Jumat, 08 Mei 2015

Not A Perfect Wedding

Judul: Not A Perfect Wedding
Penulis: Asri Tahir
Penyunting:
Penerbit: PT. Elex Media Komputindo
Hlm: 312
Tahun: 2015
ISBN: 9786020258973
Rating: 4/5
Pinjam: Mba Azmi @ Ruang Bicara
Sinopsis:
Not A Perfect Wedding:   
Raina Winatama: Di hari pernikahanku, aku kehilangan mempelaiku. Bukan karena dia melarikan diri. Tapi dia pergi untuk selamanya.

Prakarsa Dwi Rahardi : Di hari pernikahanku, aku kehilangan mempelaiku. Bukan karena dia melarikan diri. Tapi aku harus pergi untuk selamanya.

Pramudya Eka Rahardi : Di hari pernikahan adikku, aku harus menjadi mempelai laki-laki. Menjalankan sebuah pernikahan yang harusnya dilakukan oleh adikku, Prakarsa Dwi Rahardi.


Editor’s Note
Pernikahan yang indah adalah impian setiap orang di dunia ini. Tapi bagaimana jadinya kalau akhirnya Anda harus menikah dengan orang yang sebelumnya bahkan tidak pernah Anda temui?

Not A Perfect Wedding menghadirkan fakta bahwa belajar mencintai adalah satu-satunya cara. Tidak ada yang tidak mungkin. Ketulusan seseorang akan mengalahkan kekerasan hati, ketulusan dan cinta akan membalut luka dan menyembuhkannya. Not A Perfect Wedding akan menunjukkan caranya bagi pembaca.

Raina sangat terkejut ketika nama yang disebut dalam perjanjian ijab qobul dengan penghulu bukanlah nama Raka kekasihnya, melainkan Pram yang notabene adalah kakak Raka. Kemana Raka? Mengapa ia malah menjadi istri Pram dihari pernikahannya?

Raina tidak bisa menerima kenyataan bahwa ia sekarang menjadi istri dari pria yang sama sekali tidak ia kenal dan baru ia temui. Padahal ia sangat mencintai Raka, kekasih sekaligus calon mempelainya. Namun nasi sudah menjadi bubur, keluarganya pun mendukung pernikahannya dengan Pram demi kebaikkannya sendiri. Sekarang ia harus tinggal bersama Pram sebagai istrinya, padahal ia masih belum bisa melupakan Raka.

Pram berniat memenuhi janjinya pada Raka akhirnya berani mengajukan diri sebagai pengganti adiknya diatas pelaminan. Dengan ikhlas ia mencoba bersabar menjaga Raina yang sangat histeris diawal pernikahan mereka. Prioritasnya adalah membahagiakan serta menuntun istrinya itu hingga menjadi sehat dan baik seperti sedia kala. Lalu, setelah itu bagaimana?

Saya sempat membaca tiga chapter pertama via wattpad Asri Tahir lalu gemas karena chapter berikutnya sudah dihapus dalam rangka penerbitan. Hahaha. Untung saya mendapat pinjaman dari Mba Azmi, makasih ya mba.

Saya dibuat penasaran dan gemas dengan common sense yang dipakai sebagai ide cerita novel ini, yaitu sejak Raina mendapati dirinya menikah bukan dengan calon mempelainya di hari pernikahannya. Ada yang sedikit aneh menurut saya ketika pengantin perempuan duduk terpisah dari pengantin pria saat ijab qabul berlangsung, terutama karena disini tidak disebutkan kalau mereka melangsungkan pernikahan islami, melainkan pernikahan biasa. 

Keanehan lainnya adalah seharusnya calon mempelai pria juga dipingit seperti calon pengantin putri, kan beginilah ujiannya. Kasihan Raina yang jadi terpaksa, eh lebih tepatnya ditipu, menikah dengan mempelai pengganti lantaran calon aslinya tidak muncul di hari pernikahan mereka.

Ketiga, saya tidak setuju dengan pilihan seluruh keluarga yang menyetujui pergantian pengantin tanpa persetujuan orang yang bersangkutan, yakni Raina. Bagaimanapun yang akan menjalani pernikahan ini kan si Raina. Apalagi semuanya sama-sama dewasa, masa iya melakukan hal kekanak-kanakan seperti ini.

Diluar ketidaklogisan dan ketidaksetujuan saya terhadap tiga poin diatas, sesungguhnya buku ini memang bagus dan ditulis dengan baik. Terasa sekali perkembangan karakter Raina mulai ketika ia menyadari kenyataan yang sesungguhnya, histerianya, traumanya, kemarahannya karena ditipu keluarga sendiri, dan hingga akhirnya dia mulai mendewasa menjadi Raina yang mampu menerima keadaan dan bangkit kembali sebagai pribadi baru.

Plot yang ditulis pun runtut dan rapi. Konfliknya menarik. Eksekusi ending pun manis. Gaya bahasanya tidak ada yang spesial namun penulis mampu menulis dengan luwes sehingga kisah drama ini terasa sangat mengalir. All in all, saya tetap beri rating 4 dari total 5 karena novel ini sangat well written. It was a nice read.

***
Novel ini saya baca dalam rangka Lucky No. 15 Reading Challenge, kategori Something Borrowed from Mba Azmi @ Ruang Bicara


Something Borrowed: Read a book that you borrowed from someone else. Don’t make the owner waiting forever for you to finish it. (Books borrowed from friends, libraries, or even rental places, are allowed)

3 komentar:

  1. Haha aku jg awalnya mikir aneh pas ijab kabul pengantin ceweknya pisah tempat.. secara yaaa di agamaku kan ga ada kayak gituan.. dua2nya ngadep pendeta.. tp trus ada temenku kayak gitu. Pas udah sah, baru pengantin ceweknya dikeluarin. Yg kurasa ngeganjel malah timelinenya yg cuma sehari bisa ganti pengantin cowok. Namanya abis kecelakaan kan pasti shock ya keluarganya, kok besoknya bisa udah lempeng.. anyway, ceritanya emang manis sih. Aku juga suka.

    BalasHapus
  2. nice review, ky. Aku suka krn nyinggung dr sisi logika dan gaya bahasa.

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...