Senin, 16 Maret 2015

Monthly Giveaway March 2015

Monthly Giveaway March


Memasuki pertengahan bulan maret 2015 apa saja resolusi kecilmu yang sudah tercapai? Saya sendiri agak kendor nih progress baca dan reviewnya. Karena satu dan lain hal yang menyebabkan saya tidak mood mereview padahal antrian sudah banyak. Inshaallah bulan ini tuntas dan bisa terus update review-review baru :)

Sudah tiga bulan ini juga saya mengusahakan menyelesaikan satu buku non-fiksi. Meskipun sayangnya, saya tidak tertarik untuk menulis reviewnya sama sekali, tapi buat saya ini suatu pencapaian yang luar biasa karena berhasil keluar dari zona nyaman buku-buku fiksi.

Ah, cukuplah saya berceloteh panjang lebar. Sebelum lupa nih, untuk Monthly Giveaway bulan ini saya ingin menghadiahkan sebuah novel dari lini #WeddingLit keluaran Penerbit Bentang. Judulnya Yummy Tummy Marriage karya Nurilla Iryani. Bagi yang berminat mencoba keberuntungan (and doesn't mind to put a lil bit effort) silakan segera isi rafflecopter di bawah ini

CONGRATULATION 

PAULINE DESTINUGRAINY

  • Pemenang harap segera konfirmasi Nama, Alamat Lengkap (sertakan Kec, Kel, Kab/Kota, Provinsi, Kode Pos, dan No. HP melalui Contact Me Form maksimal 4 April 2015.
  • Apabila pemenang tidak melakukan konfirmasi sesuai batas waktu yang telah ditentukan, maka akan dipilih pemenang baru.

  • Sign in: masukkan email atau username facebook kamu
  • Wajib isi nama dan identitas yang bisa di hubungi
  • Wajib meninggalkan komentar 
  • Lainnya Optional (follow GFC, subscribe email, follow twitter, follow bloglovin, tweet giveaway, dll) 
  • Semakin banyak mengisi entry, maka kesempatan menang semakin besar
  • Giveaway berlangsung tanggal 16-03-2015 pukul 09.00 WIB s/d 27-03-2015 pukul 12.00 WIB
  • Pemenang akan diumumkan tanggal 30 Maret2015
  • Saya akan mengecek seluruh entry dan entry yg tidak valid akan dianggap gugur
  • Ada yang mau di tanyakan? [contact me]
  • Goodluck (^________^)

a Rafflecopter giveaway

33 komentar:

  1. Pengalaman pertama ketemu teman2 BBI. Masih ingat deh di Dunkin Donuts Gramedia. Ada kamu, Dion, Alvina dan aku. Jujur ya...saya nunggunya sambil deg-degan. Kalau di medsos kalian orangnya asyik habis. Gimana nanti kalau ketemuan? Bisa nyambung nggak ya? Then it happens.... Kalian memang asyik habis-habisan. Saya jadi merasa sangat diterima.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga masih inget banget waktu itu kita masih ber-4 ya mba. Sekarang udah makin tambah banyak, sampe bisa kopdar sama BBI Solo dan Semarang, seneng bangettt >.<

      Hapus
  2. Eeh, first impression nih ya? Yang paling lucu itu menurutku aku dan mantan pacarku (aku ikutan GA bulan februari, kalau Mbak masih inget XD). Anyway, waktu SMP, aku dan dia kebetulan satu grup kelas waktu kursus di bimbel. Dia kan anaknya pendieeeem, banget. Berhubung kelasnya dia itu saingan sama kelasku, aku sering denger kalau dia anaknya snob gitu. Alhasil, beberapa minggu pertama aku kasih dia cold shoulder. Anehnya, setelah sekitar 3 bulan dia nanyain aku sesuatu (aku lupa apaan), aku mulai punya pandangan berbeda. Kebetulan juga sahabatku anak dari kelasnya mantanku, dan akhirnya pendapatku ke mantanku berubah total karena dia sangat amat tidak snob, dan sampai sekatang jadi satu dari sedikit orang yg paling understanding.

