayang sama seseorang, ga seharusnya kita menggantungkan kebahagiaan diri sendiri ke tangan org lain. We are responsible with ourself, our feelings, our happiness, our actions, and our future.

      Kalau gitu caranya, jangan2 nanti pas disuruh ngelakuin hal2 negative, temenmu nurut aja dong. Karena dia punya mindset, "whatever he say, I'll do it whatever to make him happy. And his happiness is mine too" yg terlalu berlebihan.

      Ketika kita menghargai diri sendiri, kita ga bakal mau diremehin, dihina, direndahkan oleh org lain. Kita ga akan mau disakiti. Kalau kita sayang sama diri kita sendiri, insyaallah org lain juga akan sayang sama kita, karena kita ga akan mau dekat2 sama org yg sukanya nyakitin kita, iya ga?

      Maksudku, she has done everything for him. She has fight for him. Tapi ada saatnya kita HARUS berhenti ngeluarin energi kita utk org yg ga menghargainya. Kalo cowoknya ga merespon dg baik and doesn't treat her well, it's time for her to direct her energy to something else/someone else that will be gladly accept her affection. Hehe.

      Saranku, jelas dia harus menyerah. Cari yg lain. Aku yakin, banyak cowok yg akan lebih menghargai dia. Yang menginginkannya bahagia. Yg mau serius menjaganya. Yg membalas kebaikan dan semua usaha temanmu (kalo ga dibalas impas, ya seenggaknya berbuah manis, syukur2 dibalas lebih). Bukan yg malah ngerjain dan sukanya bikin nangis dia.

      Dan sama kayak saranku lainnya diatas (coba baca balasanku utk Tri pas diatas komen kamu).

      "Poin pentingnya adalah: treat yourself first. Deal with yourself first. Be happy for yourself first. Karena kamu harus bahagia dg diri sendiri dulu sblm bs berbahagia/nyaman dg orang lain."

      Aku harap temanmu lebih kuat dan lebih menghargai dirinya sendiri. Kalau dia masih terima diperlakukan seperti itu (dibikin nangis), berarti temenmu harus berubah, karena ada yg salah dg caranya memperlakukan diri sendiri. Dia seharusnya bisa bahagia dengan atau tanpa siapapun. Kebahagiaannya ga berada di tangan cowok itu, atau cowok manapun. Adanya di dalam dirinya sendiri. Dan aku yakin temanmu bisa. She deserves better!

      When she's happy & comfortable with herself, she will attracts a happy and positive peoples. She will attract a guys that will want to be happy being with her and makes her happy as well.

      Salam buat temanmu ya ^^

      #duhpanjangbangetini #sotoybanget #sokbijak #maafyakcerewet

      Hapus
    2. okay, setuju deh sama pendapat kk, :) klo aku sih prinsipnya "my life is mine" banyak yang bilang ada seseorang yang mengerti diri kita lebih dari kita memahami diri kita sendiri tapi gak selamanya pendapat itu benar, karena yang paling mengerti diri ini adalah diri kita sendiri. Apa yang bisa membuat kita bahagia, apa yang bisa membuat kita terluka, hanya kita yang tau karena kita yang merasakanya. Mereka hanya tau diri kita dari pendapat orang" dan apa yang kita lakukan juga kita katakan, bukan merasakanya langsung :D
      Aku udah pernah bilang kaya gitu juga sama temenku itu, dia bilang susah, karena udah terlanjur, tapi kalo dilihat sih sekarang doi udah gak terlalu bergantung sama dia sih :D thanks saranya :))
      #sokakrab #maapinyak

      Hapus
  31. Aku ikutan ya Mbak Oky :) *maap, baru baca komen Mbak di Path* Aku mau cerita ceritaku sendiri aja deh, wkwk. Jadi, waktu aku SMA, aku punya pacar. Long story short, aku sudah kenal dia sejak SMP. Waktu SMA, karena kita sekelas, akhirnya kita jadian. Dia satu-satunya cowok yang aku seriusin, sayangnya karena aku ngga mau LDR, aku dan dia putus awal kuliah kemarin. Sudah hampir dua tahun putus, bisa dibilang aku gagal move on, haha. Kemungkinan karena setiap kali aku ke kotanya sekarang, aku masih sering nemuin dia (di kota itu, temen-temenku SMA banyak banget soalnya Mbak, jadi yaa, kalau ketemuan sama temen-temen lain, aku pasti ketemu mantanku juga karena kita masih satu circle dalam urusan teman). ValDay kemarin aja dia kirim kado ke aku. Menurut sahabatku, dia juga gagal move on, tapi berhubung kita berdua kejauhan, aku masih ragu nerusin hubungan kita. Aku jadi galau. Tanya Sasti deh, wkwk #lohkok

    Tapi waktu kita pacaran dulu Mbak, kita adalah pasangan paling tidak alay di kelas. We were happy, bahkan untuk ukuran anak SMA, karena dia udah super dewasa dan penyeimbang sifatku yang hyper dan ababil ini. Kita juga ngga pernah PDA, hehe. Hebatnya lagi, dia selalu maklum kalau aku udah mulai ngilerin book boyfriend(s) aku. Kadang emang dia nyebelin sih Mbak, tapi dia kan cowok jadi ada sedikit toleransi. Tapi selama tiga tahun pacaran, dia ngga pernah mencoba mengubah sifatku, dia pengertian, suka becanda, dan anaknya baiiiik banget. I was and am very comfy around him. Mungkin itu kenapa aku ngga bisa move on, hehe. Mana mamaku sering banget nanyain ke aku, kapan kami balikan lagi.

