Rabu, 20 Mei 2015

Review Marathon: Wedding Rush

Judul: Wedding Rush
Penulis: Jenny Thalia Faurine
Penyunting: Afrianty P. Pardede
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
Hlm: 329
Tahun: 2015
ISBN: 9786020263496
Rating: 3.5/5
Sinopsis:
WEDDING RUSH:   
Padma memutuskan meninggalkan tiga orang sahabatnya—Rajata, Resita, dan Daka—setelah akhirnya mengetahui kalau perasaannya tidak terbalas pada Rajata. Rajata memberi hatinya pada Resita, dan Padma sadar, tidak mungkin memaksakan perasaannya pada Rajata. Padma bahkan harus meninggalkan keluarganya dan Daka yang sebenarnya siap untuk terus berada di sisinya. Padma tidak ingin merusak hubungan persahabatan mereka.

Butuh waktu lama untuk bisa kembali lagi. Dua tahun di negeri orang sampai akhirnya dia memutuskan kembali pada saat pernikahan Rajata dan Resita. Doa Daka agar Padma segera mendapatkan seseorang yang membantunya menyembuhkan patah hatinya ternyata terkabul. Riko hadir di waktu yang tepat. Tapi … semua terasa tidak benar saat Padma dan Riko memutuskan untuk menikah. Tidak hanya Padma yang harus sembuh, tapi Daka juga harus sembuh dari rasa ketidakpercayaannya akan pernikahan.

Di usia yang sudah tak muda lagi, oke ralat, di usia yang sudah cukup umur untuk settle down, keempat orang sahabat ini akhirnya mulai mendewasa termasuk dalam hal cinta. 

Padma berhenti melarikan diri karena ia sadar lari dari masalah tidak cukup untuk menyembuhkan hatinya. Ia harus menghadapi hantunya secara langsung. Dibantu Daka, sahabatnya, ia pun berhasil memaafkan diri sendiri dan mengatasi ketakutannya. Persahabatan mereka pun telah membaik kembali.

Hingga akhirnya Riko datang. Riko, oh Riko is too good to be true. Pria ini tahu apa yang ia mau dan tahu bagaimana cara mendapatkannya. Ia pria baik, mapan, dan bertanggung jawab. Singkat kata, dia pria idaman. Riko pun membantu Padma untuk move on, tapi apa benar dia bisa masuk ke dalam persahabatan keempatnya? Apalagi ketika ada perasaan cinta dan keinginan untuk memiliki disitu.

Siapa disini yang punya sahabat lawan jenis? Jujur, pernah merasa baper nggak sama sahabatmu itu? Okelah, kalau nggak punya sahabat, yaaah, teman lawan jenis yang dekat banget deh. Masa nggak pernah? Yakin? Amacacih? #ngeselin





"Between men and women there is no friendship possible. There is passion, enmity, worship, love, but no friendship." - Oscar Wilde

Nggak usah jauh-jauh, Padma saja naksir Rajata. Dan akhirnya Rajata malah menikah dengan Resita. Mana mungkin Daka nggak ada perasaan dengan salah satu dari Padma dan Resita. Yah, karena Resita sudah taken by Rajata, so pilihan logisnya jelas tinggal Padma, kan? And vice versa.

Bahkan interaksi keduanya, Padma dan Daka, sudah kayak ibu-anak atau suami-istri. Sangat intim. Bukan intim full of sexual tension, but intimate like soulmate, like family. Dan menurut saya itu malah sudah melebihi interaksi romantis, it's LOVE. Anehnya, justru mereka sendiri yang nggak nyadar, padahal yang lain bisa melihat dengan sangat jelas.

"Kadang hal-hal yang diperebutkan dengan alasan cinta hanyalah karena apa yang terlihat, bukan karena apa yang dirasa." p.147

Well, novel ini banyak mengangkat isu relationship dan vulnerability. Mulai dari jatuh cinta dengan sahabat sendiri, patah hati, susahnya move on, beratnya membuka diri kembali, LDR, dan menghilangkan trauma masa lalu soal hubungan. Seperti yang dialami mereka semua. Nggak ada orang yang bisa selamat dari sakit hati atau patah hati. Justru luka-luka tersebut yang membuat seseorang mendewasa dan menjadi manusia seutuhnya, yang sekarang lebih baik dibanding sebelumnya.