    Kadang apa yang kita liat dan dengar emang berbeda dengan kenyataan kan? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ooh, jelas dong aku masih ingat mantan pacarmu itu :))

      Hapus
  3. Aku akan menceritakan pengalaman Dude, sahabat baikku, di awal perkenalan kami.

    Saat aku SMK dulu, aku ini... err, pendiem pakai dewa. Hanya ngomong seperlunya. Hanya ramai ketika di tulisan saja.

    Ketika aku masih duduk di bangku MTs, aku masih semangat sekali menulis naskah pertamaku yang terinspirasi dari Harry Potter dan Final Fantasy VIII. Semangat itu terbawa ke SMK, jadi hari-hariku sering kulewatkan dengan menuliskan naskahku tersebut. Di jam kosong, di waktu istirahat, di kala menunggu guru datang aku menggoreskan penaku di buku khusus naskah. Entah karena aku memancarkan aura yang membuat orang tak mau mendekat atau memang aku terlihat gahar, yang jelas saat aku berkutat dengan naskahku tak ada seorang pun yang mengusikku.

    Hanya Dude yang berani.

    Saat itu jam istirahat dan aku sedang berada di perpustakaan. Mencoba, apalagi kalau bukan, menyelesaikan naskahku. Tiba-tiba dia datang dari belakang dan menyapaku, dan menanyakan apa yang aku kerjakan. Sontak aku kaget dan secara refleks menutupi apa yang aku kerjakan. Aku memang agak malu memperlihatkan naskahku. Dan karena tak ingin terlihat konyol aku memintanya pergi.

    Kasar sekali ya? Kelihatannya memang begitu. Aku sendiri kalau membatjanya sendiri dan mendengar orang lain mengatakannya jelas akan tidak setuju dengan apa yang aku lakukan. Tapi kalau boleh membela diri, setiap orang memiliki gerak refleks sendiri-sendiri. Dan tahu sendiri-lah gimana orang panik itu suka bertindak? :p

    Berbulan-bulan kemudian, ketika aku dan Dude telah jadi sahabat baik, karena ternyata kami punya banyak sekali kesamaan, Dude "mengaku" bahwa dia mengira aku ini orang yang sombong. Tapi ternyata, kata dia ya, aku ini anaknya asyik, keren, pandai menabung, memiliki aura seperti pangeran... oke, oke, beberapa di antaranya karanganku saja, hahah.

    Kami berteman hingga sekarang. Meski sekarang ini dia lebih sibuk dengan pekerjaannya. Aku sih nggak sibuk-sibuk amat, cuman ngurusin toko kecil di rumah dan toko buku online Story Eater Corner #eaaak Tapi komunikasi terus berlanjut dong. Akhir tahun kemarin kami pergi ke Kediri beli "jeroan" komputernya dan, tentu saja, banyak buku di Gramedia dan Togamas.

    Tidak ada yang salah sih dengan first impression yang mengarah ke hal yang salah, kalau menurutku. Setiap orang punya standar masing-masing dalam menilai banyak hal. Yang tidak aku setuju itu ketika sudah salah lalu jatuh ke benci padahal salah itu hanya di benaknya saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha you lost me at 'memiliki aura seperti pangeran..' =))

      Trus, trus, sekarang naskahnya dimanaaa? Apa udah terbit?