    Mungkin aja aku sudah mengalami cinta, mungkin belum. Aku tahu perasaan anak 16 tahun kadang belum bisa dianggap dewasa. Aku dan mantanku sampai sekarang masih baik hubungannya, kita masih sering ketemu meskipun massal sama teman-teman lainnya. Tapi aku tahu kalau apa yang aku punya sama mantanku itu jenis hubungan yang sangat nyaman dan susah didapat. Karena aku berhasil menemukan seseorang yang mau nerima aku, book-nerd quirkiness and all. Klise ya, hehe, but it's true. Kalau memang apa yang kami punya dulu cinta, aku bersyukur udah pernah mencicipi, Mbak. It was a great three years :) Tapi aku juga berani bilang aku ngga menggunakan mantanku sebagai tolok ukur cowok ideal yang aku cari (ketika aku serius banget udah mau menikah, karena aku baru genep 21 aku ngga buru-buru XD). Karena pada akhirnya, semua bergantung (buatku) pada apakah dia menerima dan mengerti keanehan diriku. Kalau di atas kertas dia sempurna, tapi dia berusaha mengubah aku ke dalam cetakan stereotip tertentu, menurutku itu ngga bagus buat hubungan.

    Waduh kok malah curhat macem-macem. Tapi Mbak Oky yg minta sih :) XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Niiin!! I'm so proud of you for maintaining such a good relationship at such a young age. Even I didn't know what will I do at that age. Tau lah, sukanya cuma nge-kpopers dan nge-kdrama sama baca buku doang. Dan aku salut kalian bikin keputusan yg rasional dan dewasa soal LDRan. LDR is clearly not for anyone, especially for who don't want it. Brave choice.

      But I think you are lucky to have found a bestfriend (and also plus a boyfriend for that matter). And lucky enough to have a healthy social relationship with him. I don't know if you were being in love with him or not, that's a question to answer for yourself.

      Haha, good point for not thinking of a marriage while you're still not ready. Semoga tetap bisa maintain hubungan baik dg dia, Nin. Kalau memang dia jodohmu, you'll be back for each other. But remember, relationship is work. Mungkin ga lama lagi, you need to work it out. You're 21 already, and it's not long until serious relationship towards marriage will come to your mind.

      Hahaha, thanks for sharing ya Nin. Duh, aku sok bijak nih. Soalnya emang terbukti lebih gampang nasehatin org lain daripada ngikutin nasehat, ya ga? *selftoyor*

      Hapus
    2. Iya Mbak, aku jelas bukan cewek yang bisa diajak LDR karena aku whimsy, kalau kepengen ketemu ya harus ketemu. Sayangnya lagi, mantanku anak kedokteran, jadi makin sibuk -____-" dulu kita berhasil LDR selama 1 semester sampai aku akhirnya capek dan dia juga makin ngga enak LDR terus.
      *garuk2 kepala* emang usia bagus buat nikah itu berapa toh? Soalnya teman-temanku SD banyak yg udah kirim undangan dan punya anak. Lah aku? Masih sibuk naikin IPK, ngilerin cowok ganteng, dan nonton bioskop maraton, padahal mommy tercinta sudah ngomel minta cucu XD

      Iya terbukti loh Mbak. Ada yang sering nasehatin aku tapi dianya sendiri ngga mau ngikutin nasehatku #lirikSasti #berdoasemoganggaditendang #Sastikejeduk

      Hapus
  32. Jadi harus cerita tentang love story? Duh.. Oky.. *patah hati lagi* :'(
    Singkat aja deh, ya, soalnya aku nggak sanggup cerita panjang-panjang. Jari dan hatiku bisa sakit nanti. x)

    Aku dan dia udah temenan lama lho, Ky. Kira-kira... hampir lima tahun? Aih, whatever! Kita udah ngobrol banyak hal, tentang apa saja, dari hal-hal umum sampai hal paling nggak penting. Kita udah nyaman satu sama lain. But no, we never said "I love you" or so karena kita memang bukan remaja (idih. remaja?) yang saling jatuh hati. And no, I didn't love him. Iya.. belum. Sukanya pas masing-masih dari kami udah sibuk ngurusin kuliah masing-masing dan kita udah jaraaaaaang ngobrol.

    Aku merasa kehilangan, Ky! :'(
    Ndak lah, aku ndak bilang aku kangen kamu, apalagi sayang kamu. Malah aku ndak pernah ngubungin dia lagi. Yang aku lakuin itu bener nggak ya, Ky?
    *malah nanya*
    *kamu kira ini bimbingan konseling, Lin?*

    xD
    Btw, thanks for the giveaway, Ky!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Lindaaa~ *hughug*

      Hm, bener/enggak? Siapa aku utk bilang ini bener atau enggak.

      But, ingat ga meme yg banyak beredar di socmed. Begini bunyinya:
      .
      .
      .
      Why COMPLICATE Life?

      Missing somebody? ....... Call
      Wanna meet up? ....... Invite
      Wanna be understood? ....... Explain
      Have questions? ....... Ask
      Don't like something? ....... Say it
      Like something? ....... State it
      Want something? ....... Ask for it
      Love someone? ....... Tell it
      .
      .
      Just call him. Haha, and get your bestfriend back!