"Kalau kamu benar-benar mau mengenalku lebih jauh dan... mengajakku untuk menjalin hubungan seperti yang kamu katakan, belajarlah untuk menerima masa laluku. Maka aku akan belajar untuk menerima kamu lebih dari sekadar teman." Padma to Riko, p.150

Saya sendiri setuju dengan pemikiran LDR yang dibahas Jenny dalam Wedding Rush. Tak lama saling kenal, mereka segera bertunangan. Lalu setelah Padma menerima lamaran dari Riko, mereka pun langsung LDR. Saya pribadi mengalami kondisi yang sama, jadi saya bisa relate banget ketika membaca bagian ini. Sejak awal saya tahu saya bukan orang yang tahan dengan LDR, makanya setelah 6 bulan bertahan dengan LDR, I called it off. Malah sekarang LDRan lagi, ah nasib. Hahaha. But I learned my lesson from my previous LDR, so hopefully I can handle this one better than ever.

"Walaupun kita LDR, aku juga harus sering-sering nemuin kamu, kan? Sebesar apa pun kepercayaan dua orang dalam satu hubungan, bertemu langsung juga sangat dibutuhkan." Riko to Padma, p. 161

Saya salut dengan Jenny Thalia yang baru berusia 19 tahun tapi pemikirannya soal relationship has gone beyond her age. Wow. Yah, meskipun untuk masalah gaya bahasa masih banyak saya temukan sisa-sisa peninggalan keremajaannya (apadeh ah, hahahaha). Maksud saya, gaya bahasanya yang lebih banyak dialog mencerminkan usia Jenny sesungguhnya. Saya jadi tenang kembali, at least she's still got her youth, hehehe.

Di sisi lain, saya juga menemukan karakter-karakter Jenny masih belum menunjukkan ciri khasnya. Saya merasa hampir seluruh karakternya ini seperti satu orang yang sama. But it's understandable, Jenny will master her skill in no time. She's got all the talent. I will be waiting for her next project. Untuk itu, saya hanya beri 3 bintang dulu.


***

So, mari  kita berkenalan lebih dekat dengan Jenny. Saya pun berkesempatan untuk menanyai Jenny, yang baru 19 tahun tapi sudah nulis buku weddinglit. Saya kan jadi penasaran apa yang membuat dia terinspirasi menulis buku semacam ini. Mungkinkah dia punya pengalaman khusus yang membuatnya terinspirasi? Ehem.. ciyeee.



Jen, apakah novel ini merupakan perwujudan dari impian romantismu? Like, maybe you secretly have a crush with your 'bestfriend'. Or do you want to have a good friendship with your boyfriend in real life, or something?
Hahaha, nggak juga  sih. Impianku malah lebih romantis daripada ini. #lho  Tapi,  aku memang mau sih 'have a good friendship with my boyfriend in real life'. Mungkin lebih menyenangkan seperti itu dibanding hanya jadi pasangan biasa atau sahabat biasa dan aku suka dia tapi dia nggak suka aku. #heh


Review ini saya sertakan dalam rangka Review Marathon bersama 6 blogger buku lainnya.