      Hapus
    2. Hahah :))

      Naskahnya teronggok dan berdebu di pojok kamar #tsah xP

      Belum selesai naskah itu sampai sekarang. Buntu ide bagaimana mesti meneruskannya :))

      Hapus
    3. Semoga naskahnya bisa segera dikerjakan lagi

      Hapus
  4. Waktu pertama kali masuk kelas 9, aku ketemu orang, kini adalah orang yang salasatunya masuk dalam gank. sebut saja dia Emma Watson :D orangnya memang cantik, lucu dan sebagainya, dulu wajahnya mencerminkan orang yang kalem, nggak pecicilan, sholeh, pinter, alim dan sifat baik lainnya, kalau kalian lihat juga pasti setuju. Tapi kenyataanya berbalik, dia cerewet sangat sangat, pecicilan, gokil, ancur, lucu. satu kata : unbelievable, dia ternyata bisa bikin semua obrolan jadi asik dan seru, begitu juga temanku yang satu ini-- sebuth saja Levin, awal tau dia karena banyak judge dari orang kalo dia itu nakal, seenaknya, gaul, emang bener si kaya gitu, tapi ternyata dia baik lho, asik orangnya, sering banget bagi-bagi makanan, dan tidak lupa, dia sama berantakannya. Mereka beda, aku juga :p dan karena perbedaan itu yang menyatukan saya dan mereka yang lain, kami beda, dan kami istimewa :D walaupun berantakan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha.. nice to know your bestfriend

      Hapus
  5. Saya mengenal seorang teman ketika SMA yang sebelumnya saya kenal dari buku-bukunya yang saya pinjam, jarak usia kami 7 tahun, saya meminjam buku-bukunya dari adiknya yang satu kelas dengan saya. Dari cerita-cerita adiknya saya pikir teman saya itu orangnya pendiam dan kutu buku banget, yang tidak terbuka dengan orang lain. Setelah 2 tahun hanya kenal dari buku-buku dan cerita adiknya, akhirnya kami bertemu dan berkenalan. Tak disangka ternyata orangnya sangat menyenangkan, asyik diajak diskusi dan ramah. Sampai saat ini kami masih berteman baik dan masih sering berdiskusi tentang apa saja :))

    BalasHapus
  6. PENAH DAN ITU BANYAK BANGET =="
    Pas waktu itu masuk ke kelas yang gue kirain anaknya alim-alim banget karena peringkatnya "ehem" nah apalagi pas masuk tes psikotes pada belajar cuma gue yang enggak gimana gue enggak cengo -.- mereka.....mengerikan. Ternyata pas disuruh bikin drama....astaghfiruallah... gokil, gila, gak waras dan unpredictable. HAHA... Gak nyangka aja kirain pada alim-alim ternyata sifatnya gokil dan kelakuannya malu-maluin kelas. Sampai kita jadi suppoter paling gawoles karena berisik banget (baca : terlalu semangat mendukung) di pinggiran!

    Gue duduk sama teman smp gue pas di SMA karena gue yang lainnya gak tau dan mager buat pindah. Akhirnya gue duduk bareng dia sebut aja TA. Kata yang terlintas saat gue melihat dia pertama kali adalah ANGGUN DAN PENDIAM! Pas mulai ngobrol......dia orangnya galauan. (GUE GAK NYANGKA) Hobinya nunggu gebetan berangkat di depan pintu, stalking status gebetan pake aplikasi chat punya gue karena takut kepencet kalo stalk pake akun dia ==" elah... , niruin suara kucing pokoknya macem-macem deh kelakuan anehnya dia dan itu jauh dari kata anggun hahhaa :D Tapi, menurut gue dia asyik buat berteman karena saat bareng gue, dia ngelakuin apa yang dia pengin dan ya kita seru-seruan enggak mempermasalahkan image kecuali kalo ada orang haha :D

    BalasHapus
  7. Ah, pengalaman saat bertemu dengan orang pertama kali, ya? ><

    Agak klasik dan simpel, sih. Udah lama banget nih ceritanya. Waktu itu saya masih SMP, sekelas sama orang yang pinter banget (sering dibilang keturunan Einstein) sementara sih saya julukin dia otak mesin :P

    Begitulah stereotip orang-orang ketika melihat orang yang cerdas: berkacamata, suka menyendiri, serius, dan rajin belajar. Beberapa orang akan menyebutnya cupu, orang lain akan menyebutnya pendiam. Tergantung dari orang-orangnya sendiri.