      Hope you get a good news from him ^^

      PS: Sama-sama. Thanks uda berpartisipasi :*

      Hapus
  33. hi okidokky,
    share cerita pemahaman soal cinta aja yah
    mkay mulai...jengjengjengggg

    bermula dari gadis pertama yang buat aku sayang ke dy, sebut saja mun.
    kita bertemu tahun 1996 di suatu taman bermain. aku ga sengaja nginjak tangan dy pas mau naek prosotan (prosotannya ada rumah"an ny gitu, jd naik tangga ke rumah itu dulu). aku langsung reflek niup tangan dy yang keinjek tadi. kesan pertama itu dy itu cengeng banget. dari situ kita malah deket karena ternyata ortu kita saling kenal.
    entah knp kita ada di topik pernikahan. kita janji buat nikah suatu saat nanti. kedekatan kita berjalan 12 tahun. dlm kondisi itu dy bolehin aku punya kedekatan dengan cewe lain, begitupula aku ke dy. di tahun terakhir kedekatan itu kita LDR karena dy harus kuliah di negri bambu. kita mencoba buat saling memahami apa itu cinta. hingga akhirnya dy harus menikah dengan pria pilihan ortunya. alasannya adalah kemurnian ras dan perbedaan keyakinan. skrg dy udah punya 2 anak yg lucu". kita masih komunikasi meski ga seintens dulu. dan kita masih punya keyakinan, kalau memang jodoh, kita pasti dipertemukan lagi.

    gadis kedua, sebut saja mbem
    mbem itu temen sekelas pas smp dan kita jadian pas sma (masa ini ak masih jalin kedekatan ama mun). mungkin salahku juga yang mencoba menata hidup dy, contohnya aja memberikan gambaran ke dy untuk memilah teman mana yang baik atau tidak, sebut saja anak nakal. sebenarnya kondisi hubungan kita masih bisa dipertahankan tapi aku cuma mengiyakan pas dy minta kita udahan. meski kita udahan, kita tetep komun. dy seringkali cari aku buat minta bantuan kalau ada masalah. pernah 2 hari aku kaburin dy atas permintaan dy. pacarnya itu kejem, suka siksa mbem, bahkan berani buat lempar rokok nyala ke tangan mbem. aku udah coba semampuku buat kasi pengertian ke dy biar udahan aja ama pacarnya, iya berkata iya. hal terakhir yg aku tahu saat itu, pacarnya selalu mencoba bunuh diri kalau mereka udahan, akhirnya balikan lagi. tiba" dy hilang tanpa kabar dan...aku tahu dy udah punya anak dari pacarnya yang kejam itu. aku pengen marah ke dy karena kebodohan dy. tapi itu juga jadi bumerang buat aku karena ujung ke bodohan itu di aku, aku ga bisa jadi pacar pertama yang baik untuk mbem. aku juga ga cari cara buat pertahanin hub kita dulu. mungkin itu krn aku juga masih ama mun.

    -bersambung, char ga cukup-

    BalasHapus
    Balasan
    1. gadis ketiga, tidak, wanita...sebut saja ho
      ak kenal dy jauh setelah mun menikah. aku dan dy tidak banyak kecocokan karena seringnya kita berdebat. tapi dari perdebatan itu aku merasa senang karena memang aku menyukai debat.kita dekat namun tak ada ikatan khusus yang orang bilang sebagai pacaran. aku pernah tau mamanya meninta ia menikah karena memang usianya yang sudah sewajarnya berkeluarga untuk ukuran umum masyarakat di negara ini. dengan gaya khasnya dy mengatakan masih ingin sendiri. kita memang bisa menerima kekurangan dan kelebihan, kita memang bisa memahami keadaan, tapi mungkin satu hal yang paling bermasalah di kita, hal itu bernama komitmen. kita mungkin memang belum siap untuk berkomitmen atau katakanlah belum menemukan pasangan yang tepat untuk diajak untuk berkomitmen. yah, meskipun dulu pernah beredar gosip kita akan menikah, tapi itulah kenyataannya. sampai sekarang aku masih komunikasi dan berhubungan baik dengannya.


      dari ketiga gadis, wanita..ah, sebut saja perempuan untuk adilnya,
      aku mendapatkan banyak hal. aku bersyukur bisa bertemu dengan mereka.
      cinta memang banyak arti, bisa pada keluarga dan hal lain. tapi ini mengenai cinta aku dan dy, cinta aku sebagai lelaki dan kamu sebagai perempuan. aku menemukan suatu kesimpulan mengenai cinta,
      memang kalau jodoh tidak akan kemana, kita akan dipertemukan kembali. namun bisakah kamu bertahan? bertahan menunggukah? bertahan tetap bersamakah? bertahan untuk sayang padanya tanpa menyalahkannya atas kesalahan yang ujung awalnya adalah salahmu? kalau memang kau masih mencintainya, jagalah kekasihmu itu sekuat hatimu. jika kita telah mampu menjaga kasih itu, apa hal yang akan jadi tujuan hubungan itu?
      manusia secara normalnya menginginkan untuk berkeluarga, menjalin suatu ikatan, sebuah komitmen di mana hanya ada aku dan kamu. aku yang mencintaimu dan kamu yang mencintaiku. dan semua itu disahkan secara negara maupun keyakinan yang kau percayai. semua perjalanan itu akan berujung pada komitmen.
      jadi...cinta adalah perjalanan mengarungi komitmen.


      ini versi pendeknya sih, jadi sekian aja deh... wwwww
      @d3733r

      Hapus
    2. Wow.. sungguh pengalaman yg luar biasa ya. Memang, relationship needs to be work it out. Belajar dari pengalaman diatas, semoga kita bisa lebih bijak dalam mengambil keputusan, kudu tahu apa yg kita mau dalam hubungan, saling respek dan harus lebih hati2 dlm memilih pasangan.

