Selasa, 07 April 2015

As Seen On TV

Judul: As Seen On TV
Penulis: Christian Simamora
Penyunting: Alit Palupi
Penerbit: Twigora
Hlm: 484
Tahun: 2014
ISBN: 9786027036215
Pinjam: Mas Tezar @ Tezar Membaca (thank you yaaa ^^)
Rating: 4/5
Sinopsis: 
ASOT:   
AKU INGIN JADI ORANG YANG KAMU INGAT SAAT GEMBIRA,
BUKAN YANG KAMU HUBUNGI SAAT SEDANG KESEPIAN SAJA.

Dear pembaca,

Jujur saja, sekali ini, aku benar-benar bingung harus mulai bercerita dari mana dulu tentang novel ini. Apakah harus kumulai dari pengakuan pribadiku bahwa novel ini yang paling melibatkanku secara emosional dibanding karya-karya sebelumnya? Ataukah tentang ide dasar ceritanya yang merupakan ketakutan terbesarku?

Mungkin kamu familier dengan alur cerita novel ketiga belasku ini. Bisa jadi, aku malah mengingatkanmu pada seseorang di masa lalu atau malah yang kau kenal sampai sekarang. Kukatakan padamu, novel ini memang tentang dia. Tentang seseorang yang setengah mati ingin kamu benci—karena mungkin hanya dengan begitu kamu bisa berhenti peduli. Tentang dia yang teramat berarti sekaligus yang sering membuatmu menangis seorang diri.

Jadi, apa keputusanmu? Apakah kamu siap berbagi tawa dan luka bersamaku sekarang? Aku tidak akan menjanjikan apa-apa lagi padamu... selain bahagia menanti di halaman akhir novel ini.

Selamat jatuh cinta.

Javier Bungsu Vimana, cowok brengsek yang punya hobi bobok enak sama siapapun yang berjenis kelamin perempuan. Iya, sama siapapun kecuali, Kendra. Siapa Kendra? Dia ini sahabat Javi sejak masih kecil. Oiya, dan dia cewek. Oh, in case you don't know yet, she's also in love with her bestfriend.

Jadi menurut lo, gue segitu nggak menariknya sampe cowok--yang terkenal nggak pilih-pilih cewek buat ditiduri--kayak lo pun nggak akan horny sama sekali?"

Javi menelan ludah, "Oh, crap!"
Alasan kenapa As Seen On TV (ASOT) yang menjadi judul novel ini sebenarnya agak lucu. Masih ingat Sarah di All You Can Eat? Kalau masih ingat, well, pasti ingat juga dong sama si Jandro Vimana. Iya, si Jandro itu masih sepupuan sama Javi. Dan iya, ASOT sama AYCE ini masih ada relevansinya, tapi dikit. Oke, back to topic, si Sarah ini kan scriptwriter, nah dia yang nulis naskah sinetron yang amat sangat booming berjudul "Siang Jadi Kenangan, Malam Jadi Impian" (SJKMJI) which is menurut Kang Opan @ Kandang Baca, SJKMJI adalah potongan lirik yang sering banget dinyanyikan di sekolah minggu, buset dah.. hahaha ada-ada aja. Memang sih menurutku judul-judul yang dibuat CS ini agak-agak ke-FTV-an sekali. Nah, sinet SJKMJI ini ceritanya diambil dari kisah nyata. Kisahnya siapa? Ya siapa lagi kalau bukan Kendra dan Javi. That's why judulnya jadi ASOT (bleh, panjang bener deh jelasinnya).
Membaca ASOT. saya serasa dibawa flashback ke kisah Jo & Emi dalam Pillow Talk. Bedanya, di Pillow Talk, yang player justru Emi yang notabene seorang cewek. Yah, begitulah nasib cinta bertepuk sebelah tangan, apalagi jenis silent love macam Kendra ini. As good as it goes, Emi akhirnya punya pacar yang beneran perfect lah. Cukup perfect sampai Javi kelabakan dan merasa terancam karena sahabatnya diambil orang. Yah, tahu sendiri lah seklise apa cerita ini akan berkembang.

Untuk karakterisasi, saya suka dengan bagaimana CS menggambarkan Emi yang cukup logis dalam mengambil keputusan walaupun kelogisannya hanya sampai pada tindakan tertentu, ketika hati mengambil alih, ia tetap terpeleset juga ke jurang yang sama. Ah, sebelum lupa, buku ini penuh dengan penggambaran eksplisit untuk Adult 21+ only. Yang masih kecil, please cari buku lain yang lebih bermutu saja ya. Tak usah kau tiru kakak-kakak yang udah gede ini.

Sedangkan karakter Javi yang sumpah brengsek abis, nggak ada bagus-bagusnya diantara karakter Jboyfriend lainnya, pada akhirnya mengalami perkembangan karakter yang cukup signifikan dan membuat saya salut. Justru dibanding tokoh J lainnya, si Javi ini yang paling keliatan banget perubahannya. He's actually becomes my favorite. Nope, I'm not usually fall for bad boy type, but I fell for Javi when he has changed to be good boy (I still hate what-he-used-to-be-like).

Plotnya pun menyenangkan dan suasana yang CS bangun sangat terasa. Mungkin karena waktu baca buku ini saya sedang emosional sampai akhirnya saya bisa relate dan terbawa sekali dengan perasaan Emi (juga Javi). When she felt pain, I felt pain. She felt remorse, I felt it too. Huhu, jadi baper. Menurut saya, penulis yang sukses membawa pembacanya ikut merasakan apa yang ia tulis adalah penulis yang luar biasa. Untuk saya, baru kali ini karya CS yang sukses membuat saya baperan. It was great.

Ketika saya membaca review dari teman-teman yang sudah lebih dulu membaca buku ini, saya jadi agak skeptis. Pasalnya, saya sendiri sudah merasa kecewa dengan kemonotonan tema karya CS akhir-akhir ini (tapi ya nggak kapok baca buku-buku terbarunya dia) dan hal tersebut cukup menurunkan ekspektasi saya. Rupanya, rendahnya ekspektasi itu malah membuat saya suka banget sama buku ini. It's not as bad as I thought before. Malah, lumayan bagus kalau dibandingkan, Guilty Pleasure bukunya CS terakhir yang saya baca. Begitulah, expectation kills. I gave 4 stars for ASOT. Hopefully you can enjoy it as well.

***
Novel ini saya baca dalam rangka Lucky No. 15 Reading Challenge, kategori Something Borrowed. Thank you Mas Tezar @ Tezar Membaca atas pinjaman bukunya :)


Something Borrowed: Read a book that you borrowed from someone else. Don’t make the owner waiting forever for you to finish it. (Books borrowed from friends, libraries, or even rental places, are allowed)

6 komentar:

  1. Aku belum pernah baca satupun buku Chrismor, Oky.:D
    Mungkin karena penuh dengan adegan yang ya gitu deh, hehe *denger dari temen*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo ga doyan adegan yg begitu mending emang ga usah baca aja Ky hehehe

      Hapus
  2. Balasan
    1. Hahaha, aku juga minjem padahal =))

      Hapus
  3. Halo mbak salam kenal,maaf cuma mau nanya,
    diatas disebutin nama cewe di ASOT ini Kendra,tp ke bawah jd ditulis Emi.
    setau saya Emi ini tokoh di Pillow Talk,cmiiw
    soalnya saya jg koleksi novel #JBoyfriend ini..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap, di paragraf itu aku memang lagi jelasin kalo ASOT ini ceritanya mirip Pillow Talk tapi karakternya dibalik ajah. Coba dibaca lagi say :D

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...