    Tapi kalau dilihat-lihat, dia memang begitu. Maka saya penasaran dengan orang ini. Dia itu nggak cari perhatian, tapi tentu saja guru-guru udah kenal sama dia karena kecerdasan dia. Maka saya dekati dia, mencoba untuk menjalin pertemanan.

    Well, pertama-tama dia emang susah diajak ngobrol dulu. Terkadang hanya menjawab singkat, terkadang malah nggak dijawab. Tapi makin lama, saya sadar, saya makin deket sama dia. Oh iya, waktu itu kelas 9, jadi udah mau menjelang ujian juga sih saya makin deket sama dia. Dan dia jadi sahabat saya (sampai sekarang)

    Nah, makin lama makin kenal itu ternyata dia orangnya kocak--kadang garing, tapi saya nggak mempermasalahkannya--dia baik, suka membantu orang, dan di balik kecerdasannya itu dia sangat malas. Terkadang malah dia belajar sepuluh menit sebelum ulangan. Tapi saya percaya-percaya aja sih, maksud saya, memangnya orang cerdas itu harus terpaku sama buku dan belajar?

    Lalu, di balik pendiamnya dia, ternyata dia punya ratusan kata-kata umpatan yang bisa diungkapkan ketika marah dan kesal. Saya nggak pernah jadi sasaran, btw. Karena dia anak pintar, jadi banyak yang ngedeketin kalau lagi maunya aja. Maka umpatan-umpatan itu terdengar dan mereka shock abis, sementara saya cengar-cengir XD

    Sampai sekarang saya nggak pernah lost contact sama dia. Setelah lulus, kita juga beda sekolah. Beberapa bulan sekali kita bakal ketemuan. Dia masih pendiam, tapi yang jelas dia mau terbuka sama saya :D

    Yah, walaupun begitu, dia orang yang menyenangkan, kok. Saya lumayan sering cerita-cerita sama dia, dan dia pendengar yang lumayan baik (dia mengaku kalau saya adalah pendengar yang baik) dan dia juga perasaan. Dia sering curhat soal cowok-cowok di sekitarnya atau cowok yang dia taksir XD

    Tapi dari imagenya, temen-temen yang saya kenalin ke dia juga bilang, "Itu temen lo sangar amat sih."

    Dia cewek kurus yang punya otot, loh.

    Maaf jadi curhat terselubung, haha XD well gitu deh, makasih udah memberi kesempatan untuk bercerita ya, Mbak! :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wow, bikin shock juga ya org diem tiba2 ngumpat

      Hapus
  8. kalo pengalaman pertama, banyak temen-temenku yang bilang first impression mereka beda banget sama waktu mereka udah kenal deket sama aku. Pada bilang disaat ketemu aku awal-awal itu mereka bilang aku agak ansos, diem aja menjauh dari orang-orang, cuman ngomong saat ditanya aja. Tapi setelah mengenal aku lebih dekat first impression mereka salah. Mereka pada berubah pikiran kalo aku itu ternyata anaknya bacot banget wkwkwkwk. Ada loh yang sampe nulis di blognya tentang impression setelah mengenalku! :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. You should share their blog post about you :D

      Hapus
  9. Kesan orang yang pertama kali kenal sama aku? JUTEK. Sebenarnya menurutku aku gak jutek, tapi agak cuek. Beda kan cuek sama jutek. hehehe. Kalo baru kenal sama orang, apalagi cowok, aku ngomong seperlunya saja, ditanya ya jawab, gak ditanya ya diem n suka asyik sendiri. Itu mungkin kali orang beranggapan aku jutek. Tapi sebenarnya kalau sudah kenal aku lama, aku ini gila. Uppsss, tunggu dulu, bukan gila beneran lho maksudnya. Tapi aku ini bisa diajak gila-gilaan. Aku lucu, dan suka membuat orang-orang terdekatku tertawa. heheheh...