      Good luck ya Mas Rudy, supaya bisa segera dipertemukan dg jodoh yg bisa diajak komitmen dalam perjalanan hidup Mas. Amin :)

      Hapus
  34. Seru-seru banget baca komen-komennya, haha.
    Bingung mau cerita apa nih. Oiya, tentang temen pas SD aja deh. Jadi waktu kelas 5 SD, ada tuh ceritanya cinta-cintaan monyet gitu sama temen kan. Rasanya mau ngaku malu, gak ngaku juga udah keliatan banget. Apalagi kita udah kebilang deket dari kelas 3 SD. Lucunya, pas kelas 5 kan ada anak pindahan cowok dan aku jadi deket banget sama si anak pindahan karena dia lucu dan asik gitu. Ternyata temen yang aku suka itu cemburu gitu deh dan kita malah jadi berantem-berantem gak penting. Sampai aku akhirnya pindah kota, rasanya nyesel banget gak bisa pamitan sama dia karena hubungan kita yang love-hate-relationship-an gitu. Well, mungkin walaupun itu cinta monyet tapi keitungnya jadi first love juga kali ya? Soalnya sampai sekarang gak bisa ngelupain, lucu aja kalau diinget-inget.

    Gitu deh Kak Oky, gak tau mau cerita apalagi abisnya, hahahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha iya nih, aku jg ga nyangka bakal seseru ini kisah2 cinta teman2 :D
      Hahaha, aku jadi ingat kalo zaman SD dulu, biasanya anak yg suka gangguin itu sbnrnya naksir gitu kan, makanya dia jd nyebelin dan caper. Tapi seneng juga ya, jadi kenangan manis masa kecil yg bisa diceritakan ke anak cucu kelak *eaa

      Hapus
  35. Ini adalah sekilas cerita yang membuatku ragu untuk menjalani hubungan lagi. Ada banyak hal yang membuatku mempertimbangkan untuk menjalin sebuah hubungan.

    Aku bertemu dengannya satu tahun yang lalu, lebih tepatnya bulan September. Dan sekarang, dia adalah masa laluku. Sebuah masa lalu yang masih melekat di ingatan. Bagaimana tidak, kami hampir setiap hari bertemu. Bertegur sapa, bercanda dan berbagi cerita bersama. Dia sangat pintar dalam hal melucu dan aku menyukainya. Rasa suka itu terus melebar, selebar lautan. Setiap hari, aku sangat menantikan dia datang dan menyapa. Saat dia tidak hadir, aku gelisah mencarinya. Yah, sebuah cinta konyol mungkin.

    Tapi akhirnya cinta itu pergi seiring dengan kepergianku. Aku terpaksa harus pergi karena pendidikan. Dan jarak jauh mulai membentang lebar di depan kami. Awalnya aku menganggap itu biasa, karena kami bisa mengatasinya. Tapi lama-lama cinta itu pudar juga layaknya cat dinding rumah yang mulai mengelupas. Waktu memang bisa mengubah semuanya, benarkan?

    Sulit sebenarnya melepasnya. Apalagi dengan kenangan yang sudah melekat erat di pikiran. Karena semakin aku melupakan masa lalu itu, dia akan terus hinggap dan menggerogoti seluruh pikiranku. Hampir setiap malam aku tidak bisa tertidur karena masa lalu itu. Dan tentu saja menangis. Menangis karena ternyata dia bukan orang yang bisa kumengerti. Dia berbeda, sejak saat itu dan aku mengetahui bahwa dia memilih orang lain. Dia dengan terang-terangan mengungkapkannya kepadaku tanpa rasa bersalah terpancar di wajahnya.

    Menurutku lebih baik menyisihkan sedikit ruang kecil dalam hati untuk menyimpan masa lalu itu. Karena dari masa lalu itu, aku akhirnya tumbuh menjadi perempuan yang kuat dan tegas hingga sekarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Why not? Dari yg aku baca, itu memang kenangan yg memang indah. Untung bukan kenangan buruk ya, hehe. But, that's it. A beautiful memories.

      Udah saatnya let it go, ikhlasin aja.. *lalu ter-frozen* Let it goooo~
      You deserve something better. Not necessarily a spesific person, but a spesific future. Fokus aja dengan diri sendiri. Be happy. Kejar cita2 yg blm tercapai. Kejar apapun yg buat kamu bahagia. Karena masa lalu ga ada gunanya, selain dijadikan pelajaran utk masa depan. Ga usah disesali, ga usah dilupakan juga. Lebih gampang berdamai dg diri sendiri. Trus move on deh.

      I know, kayaknya gampang ngomongnya daripada ngelakuin ya. Tapi aku emang ga pernah bilang gampang sih. Cuma nyaranin aja utk fokus sama diri sendiri. Aku senang dengernya Mbak skg jd perempuan kuat dan tegas. That's good! Tinggal jalanin aja keadaan ini sebaik2nya. Aku harap setelah nanti siap, bisa ketemu seseorang yg worth it :)