Mulai tanggal 18-24 Mei 2015 kamu bisa membaca review buku ini dan interview (curcol) bersama Jenny di blog-blog tersebut. Kemudian, puncaknya, Jenny akan mengadakan giveaway dengan hadiah spesial bagi pemenangnya. Nantikan di https://jennythalia.wordpress.com


****

Novel ini saya baca dalam rangka Lucky No. 15 Reading Challenge, kategori Freebies Time





Freebies Time: What’s the LAST free book you’ve got? Whether it’s from giveaway, a birthday gift or a surprise from someone special, don’t hold back any longer. Open the book and start reading it now :D






19 komentar:

  1. judulnya mirip pre wedding rush terbitan stiletto ya mbak... sempet roaming sebelum nge-klik, kirain tu novel cetak ulang trus ganti cover :D

    BalasHapus
  2. Hmmm, mau menjawab pertanyaan di atas ah. Sampe detik ini untungnya aku nggak pernah punya rasa naksir sama sahabat lelaki atau teman dekat lelaki. Mungkin karena udah nyaman aja temenan jadinya nggak ada rasa naksir gitu. Dodolnya, aku malah selalu naksir sama stranger yang sama sekali belum kukenal seluk beluknya. Hahaha.

    BalasHapus
  3. Mungkin perasaan cinta buat sahabat sendiri gak ada, orang sahabatnya cewek semua kok;p. Riko emang cowok idaman, tapi kalo bukan takdir mau gimana lagi. Dari review diatas, kayaknya move on itu berat sekali ya.

    BalasHapus
  4. Hmm… yang bikin aku penasaran sama Wedding Rush memang dari segi usia Jenny dan genrenya. Penasaran seperti apa weddinglit yang digarap penulis muda. Jadi Jenny memang keluar dari friendzone *ups* maksudnya comfortzone nya kah?

    BalasHapus
  5. Makin penasaran banget baca lengkap novelnya, karena aku juga pernah mengalami hal serupa, suka ma sahabat sendiri, jadi sedih klo diinget inget lagi

    BalasHapus
  6. Aku greget pingin tau gimana kisah antara Padma dan Riko... Review-reviewnya bikin ngiler pengen baca novel ini :))

    BalasHapus
  7. “Novel ini banyak mengangkat isu relationship dan vulnerability. Mulai dari jatuh cinta dengan sahabat sendiri, patah hati, susahnya move on, beratnya membuka diri kembali, LDR, dan menghilangkan trauma masa lalu soal hubungan.”

    Bakalan galau nih kalau bisa baca buku ini. Bakal bercermin pada diri sendiri kalau udah menyangkut tentang relationship, jauh cinta sama sahabat sendiri, friendzone. Tapi memang bener sih, nggak mungkin laki-laki sama perempuan itu cuma sahabatan doang! Pastilah ada sepercik atau dua percik perasaan suka yang timbul entah darimana karena kebiasaan mereka ang selalu bersama. Dan menurut saya isu-isu yang coba diangkat penulis memang lagi hot-hot-nya :D Anyway, rasa penasaran saya kayaknya bakal terus ada kalau belum bisa baca buku ini :)

    BalasHapus
  8. Pernah sih kebawa perasaan suka sama sahabat sendiri dan rasanya tuh gaenak. So so an ngasih support dia buat deketin gebetannya tp kan hati ngga begitu yak:( Kalo padma milih pergi nan jauh kesana, aku sih lebih milih menghindar atau jaga jarak aja biar ngga nyesek bawaannya meskipun tetep sih wkkww XD Intinya move on dari sahabat itu susah sekali *elapingus*

    BalasHapus
  9. Hmm, aku memang punya sahabat lawan jenis yang deket banget (tapi sekarang lagi musuhan)☹ aku baper nya itu bukan karena perhatian dia atau apa, tapi kalo dia lebih mentingin cewek nya daripada aku, baru deh aku baper. Eh itu tanda suka bukan ya? Bukan deh kayanya *abaikan*
    Review nya kereen😊 lebih dalam dari dua blog sebelumnya, lebih memancing rasa penasaran, dan lebih memancing buat baper juga sih hihi ^^

    BalasHapus
  10. Dibanding dua review sebelumnya (aku baca sesuai urutan di blog kak Jenny), menurutku ini paling 'berat' bahasanya untuk aku pahami, hehe. Walaupun aku termasuk suka baca wattpad ttg weddinglit, tapi gaktau kenapa, baca review ini kok jadi rasanya Wedding Rush ini nggak seringan cerita lain (yang pernah kubaca), ya? Hehe.
    Terus pd review ini lebih ke Padma-Riko-Daka dibanding Padma-Resita-Rajata, ya... padahal kukira (krn baca review 2 blogger sblmnya) 3 pemeran utamanya itu PadResRaj. :D
    Jadi bingung... dan penasaran. :3