    BalasHapus
  10. Kesan pertama saya dengan teman saya ini udah jelek banget. Belum juga kenalan, tiba-tiba dia udah ngilangin pulpen saya, dan itu masih hari pertama sekolah. Sikapnya yang SKSD, riweuh dan sok juga nyebelin parah. Tapi, herannya kok bisa orang kayak gitu punya banyak temen. Saya sendiri gak inget gimana akhirnya bisa akrab sama orang ini. Tiba-tiba aja saya udah jadi tempat curhat, bahkan saya dan dia dikenal bersahabat baik. Aneh juga kenapa saya bisa nganggap dia jutek sebelumnya, padahal orangnya supel banget.

    BalasHapus
  11. yap, jujur aja aku punya kakak-kakak-an -_- awalnya dia emang wibawa banget, tapi di sisi lain dia orangnya bener-bener humoris tapi nyatanya setelah tau dia dari dalemnya, bahkan tau dia dari sisi gelapnya, aku menemukan dia yang lain, bahkan seperti bukan dia. ternyata dia itu punya prinsip, 'terserah-gue-mau-ngelakuin-apa' dan 'kalo-lo-mau-pergi-silakan-aja'
    keliatannya dia care banget, tapi kenyataannya dia orangnya sebodo amat... dia ya emang care tapi di saat orang lain udah memutuskan dia mau ngelakuin apa, ya prinsip dia 'who cares?' hehehe miris juga pas kenal :")

    BalasHapus
  12. jadi inget kejadian waktu sekolah dulu nih. waktu SMP ada temen yang cantik, kurus, tapi galak banget. banyak cowok yang awalnya naksir dia jadi ilfil gara2 sikapnya yang galak itu. cuma ngelirik aja cowok2 pada kabur hahaha. asli gak ramah abis. PDKT-nya jadi susah karena dia kayak anti sama cowok gitu :p sama cewek juga dia galak dan gak ramah. apalagi sama cewek tipe ngerumpi yang tiap hari ngomongin cowok. asli dah dia anti wkwkwk. tapi kalo udah kenal sebenernya dia anaknya baik dan setia kawan kok. dia emang tipe pemarah tapi buat hal2 yang dia gak suka aja. dia juga prinsipil banget. sekali A tetep A, gak bakal ganti B atau C. gak mau kompromi banget gitu. ajaib lah ada orang kayak dia :p hmm jadi kangen nih sama temenku itu. lama gak ketemu soalnya sejak lulus SMP. dia sekolah di luar kota :D

    BalasHapus
  13. Pengalaman first impression saya adalah dengan atasan saya di tempat kerja. Dari luar memang keliahatan galak.
    Yang namanya bawahan harus rela di marah-marahin, tapi saya yang waktu itu masih labil dan belum kuat mental, saya sampai nangis waktu dimarahin. Saya langsung ke kamar mandi dan nangis sesenggukan.
    Tapi orang yang dari luar tegas dan galak ternyata sebenernya baik hatinya. Benar apa kata pepatah, tak kenal maka tak sayang. Seiring waktu, atasan saya udah jarang marah-marah. Mungkin dia bersikap seperti itu karena tuntutan pekerjaan kali ya? He he ...

    BalasHapus
  14. Pernah kak, dia teman SMA ku dulu. Kami sekelas, pertama kali mengenal dia kesannya tuh *euhmm* nyebelin. Dia bertingkah cukup berlebihan, mengomentari sesuatu yang tidak mesti dikomentari. Gayanya selengekan, tomboy abis! Setelah jadi satu kelas sama dia, ya begitu.. jadi makin akrab sama tingkah lakunya jadi tidak terlalu mempermasalahkannya lagi.
    Satu fakta yang mencengangkan. Di luar dari ekspektasi pertama saya, ternyata dia sangat berbeda. Don't judge a book by it's cover. Never! Aku udah membuktikannya.
    Lewat cerita seorang teman, aku tahu kehidupan pribadinya. Well, dia memang sangat ekspresif dan emosional karena pengalamannya. Perasaan broken home membuatnya seperti itu. Diluar dari itu, sebenarnya dia sangat tegas, berani dan pintar. Hanya saja, mungkin tidak bisa menempatkannya dengan benar. Satu hal yang membuatku terhenyuh, dia adalah kakak yang sangat perhatian kepada adik laki-lakinya. Dia tidak ingin terlihat rapuh dan selalu berusaha jadi panutan terbaik untuk adiknya itu :'')