      Hapus
  36. Tahun 2005, aku masuk SMA. Harusnya, aku senang karena bisa lulus SMP dan bisa memakai seragam putih abu-abu. Tapi, hal tersebut tidak terjadi padaku. Saat itu, aku gagal masuk SMA negeri di kotaku karena aku tidak lulus tes masuknya (ya, saat itu, untuk masuk SMA negeri harus melalui tes tertulis, bukan dengan NEM UN). Ketika tahu aku gagal masuk SMA negeri, ayahku sangat marah. Dia bilang, aku gagal masuk negeri karena aku anak yang suka ngelawan orangtua (jadi ketulah gitu) dan--ini yang bikin aku sedih plus sakit hati--kata ayahku, aku akan susah punya masa depan yang bagus kalau pas SMA, sekolahnya di sekolah swasta. Saat itu aku hanya bisa heran dan berpikir, 'segitu pentingnyakah sekolah negeri?'. Alhasil, aku masuk SMA swasta yang biasa-biasa saja dan nggak terlalu mahal di kotaku. Aku sudah tidak bersemangat saat itu. Makanya, pas hari pertama ospek, aku malah tidur di kelas. Tapi, pas hari kedua ospek, aku memang tidur lagi, tapi tidak selama di hari pertama. Soalnya, di hari kedua, aku terbangun dari tidur karena suara seorang cewek. Cewek yang sedang berbicara di depan kelas untuk bertanya kepada senior yang sedang memberikan materi. Pas aku bangun, aku melihat ada sosok cewek berediri di depan kelas. Dengan wajah manis. Dan tersenyum. Entah kenapa, aku malah langsung tersenyum juga. Itu senyum pertama sejak aku dimarahi ayahku. Entah karena melihat wajah cewek itu yang manis. Entah karena senyumnya. Entah karena suara cewek itu yang memang merdu (dia vokalis band, anyway). Entahlah. Yang pasti, setelah kejadian itu, aku langsung semangat ospek. Semangat sekolah di SMA swasta-ku itu. Semangat menjalani masa-masa putih abu-abuku selama tiga tahun dulu. Aku masuk paskibra dan OSIS karena dia. Aku pun bela-belain masuk IPA karena dia. Dia, cewek itu, yah... sebut saja inisialnya SYS. Terima kasih. Terima kasih karena, setidaknya, sudah membuat masa putih abu-abuku berwarna dan juga membuatku kembali bersemangat. Terima kasih, SYS... :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini nih cerita yg paling aku suka. Hahaha, suka sama seseorang ga harus langsung 'in relationship' ya. Hebat nih kamu sukses terpacu dan termotivasi karena adanya seseorang yg sangat menginspirasi dan memberi pengaruh positif buat kamu :)

      Haha, salam buat SYS ^^

      Hapus
  37. Warning: ceritanya panjang banget dan silahkan skip saja kalo bosan.

    Jadi, sejak kecil aku ini pindah-pindah kota karena tugas papaku. Seluruh Kalimantan sudah aku jelajahi karena seringnya pindah ini. Dan saat itu aku kelas 3 SMP, terdampar di kota Balikpapan. Aku bukan tipikal yang gampang bergaul dan banyak omong, tapi karena aku waktu itu bersama anak-anak yang baru pindah juga (totalnya ada 7 yang termasuk aku di dalamnya), makanya aku bergaul dengan mereka. Dan karena kami berbicara dengan bahasa 'lu gue' (semua teman-temanku yang anak pindahan itu dari Jabodetabek) ditambah juga salah paham dengan anak-anak SMP yang menjadi sekolah baruku, aku dilabrak pada hari ketiga sekolah di sana, hahaha. Tapi anehnya, aku malah gak kena labrak samasekali (yang setelah di usut ternyata karena mereka takut duluan lihat aku gegara pasang wajah datar).

    Setelah beradaptasi selama tiga bulan, akhirnya aku punya beberapa teman dan tentu saja aku tetap berteman dengan teman-teman sesama anak baru. Salah satu teman sekelasku ini (yang juga anak baru tapi masuknya lebih telat seminggu karena urusan di sekolah lama belum kelar) suka curhat soal cowok yang dia sukai. Nah, temanku ini namanya Dina (bukan nama sebenarnya) dan cowok itu namanya Fajri (bukan nama sebenarnya). Karena dia tahu aku temenan dekat sama tukang comblang yang tingkat kesukesannya 99% (1% gagal karena gak berhasil mencomblangkanku dengan siapapun, wkwkwk). Dan setelah konsultasi dan segala macamnya--yang tidak aku ikuti dengan baik karena aku lebih suka baca komik saat Dina sedang konsultasi dengan mak comblang-- akhirnya Dina dan Fajri ini pacaran.

    Pokoknya berdua itu bisa dibilang pasangan paling 'so sweet' pada masa itu. Tapi nyebelinnya, kalo mereka pacaran aku selalu dibawa-bawa--dengan sebelumnya disogok komik atau makanan biar gak balik menganggu sejoli ini. Bahkan pas valentine, dikasih coklat sama si Fajri sebagai sogokan (sekaligus kode minta ditinggal berduaan sama Dina), sementara Dina sendiri dapat boneka beruang warna pink, bunga mawar merah dan juga coklat.

    Tapi mereka pacaran gak terlalu lama, mungkin kalo dihitung-hitung lama proses PDKT (termasuk naksir dari jauh) itu jauh lebih lama dibandingkan dengan masa mereka pacaran. Dan saat mereka putus, aku yang sibuk menenangkan si Dina biar gak galau serta aku terpaksa mengerjakan beberapa tugasnya saking dia masih dalam masa galau.

    Kutanya Dina kenapa putus, dia gak mau jawab. Mau nanya sama yang nyomblangkan, lupa terus. Kebetulan waktu mereka putus itu sudah dekat UN, jadi aku sejenak lupa soal ini. Bahkan aku juga gak begitu peduli jika aku dan Fajri itu sering satu bis yang dimana tempat duduknya selalu deketan atau kalau dia gak kebagian tempat duduk, berdirinya dekat aku. Selesai UN dan mencari SMA lalu mengurus ini itu--yang kalo dijelaskan soooo boring.

