Kamis, 09 April 2015

Just One Night

Judul: Just One Night (Just One Day #2.5)
Penulis: Gayle Forman
Penerbit: Dutton Books
Hlm: 40
Tahun: May 29th, 2014
Rating: 3.5/5
Format: ebook
Sinopsis:
Just One Night:   
After spending one life-changing day in Paris with laid-back Dutch actor Willem De Ruiter, sheltered American good girl Allyson “Lulu” Healey discovered her new lover had disappeared without a trace. Just One Day followed Allyson’s quest to reunite with Willem; Just One Year chronicled the pair’s year apart from Willem’s perspective. Now, back together at last, this delectable e-novella reveals the couple’s final chapter.


Jika kalian sudah membaca Just One Day dan Just One Year, pasti tahu dong kalau Gayle Forman menang sengaja tidak menceritakan kelanjutan kisah mereka setelah bertemu. Masing-masing buku tersebut menceritakan apa yang terjadi selama proses pencarian cinta sejati, yang ternyata juga menjadi perjalanan mencari jati diri.

Bagi kalian yang penasaran setengah mati karena cliffhanger ending, dimana mereka akhirnya berjumpa kembali, tapi.. that's it. Cerita selesai. Nah, Just One Night akhirnya mengupas tuntas apa yang terjadi setelah mereka saling menemukan. Untuk itu, saya beri rating 3,5 simply because finally rasa penasaran saya terbayar.

Novelet ini hanya berjumlah 40 halaman. Ceritanya dimulai tepat setelah novel Just One Day berakhir, ketika Allyson/Lucy mengetuk pintu kamar Willem. Untuk pertama kalinya setelah satu tahun saling mencari, mereka berjumpa kembali. Sepanjang membaca Just One Day dan Just One Year saya membayangkan, apa yang akan terjadi setelah mereka bertemu? Apakah hubungan mereka berlanjut, atau selesai begitu saja setelah saling mengungkapkan rasa?

I can't talk much, nanti malah spoiler. Pokoknya, saya puas. Akhirnyaaaaa... lega. Hahaha, itulah kenapa saya selalu butuh disclosure dan benci banget sama cerita yang menggantung. Untungnya juga, saya  mulai membaca Just One Day series setelah semua bukunya terbit (termasuk companion ini). Jadi saya tidak perlu melewati fase gregetan dalam penantian.

Yang lebih membuat saya bersyukur lagi, Gayle Forman menulis companion ini sesuai dengan ekspektasi saya terhadap masa depan Allyson dan Willem. Banyak kebetulan, takdir, dan benang merah yang terjalin dan terungkap dalam buku ini. Yah, walaupun sudah ketahuan sih kalau memang baca bukunya sejak awal. Namun dalam buku ini, Gayle Forman merangkum semuanya sehingga terikat manis jadi satu.


My review for this series:
#1 Just One Day
#2 Just One Year
#2.5 Just One Night

8 komentar:

  1. Lanjutannya dikit ya, ky. Kirain bakal dalam bentuk novel kayak sebelum2nya. Mungkin dibikin demi menuntaskan rasa penasaran bagi para pembaca ya. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyap, sepertinya cuma buat closure para pembacanya saja :D

      Hapus
  2. Mba Oky..
    kemarin dapat buku Just One Night dimanakah mba?
    Saya cari2 di periplus, books and beyond sampe nekad nyari di gramedia :p tapi ngga dapet2
    Atau punya mba saya beli boleh kah? :D
    Makasiiih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mba, maaf ya baru balas. Kebetulan aku baca versi ebooknya hehe, so maybe you could try order it on www.bookdepository.com

      Hapus
  3. Mau tanya donk kira2 aq bisa beli yg just one year sm just one night dmn y?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Just One Year sudah diterjemahin, jadi pasti gampang dapetinnya di toko buku (ataupun online bookshop) manapun. Kalau Just One Night kebetulan aku baca ebooknya.

      Hapus
  4. Boleh minta file ebooknya lewat email?

    inidiandian@gmail.com

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...