    BalasHapus
  15. Kakak senior yang gondrong..

    Gak tau juga kak, kalo pas liat dan berpapasan jalan dengan cowok gondrong ituu pasti rambutku gatal.. Apalagi cowok yang sampe rambutnya afro binggo.. iiii >_< Aku selalu menilai mereka itu jorok.. Karena gak jarang mereka tuh garuk-garuk kepalanya.. Pikirku gini loh, kalo gak bisa ngerawat rambut napa mesti dipanjangin ?..

    Tapi yaa, setelah berbaur dengan mereka dihimpunan, aku sedikit demi sedikit belajar nerima pilihan dan selera style orang lain.. Tidak jarang pula, malah mereka yang selalu bantuin aku ngerjain tugas yang susah..

    Pernah iseng nanya ke salah satu kakak senior yang gondrong itu tentang rambutnya.. Dia jawab, dia pilih gondrongin rambutnya supaya keliatan keren aja terus nikmatin masa kebebasan ajalah katanya, mumpung udah gak ada guru sekolahan lagi yang mewajibkan rambut mereka rapi dan sebelum mendapatkan pekerjaan juga..

    BalasHapus
  16. Februari kemarin saya berkesempatan bertemu dengan salah satu penulis Indonesia idola saya. Tadinya, beliau tidak ada rencana bertemu dengan pembaca. Beliau mengunjungi kotaku hanya dalam rangka jalan-jalan, namun karena di lini masa Twitter pembaca pada heboh meminta beliau melakukan Meet & Greet, jadilah beliau menyisihkan sedikit waktu & menyempatkan diri bertemu pembaca. Rasanya senang sekali bisa ketemu & ngobrol langsung dengan penulis idola.

    Tadinya saya pikir penulis yang sudah beken sekelas Nina Ardianti akan sulit dimintai waktunya apalagi ke Makassar ini murni perjalanan pribadi, tanpa tanggungan penerbit. Tapi ternyata beliau bersedia. Beliau dengan senang hati mengundang pembaca bertemu langsung di sebuah kedai kopi & ngobrolin buku dengan santainya. Dan beruntungnya lagi, saya dikasih kesempatan untuk membaca sedikit cuplikan buku yang sedang beliau tulis. It feels... priceless. :)

    BalasHapus
  17. Hmmm, mau ceritain kesan pertama yang mana ya, yang ini aja deh. Ada temen aku, dulu pas kelas 10 kita gak sekelas. Dia kan anak dance gitu dan foto instagram-nya seringnya bagus-bagus banget. Terus kita juga pernah sekamar pas pesantren kilat bulan puasa gitu (yang sekamar sengaja diacak supaya semuanya dari kelas yang beda), dari semua temen kamar yang lain, cuma dia yang gak pernah ada di kamar buat cerita-cerita sambil kenalan gitu. Sampai aku merasa gak usah deh temenan sama dia, mungkin dia sombong, mungkin dia susah diajakin sok kenal dan lain-lain. Padahal aku ini termasuknya orang yang sok kenal, tapi sama dia karena kesan pertamanya udah kayak gitu duluan jadi jiper aja. Eh, ternyata malah masuk kelas 11, kita sekelas. Awalnya aku males, cuma lama-kelamaan ternyata dia orangnya koplak nyenengin gitu ya. Jadi nyesel gak kenalan dari awal. Pas udah kenal, aku jujur aja ke dia kalau kesan pertamanya dia ke aku itu gak enak, aku dulu jadi sebel sama dia dan aku juga cerita plus nanya kenapa pas sekamar itu dia jarang ada di kamar dan malah milih main sama temen sekelasnya aja, dia bilang sebenernya karena dia pemalu dan gak cepet sok kenal kayak aku, ehehehehe. Dari situ, jadi belajar kalau setiap orang emang punya point of view sendiri dan emang harus saling menghargai.