    Intinya, beberapa bulan kemudian aku masuk SMA yang dekat rumah dan favorit--minus (telat) tahu kalo sekolah itu ternyata kumpulan anak-anak 'holang kayah'. Dan ternyata, aku satu sekolah dengan mak comblang (mari kita sebut namanya Siska) dan juga Fajri. Saat ketemu dengan Siska, nanya kabar dan basa-basi gak mutu, entah darimana tiba-tiba kepalaku langsung teringat soal Dina dan Fajri. Jadi karena kepo, aku tanya kenapa mereka udahan dan jawabannya bikin shock banget.

    "Sebenarnya, Fajar itu bukan mau dicomblangkan dengan Dina, tapi sama kamu. Tapi aku tahu Dina naksir sama dia dan kamunya juga saat kutanya mau dicomblangkan sama orang jawabannya gak mau, jadinya mereka pacaran. Tapi you know lah endingnya gimana."

    Rasa bersalahku di titik itu tinggi banget. Pantas aja waktu dekat-dekat kelulusan, teman sebangkuku pernah bilang kalo Dina itu menjelekkaku dari belakang. Pantas aja sifatnya jadi agak berubah setelah putus dengan Fajri. Pokoknya di situ aku galau dan lumayan stress banget, apalagi saat itu Fajri dengan aku lumayan dekat. Dekatnya sih menurutku cuma sebagai sesama teman SMP doang pada awalnya--yang belakangan berubah jadi beneran suka.

    *masih ada kelanjutannya, gak muat di sini*

    BalasHapus
    Balasan
    1. (lanjutan di atas)

      Beberapa lama, aku canggung berhubungan dengan Fajri semenjak tahu kebenaran di balik putusnya doi dengan Dina. Apalagi saat aku minta maaf sama Dina soal hubungannya dengan Fajri yang tidak berakhir dengan baik yang malah berujung dengan kami berdua bertengkar lalu musuhan. Sebenarnya, kalau dilihat dari situasi waktu itu, aku bisa saja pacaran dengan Fajri karena kami berdua memang sama-sama suka dan cuma perlu nunggu waktu biar kami berdua jadian.

      Tapi aku milih gak jadian dengan Fajri dan pacaran dengan cowok lain karena aku merasa gak enak sama Dina--meskipun saat itu kami sudah musuhan. Fajri tahu itu galau selama seminggu sebelum dia punya pacar dari sekolah lain. Saat aku putus dengan pacarku karena bosan (dan kami berdua sebenarnya sama-sama lebih dari tahu kalau status ini cuma pelarian doang akibat gak bisa bersama dengan orang yang kita sukai), Fajri juga putus dengan pacarnya. Naik kelas dua SMA, dia pindah ke Bandung dan satu-satunya orang yang gak tahu dia pindah adalah aku. Saat aku tanya beneran dia pindah, dia jawab ya dan aku tanya kenapa gak ngomong, dia bilang biar gak merubah keputusannya di detik-detik terakhir.

      Disitu terasa nyesek. Nyesek karena meskipun kita sudah milih gak bersama dan cari pelarian, kita berdua tahu kalo sebenarnya saling cinta. Bahkan saat dia sudah pindah ke sekolah barunya, kami berdua masih sering berhubungan---sebagai teman tentu saja. SMA kelas 2 semester 2, aku ditembak oleh adik kelas dan sebenarnya aku bilang gak, tapi dia maksa dan terpaksa aku pacaran dengan orang ini. Dan Fajri sendiri juga sudah punya pacar (yang namanya dan wajahnya MIRIP BANGET sama aku). Aku sama adik kelas ini cuma satu bulan, sementara Fajri sendiri hampir satu tahun lalu putus.

      Sempat lost contact, karena aku gak bisa move on dari doi. Butuh waktu tiga tahun untuk bisa move on dari cowok bernama Fajri ini dan komunikasi kami berdua sekarang jarang banget. Tapi meskipun aku seringkali gonta-ganti nomor atau username media sosial kalo menghubungi doi kalo penasaran dengan kabarnya, dia tahu kalau itu aku. Kutanya kenapa, jawabannya kadang bikin galau seminggu dan menyesal gak pacaran sama dia waktu SMA.

      "Karena entah bagaimana caranya, aku tahu itu kamu. Gaya bahasamu gak bisa bohong kalau itu kamu. To the point dan kadang sarkastis, tapi bisa membuat tertawa padahal kamu gak bisa melucu."

      Sekarang sih aku sudah benar-benar sudah move on dan kalopun bertukar kabar, paling sekenanya saja. Kami berada di dunia kami masing-masing, mengejar masa depan masing-masing dan kalau memang takdir, kami mungkin bisa bertemu lagi untuk menertawakan masa lalu :)

      *hosh capek juga ya nyeritain ini*

      Hapus
    2. Wow, panjang banget.. hahaha. Tapi lega yaa udah cerita. Dari yg aku baca, you sounds like a very assertive person. And you have very clear perspective. Haha, meskipun ujung2nya nyesel yaaa, itulah kenapa balasan komentarku diatas selalu nyinggung2 utk do something biar ga ada penyesalan. Karena nyesel itu lebih nyesek daripada move on. Gampangan move on lah pokoknya.