    BalasHapus
  11. Nama : sabila rahmah azzahra
    Domisili : prabumulih, palembang, sumatera selatan
    email : sabilarahmah1@gmail.com

    Jawaban : aku ngeliat postingan ini dari twitter kakak, setelah baca sinopsisnya aku tertarik banget sama novel kakak. pertanyaan kakak itu bikin nyesss, secara itu yang aku alamin sekarang. menurut aku ketika kita mencintai sahabat kita, yang ita lakukan cuma bisa menyembunyikan perasaan kita sendiri, secara kita udah sahabatan apalagi sahabatannya udah lama masa persahabatan kita harus hancur gara-gara cinta. Dan seandainya kita bisa mengubur perasaan kita mending kita kubur aja. walaupuun rasanya sakit insya allah bisa kok. jodoh itu nggak kemana, dan kalo memang menurut kita harus diperjuangin perjuangin aja. cinta nggak harus memiliki, cinta hadir jika kita merasa nyaman sama seseorang :)
    semoga aku bisa dapetin novel kakak, dan aku bisa jadi penulis kayak kakak amin O:)

    BalasHapus
  12. Mau, dong, calon suami kayak Riko... hahaahaa

    Ehm... ngiri sama si penulis, Jenny Thalia. Masih muda tapi bisa menciptakan cerita dewasa sekeren ini. Aku saja masih suka pusing nyari-nyari ide buat nulis. Salut, deh.

    BalasHapus
  13. Setelah baca riview nya dari berbagai blog. Makin penasaran sama kisah Daka yang punya masa lalu suram sama cewe.

    BalasHapus
  14. reviewnya bikin gregettt :D jadi pengen baca novelnyaaa

    BalasHapus
  15. Dari review marathon ini dan kebetulan saya baru baca 3 blog termasuk blog ini. Blog ini yang baru bahas sisi lain dari novel ini. Karena yang lain kebanyakan bahas tentang friendzone-nya dibandingkan kisah LDR-nya. SALAM KENAL. :))

    BalasHapus
  16. Hmmm, jadi cinta segiempat toh.. Kirain dalam hubungan persahabatan itu, yang terkena cipratan cinta cuma Padma, Rajata, ama Resita, ternyata Daka juga ^^

    Wajar aja kali yaa, kalo remaja 19 tahunan udah bisa nulis tentang cerita beridekan Wedding.. Remaja sekarang cepat banget dewasanya..

    Tapi salut banget sama si penulis :) Semoga makin sukses dan udah bisa punya sense keunikan nulis sendiri di karya berikutnya ^^

    BalasHapus
  17. Baca sinopsisnya lgsung mikir permasalahan cinta didalamnya kompleks ya. Tetapi sesuai bgt sama knyataan... jadi pgen baca... dan jenny yg masih muda mengangkat tema pernikahan itu bagiku sangat keren

    BalasHapus
  18. sebagai reviewer yang mendapat urutan ketiga , kupikir disini akan lebih mendapatkan kejelasan atas sinopsis ceritanya. tapi malah dibuat bigung oleh sepenggal kata yang menurut saya membuat bingung. menjauh dari hantu? ahntu apa? inti munculnya konflik novel ini bukannya karena sakit hatinya padma pada sahabatnya. ini hanya pendapat setelah membaca 2 review diatasnya.

    tapi justru karena itulah yang membuat penasaran para calon pembaca. jadi dia membuat kata hiasan yang menurutku sebenarnya itu menarik dan sangat diperlukan untuk membuat semua mejadi penasaran. tapi menurutku di review ini sedikit lengkap penilaiannya yang membahas kekurangan dan kellebihan dari novel, meskipun ada beberapa bagian curhatan dari kak reviwernya ^^

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...