    BalasHapus
  18. Mbak Oky, mau cerita yaa. Cerita pertemuan pertama dengan si X. Hahaha. Awal kami ketemu di pembentukan organisasi gitu. Kami ada di 1 kelompok. Awalnya aku kira dia pendiam dan anti sosial. Juga kirain sebayaan aku gitu (waktu itu aku 3 SMP). Terus ya akhirnya kami dekat dan ternyata dia itu udah 3 SMA hahaha. Orangnya juga asik, ga cerewet tapi ga pendiam juga. Suka bikin ketawa juga..

    Udah mbak, gitu aja. Ga ada yang unik sih :D

    BalasHapus
  19. Aku pernah ngalamin hal itu kak. Haha, kalau diinget lagi, lucu banget waktu itu. Awalnya kami gk begitu kenal, iyalah dia senior dan aku junior, kalau ketemu paling-paling cuma papasan di koridor. Dia cowok. Orangnya cakep, putih, tinggi. Pokoknya masuk kategori keren deh. Dan jujur aku jadi nge-fans gitu sama dia.

    Pernah nih waktu jalan di koridor, temenku bilang ‘eh, liat deh. Dia keren ya. Cakep lagi. Jadi seneng liatnya’ waktu itu aku cuma senyum-senyum aja. Setelah kejadian itu, aku jadi lebih sering berpapasan sama dia.

    Sampai suatu ketika, waktu aku sama temen aku mau masuk Lab, ternyata dia juga ada disana. Waktu itu keadaan Lab masih kosong, baru beberapa menit aku duduk, dia berdiri dari duduknya trus jalan kearah tempat dudukku. Kalau diinget-inget waktu itu aku sama temanku salah tingkah. Bingung juga mau ngapain sampai dia bilang gini ‘Lab-nya kan masih kosong, aku mau keluar, jagain Lab-nya bentar ya !’ trus dia pergi deh.

    Bukannya seneng atau apa karena denger suaranya, aku sama temanku malah bengong. Bener-bener bengong. OMG !! Itu tadi suara-nya ya ? Kok agak (maaf banget ya -_-) melambai gitu sih ?

    Setelah kejadian itu view-ku terhadap dia sedikit turun. Malahan, aku memilih hangout dari dalam perkumpulan fans-nya. Dan setelah tahu bahwa, ehem…dia sedikit melambai tadi, aku juga baru tahu bahwa temanku dulunya juga nge-fans sama dia. Rupanya, kami sama-sama tertipu dengan tampang cakepnya.

    BalasHapus
  20. aku tipe orang yang kalo ketemu orang pertama kali udah nggak suka sampai kemudian hari aku bakalan nggak suka sama orang itu. Sebenarnya aku juga ngrasa jahat sih tapi mau dirubah gimana lagi T,T bingung... Contohnya pertemuan pertamaku dengan temen kuliah waktu OPAK (sejenis ospek lah) ada satu temen cewek yg aktif bgt, tiap ada pertanyaan atau diskusi selalu pengen menjadi yg terhebat. Kalau kuliah selalu pengen duduk yg di depan padahal dia datang belakangan, dia inisiatif narik kursi ke depan ke tempat kosong yg harusnya buat jalan. Tiap diminta ngajarin makul tertentu selalu ada aja alasannya. Sikapnya itu membuat tmn2 sebel ma dia bahkan dia cuma pnya tmen 1. Orangnya nggak pernah mau diajakin kmpul sama temen sekelas dan lebih milih mojok berdua ma pacarnya di depan laboratorium fakultasku. Dari awal pertemu aku udah nggak suka sama dia karena sifatnya itu. Setelah mulai semester tua ini dia mulai berubah dengan mengurangi sifat ingin menonjol dan menang itu sehingga teman2nya mulai banyak tapi entah kenapa aku belum bisa menyukai dia sbg teman. Aku berteman dgn dia biasa aja sih nggak yg deket bgt >,<. Sampai sekarang aku belum nemuin alasan untuk menyukai dia >,<