      Anyway, aku tetep salut kamu punya komitmen kuat atas keputusanmu sendiri. Apalagi skg sudah bisa move on dan sedang fokus utk ngejar cita2 dan masa depan. And that's saying something, you are an incredible person. Good luck for you :)

      Hapus
    3. Iya kak, karena doi aku belajar untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi. Yang jika benar-benar jatuh cinta pada seseorang, kejar dan terima semua kekurangannya dulu, baru bisa meminta orang itu menjadi yang lebih baik lagi.

      Tapi berkat doi juga, aku 'hampir' mati rasa terhadap cowok. Takut menyakiti orang lain dan lebih milih mematikan kepekaan diri sendiri bahwa sebenarnya (mungkin) ada seseorang yang suka sama aku. Kalaupun memang ada, aku hanya mau menerima orang yang datang kepadaku langsung dan bilang dia suka sama aku, bukan dari kode-kode ataupun berharap agar emosi diriku bisa lebih terlihat seperti perempuan lain.

      Karena aku tidak pintar mengekspresikan diri dan hanya beberapa orang yang mengerti tentang yang satu ini.

      Hapus
  38. Ini cerita tentang temen gw aja kali ya. Sebut aja si cowoknya A dan ceweknya B. Jadi si A dan B ini sekelas *kebetulan sekelas sama gw juga ^^* awal mula hubungan mereka itu waktu kelas 10. Si A sukanya manggil2 B itu pake panggilan sayang kayak 'babe, say," gitu, dan biasanya si B selalu kabur karena jijik. Kalo diliat dari sifat A yang sukanya ngegombalin cewek sih wajar aja sih, tapi bedanya kalo ke si B ini si A terus2-an. Sampe suatu saat si B bales panggilan itu, dia manggil A pake babe! Dan begitulah, setelah kejar-kejaran, cie ciean, akhirnya mereka jadian juga. Sampe sekarang malah! Sekarang gw kelas 11 semester dua. Dan kenyataannya, pacaran kali ini adalah pacaran terlama bagi A. (walaupun sering egoiegoisan dan berantem, mereka tetep couple paling unyu dikelas ^^)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aw, so sweet hahaha. Semoga mereka selalu menjadi versi tebaik dari diri mereka sendiri :)
      Salam buat couple paling unyu dikelas :D

      Hapus
  39. Hi mbak Oky, tiba-tiba nemu giveaway ini... jadi mau coba ikutan. :)

    Salah satu kisah yang paling saya ingat... Sebutlah ada dua orang, si A perempuan dan si B laki-laki. Si B ini adalah seseorang yang supel dan mudah dekat dengan orang lain, sementara si A adalah seorang pemalu. Singkat cerita, si A dan B berkenalan di kampus dan berhubung keduanya bergabung di organisasi jurusan dan mengikuti kompetisi tahunan yang sama... mereka sering menghabiskan waktu bersama-sama. Berawal dari membahas pekerjaan dan permasalahan kompetisi, lama kelamaan mereka semakin sering pergi bersama- berdua saja. Namun si B ini kerap membuat si A bingung. Sekali waktu ia bersikap hangat dan dekat, di lain waktu bisa saja ia bersikap acuh tak acuh; tidak bahkan menyapa ketika berpapasan. Tentu saja hal ini membuat A merasa sakit hati, terlebih setelah ia menyadari kalau ada sebuah rasa lain terhadap si B. Ia hanya mampu mengatakan kepada dirinya berulang2 bahwa si B bukan untuk dimilikinya. Hingga akhirnya, sebuah kejadian yang sebenarnya konyol pun terjadi. B yang tidak suka dengan gosip antara dirinya dengan A tersebar di kampus mencetuskan sebuah ide aneh; mengajak A untuk meresmikan status mereka di social media. Entah kesambet apa, A pun setuju- dan itulah awal dari kisah mereka sebagai... er, pacar gadungan. Semua seharusnya berjalan sama saja, namun lagi-lagi tingkah B membuat si A bingung. B memperlakukannya bahkan lebih dekat dari sebelumnya, dan kadang menyakitinya lebih parah dari sebelumnya. Tak tahan dengan keadaan itu, akhirnya A menantang langsung B dan mempertanyakan sikapnya. Tak diduga, si B mengatakan dengan tegas bahwa ia membenci A dengan sungguh-sungguh, membuat air mata A mengalir deras begitu saja, mengakhiri kisah keduanya secara total.

    Bertahun-tahun kemudian, A dan B sudah berlaku normal, seolah tak pernah terjadi pertengkaran apapun. Mereka tak lagi sedekat dahulu, namun juga tak lagi bertengkar dan saling menjauhi. Terkadang sebersit rasa itu masih ada dalam diri A, namun sekuat tenaga disimpannya dalam. Tak pernah dikeluarkannya, tidak sekalipun ketika seorang teman menanyakan kepada A... "Tidakkah kau sadari bahwa ada sesuatu yang lebih dari B khusus untukmu? Are you that slow, or dense?" Tidak. Tidak bahkan ketika secercah harapan menghampirinya. Karena bagi A, masa lalu itu tidak untuk diulangnya.

    -END-
    Maaf ya kalau garinggg... XP Yah akhir kata, sebenarnya A adalah saya dan B adalah kakak kelas saya saat itu. ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi A *pukpuk
      Aku pengen berpendapat dikit nih soal ceritamu, boleh ya:

      First: B is a jerk.

      Second: A is not assertive enough. You should have respect for yourself and NEVER gotten into FAKE relationship. Or any relationship that have only have one interested party. You need to have a mutual feelings and respect from each other in relationship. Sorry it's sounds harsh, but you bringing this unfortunate event yourself :(

      Third: Forgive yourself first. Then forgive him. Then, forget about it.

      Fourth: Move on. He doesn't deserve you. A man who knows what he wants wouldnt do that to you, or to anyone. He's simply being a jerk, or he's a jerk. I dont hv respect for him. But he can always change to be a better person, but If I'm A, I'd never get myself into relationship with him again, ever.

      Fifth: Move on. Then move up. You still have a bright future ahead you. And by future, I mean, a better education, prospect of good life, with good job and good social life with good people.

      Sixth: If this will makes you better. You will eventually meet another person who respect, adore and fully loves you. Loves you unconditionally. And that's definitelly not him. Get him out of your mind and your life (not literally, but you understand, right?). You better off without him (and all of jerk guy) lingering your mind.

      I'm glad to know that you have no plan to be back with him. I hope you find happiness in everything you do. *hug hug*

      Hapus
  40. Hai mbak..

    Jatuh cinta itu seperti apa, ya? Saya sama sekali belum pernah ngerasain yang namanya jatuh cinta. Atau.. saya sedang berdalih? Atau mungkin karena saya belum tahu gejala-gejalanya? Ah, kalau dipikir-pikir saya memang kalah sama anak-anak ABG, ya? hehe..

    Tapi, tak apa. Yang pasti harus saya akui, bahwa setiap orang pasti memiliki cinta. Diumur sekarang yang sudah tidak remaja lagi, saya belum pernah sekalipun merasakan yang namanya pacaran. (wah, curcol)

    Prinsip saya hanya ingin fokus bahagiain orang tua dulu, sebelum menikah. Untuk saat ini, cinta saya sepenuhnya didedikasikan kepada orang tua, terlebih keluarga. Sebab saya sadar, belum bisa memberikan sesuatu yang betul-betul disebut layak untuk mereka. Jasa mereka teramat besar. Masih banyak utang yang harus saya bayar kepada mereka, seperti : merenovasi rumah, menyekolahkan adik ke jenjang yang lebih tinggi, merintis usaha, dan sebagainya. Hingga saya tidak fokus untuk berpaling ke cinta yang lain. Wajarkah saya tidak pacaran? Egoiskah?

    Intinya, keluarga itu bagi saya adalah prioritas. Standardnya jika adik-adik saya sudah cukup besar, saya akan mulai belajar lepas dan mencari cinta yang lain (tanpa melupakan cinta keluarga). Biarkan adik saya secara estafet meneruskan kewajibannya sebagai anak untuk membalas kebaikan orang tua. Lalu setelah itu? mereka pun berkewajiban mencari cinta yang lain.

    Satu hal yang saya takutkan adalah... ketika melihat sebuah keluarga kecil di sekeliling kita yang hidupnya kurang persiapan. Akibatnya anak yang jadi korban. Bahkan ada yang sampai jual anak karena minimnya ekonomi. Saya ngeri membayangkannya. Semoga itu tidak terjadi kepada kita, ya. Meski begitu, bukan berarti saya tidak percaya atas rezeki-Nya. Maksud saya adalah lebih mengarah ke persiapan lahir dan batin. Saya percaya bahwa rezeki tidak akan tertukar, asal diiringi dengan usaha dan do'a. Setidaknya itu yang sedang saya perjuangkan. Menyiapkan target harusnya jadi PR buat saya, karena usia berkurang tiap detiknya. Namun teori tak akan berarti, jika tanpa aplikasi. Go fighter!

    Omong-omong, saya mungkin pernah merasakan jatuh cinta/naksir terhadap teman SMA dulu. Tapi saya takut itu cuma rasa kagum saja. Hingga akhirnya rasa itu selalu saya redam. Pernah saya jealous saat dia sudah diambil orang. Bahkan orang itu teman saya sendiri. Tapi saya tidak terlalu ambisius. Apa saya terlalu cemen, ya? Yang pasti... Saya pikir lebih asyik fokus belajar dulu, deh. Saya tidak peduli perkataan orang lain, jika realitanya memang saya belum pernah pacaran.

    That's all. Comment ini jujur saya tulis sebagai bahan renungan untuk diri sendiri, khususnya.

    Boleh loh kasih kritik saran baliknya, terima kasih!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Well, yg aku lihat, you are single by choice. So, who am I to judge your life choices. Tapi kalo memang itu yg kamu pilih, then stick to your choice. Make a commitment about it. And never, hear me say NEVER whining about it :D

      I've been there. But then, life changes. People changes. I'm changing. So here I am now. You'll choose to be in relationship when you are ready eventually. :D

      Thanks for sharing

      Hapus
  41. Hai hai ^^
    Aku pacaran dengan suamiku selama 7 tahun sebelum kami menikah. Dia teman kakakku dan saat ia berkunjung ke rumah, kami bertemu. Lucu sebenarnya, apalagi jarak usia kami berbeda jauh. Tapi ajaibnya kami cocok, meskipun pertengkaran tetap ada. Perbedaan usia ini membuatku tidak hanya mendapatkan seorang kekasih tetapi juga seorang teman dan kakak sekaligus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. That's. So. Sweet! I'm happy for you and your marriages! Semoga tetap langgeng, bahagia dan selalu berkah dalam pernikahan ya mba :D

      Hapus
  42. Ini pemenangnya siapa Mbak jadinya? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sori telat ya pengumumannyaa.. cek post terbaru ya De

      Hapus
  43. Dan saya telat :(( *hiks hiks*

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...