    BalasHapus
  21. my first impression : itu waktu pertama kali Nge.MOS.in waktu itu pertama kalinya sih Nge.MOS karena tiap ngeliat Tipi.itu kakak OSIS.nya jahat + judes jadinya aku berusaha semaksimal mungkin buat jadi Jahat Judes Ngeselin,bikin Mangkel dan dosa dosa lainnya wkwkkw.
    dan puncaknya adalah waktu pembagian lembaran kepribadian kakak OSIS,dan itu bikin aku syok sebanyak 241 anak pilih aku sebagai kakak TerKILLER dan sisanya 7 anak pilih aku sebagai kakak yang baik hati (mikirnya aku nih anak ngelindur apa pilih aku kakak baik hati ) bayangin kesan pertama yang gak ngenakin banget tapi aku banggalah berarti aktinmg jahat judes dan kawan kawanya berhasil khan?..
    waktu penutupan MOS itu ada kesan pesan ,dan cowok yang paling aku adalah DIto cakep sih cuma' reseknya gak ketulungan #curcol dikit dah. dia bilang kayak gini "ehrm ehrm pertama tama saya ingin kakak yang paling saya sayangi maju kedepan kak Echa maju donk,(setelah aku maju dengan muka mirip kepitimg rebus,malu,dia malah ngegandeng tangan aku dia bilang gini) ini nih mak lampir paling nggregetin,nggeselin,mangkelin,kayak dedemit ehh lebih nyeremin sih,aku yakin Kuntilanak aja ngibrit waktu liat tatapan matanya yang tajemnya ngalahin samurai tapi itu yang buat aku nge.fans banget sama kakak yang punya nama Fatimah Zulfa Salsabilla ini,wibawanya dia yang paling bikin aku demen sama kakak OSIS;pengen banget deh jadi adik adikkannya kak echa ini,(sumpah kata kata ini yang buat aku speechless,gimana gak coba dia pidato didepan semua guru guru + peserta MOS ya amsyong aku malu banget!!)
    ehh sekarang si DIto ini jadi wakilku, tahun lalu aku Wakil ketua Osisnya sekarang jadi Ketuanya :) dan si makhluk resek ini yang jadi wakilnya -_-
    harapan dia terkabul kok waktu pengen jadi adik adik.dia sering banget cerita tentang pacar pacarnya yang seambrek itu gak akget sih :p (moga dito gak liat komen ini bisa ngamuk ini setan kalo tahu aibnya aku buka) :v

    BalasHapus
  22. oh iya kak tadi yang dikolom blogLovin' aku salah nama Blog Lovin' aku FatimahSalsabilla_22
    thanks :)

    BalasHapus
  23. sewaktu naik kekelas dua, aku kira teman-teman semuanya nakal, liar dan sifat buruk lainnya karena citra yang diciptakan dari teman-teman kelas satu sebelumnya. aku percaya begitu saja. namun setelah berbulan-bulan aku berada dikelas itu, aku menyadari bahwa mereka mengasyikkan. yang mereka lakukan adalah membangun sebuah kenangan untuk masa depan nanti.
    sekarang, rasa percaya diri yang tidak pernah ada dalam diriku dengan perlahan mulai muncul kepermukaan. berkat teman-teman yang mendukung, aku bisa melakukannya. terimakasih :D

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...